Cinta Gadis Biasa

Cinta Gadis Biasa
Kemarahan ardi


__ADS_3

Ada apa ini?" tanya Ardi


Semua karyawan menoleh ke arah nya.


Dan memberikan jalan untuk atasan nya untuk melihat langsung apa yang terjadi.


Ardi dan Alex menghampiri orang di depannya yang membuat ulah d kantor nya.


Rita dan Dina tertawa menyeringai, mereka yakin bos nya akan memarahi nya.


Ardi mengenali sosok wanita di hadapan nya,


"Intan" ucap Ardi memastikan orang itu adalah istrinya karena intan menunduk.


Lalu intan mendongakkan kepalanya, untuk melihat siapa yang memanggil nya.


"Mas Ardi," ucap intan dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.


"Lepaskan tanganmu dari nya" bentak Ardi pada security.


"Tapi pak, dia masuk ingin menemui bapak tanpa membuat janji dulu" ucap Rita


"Apa harus ada janji dulu untuk menemui suaminya?" ucap Ardi datar.


Ada banyak bisik bisik dari karyawan nya,


"Jadi benar apa yang di katakan mbak ini, bahwa dia istri bapak?" tanya Dina penasaran.


"Jadi kalian sudah mengetahui kalau dia istriku. Tapi kalian melarang nya masuk menemui ku hah?" bentak Ardi membuat semua karyawan ketakutan.


"Ar sudah lah, tanya saja pada intan. Apa yang mereka lakukan sampai membuat nya menangis."


"Sayang kenapa kamu menangis, apa mereka menyakiti kamu?" ucap Ardi memeluk istrinya.


Intan hanya menggeleng, ia tidak mau resepsionis itu di pecat.


"Apa yang di lakukan mereka pada istriku katakan?" tanya ardi pada karyawan nya


"Dina dan Rita menampar wajah istri bapak, dan menyuruh security untuk menarik paksa istri anda pak." Jawab karyawan yang memang melihat nya.


"Kalian sudah bosan bekerja disini rupanya" ucap Ardi menunjuk wajah Rita dan Dina.


"Maaf pak, kami tidak tahu bahwa mbak ini istri anda" jawab Rita


"Iya pak, kami mohon jangan pecat pak. Saya butuh pekerjaan ini." Ucap Dina membuat Ardi tersenyum sinis.


"Istri ku tadi sudah mengatakan pada kalian, bahwa dia istri bos kalian. Lalu kenapa kalian sekarang bilang tidak tahu?"


"Alex urus mereka berdua" ucap Ardi pada Alex.


"Mas sudah lah, tidak usah di bahas lagi. Aku juga tidak apa-apa kan."


cup


Ardi mengecup kening intan di depan semua karyawan nya.

__ADS_1


Ardi memeluk istrinya dan mengatakan pada semua.


"Kalian semua lihat baik baik. Perkenalkan intan humaira putra adalah istri sah dari ardiansyah putra." Ardi memperkenalkan istrinya pada semua orang di kantor


"Jadi pak Ardi benar benar sudah menikah?"


"Aku kira istri pak Ardi yang model itu."


"Istri pak Ardi cantik ya?"


Bisik bisik karyawan dan masih banyak lagi.


"Gak usah pecat mereka mas, Intan gak pa-pa kok."


"Tapi sayang mereka menyakiti kamu, lihat nih pipi kamu merah" ucap nya memegang pipinya bekas tamparan Rita.


"Lupakan aja mas, kita makan siang sekarang yuk" ucap intan mengajak suaminya agar tidak memecat dua resepsionis itu.


"Mbak, maafkan kita berdua mbak. Saya tidak bermaksud untuk menyakiti mbak tadi." Rita menunduk


"Panggil ibu intan, bukan mbak" ucap Ardi tidak terima istrinya di panggil mbak mbak.


"Apaan sih mas. Aku sudah maafkan kalian" jawab intan tersenyum ramah.


"Makasih mbak eh ibu intan" ucap Rita dan Dina.


"Panggil intan aja, aku masih muda, gak cocok di panggil ibu. Kalau di sebelah ku memang sudah tua," ucap intan melirik meledek suaminya.


