Cinta Gadis Biasa

Cinta Gadis Biasa
Ulah jeni


__ADS_3

Ardi melajukan mobilnya sedang, agar selamat sampai kantor.


Sampai di depan kantor, ia langsung masuk para karyawan menunduk dan bertanya-tanya, kenapa bos nya telat biasanya on time.


Ardi tidak mempedulikan orang yang melihat, ia hanya ingin tau apa yang terjadi di ruangan nya.


Sampai di depan ruangan ia masuk, ada orang yang teriak teriak memakinya.


Ia dengan cepat membuka pintunya, betapa terkejutnya ia ketika tau ruangan nya banyak hancur.


"Alex apa yang terjadi?" tanya Ardi


"Maaf ar, gue udah panggil keamanan, cuma dia kek orang stress, maki lu dan hancurin barang barang lu" jawab Alex


"Puas kamu sekarang ar, buat karir aku hancur?" ucap jeni ia jenong stress.


"Bukan nya kamu yang memulainya?" ucap Ardi tersenyum sinis.


"Apa maksud kamu ar, sampai buat aku seperti ini? aku gak ada salah apa-apa sama kamu" ucap jeni


"Gak ada kamu bilang?(menunjuk mendekati jeni) kamu itu hampir membuat aku kehilangan anak aku, ngerti kamu" bentak Ardi


"Apa maksud kamu aku gak ngerti ar?" ngelak jeni


"Kamu kira aku bodoh apa? aku tahu semuanya, lu yang dengan sengaja ingin nabrak Intan, iya kan?" bentak Ardi lagi


"Kalau iya kenapa? hahah aku mau dia dan anaknya mati" ucap jeni


"Harusnya aku bukan cuma buat karir kamu hancur jen, tapi juga masuk penjara" ucap Ardi


"Aku mohon ar hilangkan semua berita itu, aku hanya ingin kita balik ar." Ardi muak dengan wanita di depan nya ini bisa bisanya ia dulu mencintai nya.


"Aku sudah punya istri jen, dan bahkan sebentar lagi akan punya anak kamu tahu itu, hubungan kita sudah berakhir. Aku mau kamu pergi dari kota mana atau negara mana sekalian, kalau kamu gak mau pergi, aku akan laporin kamu ke polisi atas tuduhan tabrak lari, dan kamu akan menetap di jeruji besi."


Jeni tidak menyangka ternyata Ardi benar benar berubah, tidak seperti dulu yang selalu membela nya, bahkan sekarang Ardi mau melaporkan nya ke polis.


"Aku akan pergi dari sini, tapi izinkan aku memeluk kamu untuk terakhir kalinya ar" ucap jeni memeluk Ardi. Ardi pun tidak menolaknya. Namun disaat itu juga jeni menusuk perut Ardi dengan pisau kecil.


Srekkk


"Apa yang kamu lakuin jen?" tanya Ardi menahan sakit di perut nya.

__ADS_1


"Kalau aku tidak bisa mendapatkan kamu, maka siapapun juga tidak boleh milikin kamu" ucap jeni menarik pisau yang menancap di perut Ardi dan menjatuhkan pisau nya.


"Apa yang aku lakukan? ar aku minta maaf," ucap jeni menyesal.


"Kalian kenapa diam saja, bawa perempuan ini ke kantor polisi" bentak Alex.


"Siap pak"


"Lex perut gu-e" ucap Ardi bajunya sudah banyak darah yang keluar.


"Tolong.... " teriak Alex ingin membawa Ardi ke rumah sakit.


Ardi mulai hilang kesadaran, kini Ardi di bantu oleh beberapa karyawan ke mobil, untuk segera di bawa ke rumah sakit.


"Ya tuhan gimana ini" ucap Alex gemetar ia langsung menuju rumah sakit.


"Bertahan ar" ucap nya.


"Aku harus sambil nelpon Rico suruh dia aja yang cerita nanti ke semua nya" ucap Alex lagi dan mencoba menelpon sahabat nya.


"Halo co, cepet tolong gue co" ucap Alex


"Lu kenapa lex?" tanya Rico


"APA....? yaudah gue hubungi semuanya, lu nanti kabari gue lagi di rumah sakit mana." Rico mematikan sambungan telepon nya, ia terkejut saat tau sahabat nya menuju rumah sakit.


Alex sampai di rumah sakit, dan langsung memanggil dokter untuk segera di tangani, sahabat nya ini sudah banyak kehilangan darah.


Beberapa saat sahabat, orang tua serta istrinya datang, orang tua intan juga datang untuk melihat keadaan menantunya.


Intan tergesa-gesa menghampiri Alex.


"Hiks kak, gimana keadaan mas Ardi hiks?" tanya Intan yang sudah menangis.


"Kamu tenang dulu ya, Ardi lagi di tangani dokter di dalam" ucap Alex


"Kenapa bisa kejadian nya gimana lex?" tanya mama dan papa Ardi.


Alex menceritakan awal dan bagaimana jeni bisa melakukan itu


"Jadi mas Ardi yang buat karir jeni hancur?" Intan hampir terjatuh, namun sahabat nya cepat menahan nya.

__ADS_1


"Hiks ya Allah mas" ucap intan menangis sambil memegang perutnya.


"Sabar nak" ucap ibu Meisya memeluk anaknya.


"Lalu sekarang dimana jeni?" tanya papa


"Sudah di bawa ke kantor polisi om" jawab Alex


Dokter keluar dari ruangan.


"Dok gimana keadaan suami saya?"


"Gimana keadaan anak saya?


"Gimana keadaan menantu saya?


"Gimana keadaan sahabat saya ?


Itu lah pertanyaan mereka serentak.


"Begini pak buk, sebelumnya saya minta maaf."


"Apa maksud dokter, gak dok suami saya gak mungkin-


ucap Intan lalu pingsan sebelum menyelesaikan ucapannya.


"Intan.. astaghfirullah angkat intan tolong" ucap mama


Mereka semua tahu Intan saat ini sangat terpukul, Rani dan juga Hana mengikuti Intan di periksa, mereka yakin ini berpengaruh pada janinnya, kita berdoa saja yang terbaik untuk pasangan suami-istri ini.


happy reading guys


see you 🤗


chingguya annyeong


.


.


.

__ADS_1


bersambung 💃💃💃


__ADS_2