
Pagi itu mama nela sudah mempersiapkan tempat, untuk Ardi dan intan menentukan pilihan mengenai kartu undangan dan prewed nya.
"Pagi ma, pa" ucap Ardi.
"Pagi sayang" jawab mama
"Hari ini kamu harus jemput intan untuk foto prewed, sama menentukan kartu undangan kalian" lanjut nya.
"Ardi kan kerja ma, jadi-
"Jadi tidak ada penolakan, papa sekarang mau ke kantor. Iya kan pa?" ucap mama memotong ucapan Ardi.
"Iya ar, kamu urus aja pernikahan kamu. Pokoknya selama belum selesai persiapan nya kamu gak usah kerja dulu, papa yang mau ke kantor. Lagian ada Alex juga yang bantu papa."
"Iya pa," jawab Ardi menatap orang tuanya. Tidak ada gunanya juga membantah, Ardi kembali ke kamar nya lagi untuk ganti baju yang lebih santai.
"Ma, Ardi berangkat ya. Assalamu'alaikum" pamit pada mamanya karena papa nya sudah berangkat.
Ini yah ardi keluar dari mobil.
"Assalamu'alaikum" ucap Ardi
"Wa'alaikum salam" jawab aina dari dalam
"Wah kak Ardi, ganteng banget pakai baju santai gini" puji aina.
"Kamu bisa aja ai" balas Ardi.
"Ya udah masuk kak, ai panggil kak intan" Mengajak Ardi masuk kedalam rumah nya.
"Kak, pangeran sudah datang menjemput" goda Aina
"Iya ai, bentar lagi kakak siap tunggu aja di luar" jawab intan karena masih memoles sedikit wajah nya dan menambah kan lipbalm lalu keluar menyusul Aina.
Pakaian intan sederhana.
Diluar juga sudah ada keluarga nya yang menemani Ardi, setelah melihat intan keluar mereka pamit agar tidak kesiangan ke tempat prewed.
Seperti biasa intan menatap lurus ke depan dan ke arah kaca jendela mobil, tanpa melihat ke arah Ardi yang di samping nya, entah rasanya canggung saat mereka berdua.
Mereka telah sampai di tempat prewed.
"Tema seperti apa yang tuan dan nona ingin kan?"
__ADS_1
"Aku mau kita foto di dapur yang di depannya ada sayuran dan buah serta rempah-rempah" jawab intan.
"Ah tidak, aku tidak setuju. Aku mau tema casual di outdoor dengan suasana perkotaan" balas Ardi.
"Tapi mas, aku mau yang seperti itu prewed nya harus di dapur!" bantah intan entah keberanian dari mana.
"Aku tetap tidak setuju, pokoknya harus tetap outdoor!" ucap ardi lagi
PG nya sampai bingung melihat pasangan di depan nya yang memperdebatkan masalah prewed.
"Jadi kalian mau pilih tema yang mana?"
"Yaudah kita pilih keduanya" ucap Ardi melirik intan yang memanyunkan bibirnya, dia gemas sebenarnya. Namun ia tahan untuk mencubit nya, apalagi mencium nya.
"Baiklah kita mulai."
Mereka bersiap-siap juga sudah memakai apron.
"Malu sekali aku pakai seperti ini" ucap Ardi tidak suka dengan apa yang di kenakan.
"Aku sudah biasa seperti ini" jawab intan
"Oke siap lebih dekat" ucap PG
"Kalian sebenarnya mau gaya gimana" ucap PG lagi, karena sudah di arahkan gaya tapi tetap saja senyum nya seperti terpaksa.
Dan ini hasilnya.
"Selanjutnya kita keluar untuk foto prewed yang kedua."
Mereka berganti pakaiannya lagi dan keluar untuk foto.
Kali ini rambut intan di gerai dan memakai topi untuk pelengkap nya jaketnya diikat di pinggang, sedangkan Ardi memakai baju kaos ber kerah. Foto yang kedua ini lebih singkat karena sudah mulai panas.
Ini fotonya dengan gaya asal mereka seperti sepasang kekasih yang senang. Akhirnya selesai dengan urusan prewed, kini mereka mau melihat kartu undangan.
"Sekarang mas aja yang milih, aku udah gak mau berdebat" ucap intan. Bukan apa? agar lebih cepat selesai dan pulang. Bisa bisa dekat dengan nya naik darah pikirnya.
"Baiklah" Ardi pun merasa sudah lelah karena banyak berdebat saat prewed tadi.
Ini ya kartu undangan pernikahan Ardi dan intan.
__ADS_1
Prewed dan kartu undangan sudah selesai saatnya pulang, namun perut intan berbunyi.
"Kamu lapar? kalau gitu kita makan dulu" ucap Ardi
"Gak usah mas, intan makan dirumah aja" tolak intan. Namun Ardi memarkirkan mobilnya di restauran.
"Ayo turun! kita makan dulu" ucap Ardi.
Intan mengikuti langkah calon suami nya masuk kedalam restauran, karena intan sangat lapar tadi pagi belum sempat sarapan.
"Kamu mau pesan apa?" tanya Ardi
"Samain aja mas" jawab intan
Ardi memanggil waiters.
"Saya pesan ini ini ini ini juga dan satu lagi ini minum nya ini sama ini" ucap ardi menunjuk makanan yang menurut nya untuk intan. Karena dia bingung makanan kesukaan intan.
'apa dia tau aku makan nya banyak'batin intan
Makanan yang dipesan pun datang, intan langsung mengambil sendok dan garpu. Namun ardi menghentikan nya.
"Baca doa dulu" ucapnya
Intan pun membaca doa bersama calon suami nya itu, setelah membaca doa langsung melahap makanan di depan nya. Karena sangat menggoda, sayang jika di anggurin.
Ardi yang melihat itu tersenyum dan ikut makan, saat mereka menikmati makanan nya ada seseorang yang menghampiri dan menyapanya.
"Ardi, intan," ucap orang itu heran kenapa intan bisa kenal dengan Ardi, dan makan bareng berdua pula.
Ardi dan intan yang di panggil pun menoleh, betapa terkejutnya intan dan Ardi saat tahu siapa orang itu, membuat intan tersedak, buru buru Ardi memberikan air.
Siapa sih yang ganggu mereka makanπ€
Author juga gak tahu siapa readers.
Happy reading I hope you like the author's novel thank you guys π€
.
.
.
bersambung πππ
__ADS_1