Cinta Gadis Biasa

Cinta Gadis Biasa
Ungkapan hati rendi


__ADS_3

Adzan subuh berkumandang, intan sebagai umat muslim menjalankan kewajiban nya menunaikan 2 rakaat bukan hanya sholat subuh 2 rakaat tetapi sebagai umat muslim kita menjalankan 17 rakaat sehari semalam wajib, belum sunnah nya juga yah...


Setelah sholat intan menyiapkan sarapan nasi goreng dengan bahan yang sederhana mereka pun memulai sarapan.


"Kak, minggu depan wisuda Aina. Jadi kita semua pulang ke kampung, kakak ikut ya?" Aina membuka suara disela sarapan.


"Iya ai, kakak usahain," jawabku.


"Nanti kita disana gak akan lama kok, setelah wisuda nya selesai kita akan menetap disini."


"Iya tan, biar mama untuk sementara waktu buka warung di depan dibantu aina," ucap ibu.


"Iya yah, bu. Kalau gitu intan siap siap berangkat kerja dulu yahhh."


"Iya biar Aina yang beresin ini."


Kini intan pun sudah sampai di tempat kerja


"Tumben kalian bareng?" Tanya intan pada Hana dan Deni.


Mereka hanya tersenyum.


"Eh apa jangan-jangan kalian udah jadian? hah kapan kok gak ada cerita sama gue."


"Maaf tan, kita juga baru kok setelah pulang dari acara ultah Rani semalam iya kan sayang?" Ucap deni sambil merangkul pundak Hana yang hanya mengangguk.


"Wah PJ dong"


"Tenang tan lu puas makan disini di tanggung pak rendi, iya kan pak?" Tawa Hana.


Rendi pun menghampiri mereka.


"Iya tan, kamu bisa sepuasnya makan disini sekalian ajak keluarga kamu juga gak apa."


"Terima kasih pak saya juga udah cukup disini."

__ADS_1


"Ada yang ingin saya bicara kan sama kamu, nanti keruangan saya." Ucap nya seraya berjalan keruangan nya.


"Baik pak."


"Kira kira mau bicara apa ya pak rendi sama lu?"


"Ya mana gue tahu han, tapi sekalian aja deh gue mau cuti minggu depan wisuda Aina dikampung, jadi gue harus pulang."


"Yah sepi dong gak ada lu disini."


"Gak bakalan sepi noh udah ada sandaran gratis, yaudah gue keruangan pak rendi dulu."


"Bisa aja lu tan, iya sono."


tok tok


"Permisi pak."


"Masuk tan!"


"Bapak mau bicara apa sama saya?" Tanya intan.


"Sebenarnya udah lama saya mau ngomong ini sama kamu tan, tapi mungkin ini waktu yang tepat."


"Saya udah lama ada rasa suka sama kamu, apa kamu mau jadi pacar saya tan?" Tanya nya membuat intan kaget.


"Tapi saya-


"Saya bener serius suka sama kamu tan."


"Tapi pak sebelum nya saya mohon maaf saya tidak bisa membalas rasa bapak pada saya."


"Tidak apa tan, saya ngerti. Mungkin nanti kamu bisa buka hati kamu buat saya." Kecewa dengan jawaban intan.


"Maaf kan saya pak." Bukan tidak suka dengan pak rendi apalagi wajah nya yang cukup tampan, tapi rasanya tidak bisa membalas rasa suka nya.

__ADS_1


"Saya juga minggu depan izin cuti pak, adik saya wisuda sekolah nya di kampung."


"Iya tan saya izinkan."


"Terima kasih pak, kalau begitu saya permisi."


hmm


Di dapur


"Pak Rendi ngomong apa sama lu tan?" Kepo Hana


"Iya tan lama amat," ucap Deni tak kalah kepo pasangan serasi bukan?


Intan menceritakan tentang ungkapan hati pak Rendi dan cuti nya minggu ini.


"What? jadi pak rendi suka sama lu?" Hana dengan meninggikan suaranya.


"Huss jangan kuat kuat ngomong nya han." Membekap mulut Hana.


"Iya maaf kan kaget," nyengir kuda.


"Iya yang, aku juga kaget kalau ternyata pak Rendi suka sama kamu tan."


"Udah gak usah di pikirin, kita lanjut kerja lagi."


Mereka melanjutkan pekerjaan seperti biasanya, karena besok intan pulang kampung jadi ini hari terakhir nya ia kerja sebelum cuti.


.


.


.


happy reading guys

__ADS_1


bersambung 💃💃💃


__ADS_2