Cinta Gadis Biasa

Cinta Gadis Biasa
Setuju


__ADS_3

"Aku harus menghubungi nya." Intan ingin menghubungi Ardi.


"Tuan bisakah kita bertemu?" Tanya intan setelah panggilannya tersambung.


"B**aiklah kita bertemu di CF X jam makan siang"jawabnya


"Baik lah tuan, kalau begitu saya matikan telepon nya." Ucap intan setelah menunggu jawaban Ardi.


"Apa aku yakin dengan jawaban ku ya? entahlah." Intan masih ragu untuk menjawab.


Di CF


"Ada apa kamu mau bertemu dengan ku?" Tanya Ardi


"Ee.. Tuan, saya menyetujui untuk menikah dengan anda," ucap intan menunduk. Intan langsung to the point, karena yang di hadapan nya orang yang gak mau basa basi.


"Baiklah. Karena kamu sudah setuju, maka secepatnya kamu aku bawa untuk menemui kedua orang tua ku."


"Tapi tuan, apakah tidak terlalu buru buru? maksud saya apa tidak sebaiknya nanti saja ketemunya?" tawar intan.


"Tidak ada bantahan! saya hanya ingin kamu menyetujui nya." Ardi tegas tanpa mau di bantah.


"Lalu kenapa tuan bertanya?" Ucap intan.


"Aku memberi tahu kamu, bukan bertanya." Jawab Ardi


"Ya ampun orang ini, belum juga jadi suami udah begini, apalagi jadi suami ku nanti. Ya tuhan apa takdir ku emang berjodoh dengan lelaki seperti dihadapan ku ini?" Gerutu dalam hatinya


"Jangan memaki ku, dan satu lagi jangan panggil tuan, nanti mama bisa salah paham. Perlihatkan pada mama kita saling mencintai, mengerti kamu?"


"Baik tuan."


"Kamu ini harus dibilang berapa kali baru mau menurut?" Bentak Ardi.


"Terus saya harus manggil apa? bapak, om mamang atau...


ucapan intan terpotong dan tersentak kaget


"STOP!!!.. apa apaan kamu, gak ada panggilan lain apa yang lebih enak didengar dan gak perlu terlalu sopan begitu."


"Kakak aja bagaimana?" Tanya intan lagi.

__ADS_1


"Aku bukan kakak kamu."


"Semua nya salah, jadi kamu aja yang putuskan aku manggil apa. huhhhh" Intan mulai kesal dengan Ardi, karena apa yang ia ucapkan selalu salah.


"Terserah kamu aja, asal jangan yang tadi. Sayang juga boleh," ucap Ardi sambil menggoda intan.


"Apaan coba gak mau aku panggil kayak gitu geli banget ya ampun. Mas aja gak ada kata penolakan!" ucap intan terkekeh menirukan ucapan Ardi.


"Sudah berani kamu ya," ucap ardi


"Eh mana berani aku sama kamu, tapi akan aku coba memberanikan diri. Hehe peace" ucap intan sambil tangan nya diangkat membentuk v.


Ardi pun melihat itu hanya tersenyum, intan wanita yang sangat lucu dan menggemaskan menurut nya.


"Apa perlu aku antar kamu ketempat kerja? aku lihat kamu tadi kesini naik taksi," ucap Ardi


"Gak perlu mas, aku naik taksi aja" tolak intan


"Gak apa aku antar aja, ayo!" Jawabnya sambil menarik tangan intan.


Intan hanya menghela nafas ternyata calon suami nya itu sangat pemaksa.


Tidak ada kata yang keluar dari mulut mereka saat diperjalanan, hanya saling melirik tanpa sepengetahuan masing masing.


"Terima kasih mas" ucap intan hendak membuka pintu mobil.


"Apa aku gak diajak masuk untuk makan?" Tanya nya


"Tapi kan tadi kamu udah makan mas, apa mau makan lagi atau sekedar minum?" balas intan


"Hm boleh juga" Ardi sambil melihat-lihat restoran itu.


"Duduk dulu, aku ambilkan mas minum." Intan menyuruh Ardi untuk duduk terlebih dahulu, lalu dia pergi menuju dapur.


"Tan, lu diantar sama pacar lu kesini?" tanya Hana


"Hmmm lu lupa Han?"


"Hah?"


"Itu pacar kamu tan? ganteng juga dan seperti nya orang kaya," tanya deni penasaran.

__ADS_1


"Iya, gue antar ini dulu ya," ucap intan


Tiba tiba langkah nya terhenti karena ada Rendi


"Emm pak, maaf saya antar minuman ini dulu" ucap intan


"Apa dia pacar kamu tan?" tanya rendi


'mau aku jawab apa ya kan dia bukan pacar aku'


"Ee dia itu ..." ucapannya terpotong karena ada seseorang yang melanjutkan ucapannya.


"Iya saya pacar nya, lebih tepatnya calon suaminya. Karena sebentar lagi kita akan menikah, iya kan sayang?" Jawab ardi sambil merangkul pinggang intan kuat, karena tadi dari kejauhan melihat intan mengobrol dengan Rendi.


"Emm i.. iya mas," jawab intan terbata bata karena bingung mau jawab apa.


"Kalau begitu saya permisi," ucap Rendi menahan amarahnya karena melihat Ardi merangkul pinggang intan.


Setelah kepergian Rendi, Ardi melepaskan tangannya dan kembali duduk.


"Ini mas minum nya," ucap intan menyodorkan segelas minuman.


"Seperti nya bos mu itu suka sama kamu atau kamu juga menyukai nya?" selidik Ardi dengan menyipitkan matanya.


"Aa.. aku tidak menyukai nya mas," jawab intan


Ardi langsung meneguk habis minumannya, karena terasa sangat haus dan berlalu pergi meninggalkan intan.


intan hanya melihat kepergian Ardi yang tanpa berpamitan itu seperti seseorang yang menahan amarah.


Entahlah, intan juga bingung dengan Ardi, apa dia cemburu? Ah itu rasanya tidak mungkin, karena hubungan mereka juga terikat karena syarat hutang.


Sungguh membuat author bingung dengan mereka.


Selamat membaca, semoga suka dengan ceritanya. Jangan lupa like dan favorit biar langsung tahu kalau author up baru .


.


.


.

__ADS_1


bersambung 💃💃💃


__ADS_2