"Sayang, kenapa kamu mengatakan aku tua?" ucap Ardi dengan nada lembut.


"Berani kalian menertawai, ku potong gaji kalian bulan ini" ucap Ardi menatap tajam karyawan nya, seketika mereka menghentikan tawanya kecuali alex.


"Kalian semua bubar, kembali bekerja."


"Bulan ini gue potong gaji lu lex" ucap Ardi menatap lekat wajah sahabat nya.


"Hei bro, kita bicarakan baik baik masalah ini."


"Mas udah deh, kak Alex kita makan siang bertiga" ucap intan


"Yes"


"No, kita makan berdua sayang" ucap Ardi melirik Alex.


"Gue juga belum makan kali ar, tega banget sama gue" ucap Alex cemberut.


"Biarin."


"Kak alex tenang aja, udah intan siapin pisah buat kakak nih" ucap intan menyerahkan satu rantang kecil khusus untuk Alex dan langsung di ambil oleh alex.


"Makasih ya intan, kamu baik banget. Udahlah cantik, baik juga double deh, gak kek orang yang itu" ucap alex pura pura melihat keluar.


"Dasar curut, ngatain gue dan muji muji istri gue cantik lagi" ucap Ardi


"Lihat suami kamu tan, merasa banget kalau gak baik(haha) lagian intan memang cantik" ucap Alex

__ADS_1


"Sialan lu, udah yuk sayang kita makan di ruangan mas diatas" ucap Ardi membawa intan pergi tanpa berpamitan pada sahabat nya.


"Woi ada orang disini" ucap Alex


"Cepetan nikah, biar makan berdua" ucap Ardi menuju lift.


"Tapi kapan ya, gue makan sama istri sendiri" ucap Alex lalu ke lift untuk kembali keruangan nya. Awalnya mereka akan makan di kantin sambil menunggu intan. Namun ada kejadian tadi, dan akhirnya tidak jadi. Intan juga membawakan makanan.


Ardi dan intan telah berada di ruang kerja nya, untuk makan siang. Intan menyiapkan yang ia bawa di atas meja, lalu makan bersama suaminya.


"Enak banget masakan kamu, pokoknya top banget."


"Makan aja dulu mas, ngobrol nya sehabis makan nanti" ucap intan


Ardi dan intan menghabiskan semua makanan yang di bawa nya, intan membereskan lagi rantangnya.


"Sayang makasih ya, udah mau bawa makanan yang enak banget" ucap Ardi memuji masakan istrinya yang memang sangat enak menurut nya.


"Gak perlu berterima kasih mas, intan seneng kok bawain mas makan."


"Mas yang antar kamu ke tempat kerja yah sayang?"


"Gak perlu mas, intan naik taksi aja yah?" Intan menolak karena di kantor apalagi setelah makan siang, ia tahu bahwa pekerjaan suaminya sangat banyak.


"Tapi gak apa kok, mas masih ada waktu setengah jam" ucap Ardi melihat jam tangannya.


"Gak usah mas, nanti kamu kecapean, intan ke tempat kerja lagi yah" ucap intan pamit karena sudah lama meninggalkan pekerjaan nya.


"Sayang berhentilah bekerja, kamu dirumah aja, mas mampu biayain semua kebutuhan dan keinginan kamu."


"Yaudah mas, intan pergi dulu Assalamu'alaikum" Intan pamit dan mencium punggung tangan suaminya. Karena akan lama jika mengobrol terus dengan suaminya.


"Sayang, mas belum selesai bicara, wa'alaikum salam" jawab Ardi 'cup' mencium kening istrinya serta seluruh wajahnya.


"Mas apaan sih" ucap intan


"Jangan lupa jatah malam" ucap Ardi


"Dasar mesum" jawab intan lalu keluar untuk kembali bekerja.


Maaf author skip MP karena tidak lulus jadi harus direvisi ulang.


happy reading guys πŸ€—


chingguya annyeong


🌼Bila hatimu kaya kasih sayang dan cinta, maka lapangkan hatimu untuk memaafkan dan memaklumi suatu keadaan saat kamu menjadi yang merugi di dalamnya.🌼


.


.


.


bersambung πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ

__ADS_1


__ADS_2