
Rindunya karena terpisah oleh jarak, membuat waktu berjalan seperti melambat. Padahal saat dimana mereka dekat, waktu terasa begitu cepat.
Malam hari yang seharusnya, setelah bekerja adalah waktu yang tepat untuk beristirahat. Namun berbeda dengan Ardi, yang telah mempersiapkan untuk kepulangan nya kerumah.
karena pagi sekali ia harus segera berada di bandara, hmm begitu sangat dekat dengan orang yang kita rindui.
Ia tidak sabar bertemu dengan istri dan calon buah hati yang masih di dalam perut istrinya.
Pagi sudah tiba, dimana Ardi dan Alex bersiap ke bandara.
Di perjalanan di dalam pesawat, ia berdo'a berharap selamat sampai tujuan.
Kini pesawat sudah mendarat di bandara internasional, Ardi dan Alex telah kembali selama seminggu meninggalkan kota kelahirannya.
Ardi berlari untuk menemui istrinya. Ia menemukan sang mama yang sudah menunggunya, namun tidak dengan Intan.
Ia menghampiri mamanya, mencium punggung tangan dan memeluk nya.
"Intan kemana ma?" tanya Ardi
"Mama tidak tega untuk membangun kan istrimu ar, ia begitu pulas seperti orang yang sangat kelelahan, jadi mama bersama supir kesini." Jawab mama ia tau bahwa putranya merindukan istrinya.
Ardi sebenarnya sedikit kecewa, namun ia tahu istrinya bukan karena malas, tapi karena sedang hamil.
Alex juga di jemput dan mereka pulang dengan mobil yang berbeda.
"Apa Intan dan anakku baik baik saja ma?" tanya Ardi melihat mamanya.
"Istri kamu baik baik saja nak, istri kamu itu sangat tulus dan baik hati. Mama kira dulu ia hanya cantik saja, seperti gadis biasa lainnya. Tapi mama salah, walaupun ada seseorang yang menyakiti atau memakinya, dia tetap peduli terhadap orang itu." Ucap mama kagum pada menantunya.
"Ardi juga dulu begitu ma, Intan memang selalu berpenampilan biasa. Namun di mata Ardi gadis yang luar biasa." Ardi tersenyum ia bersyukur dapat menikah dengan orang yang benar-benar tulus, inner beauty yang sangat jelas terlihat.
Mobil telah sampai di pekarangan mantion utama milik Ardi. Ia buru buru turun dari mobil, untuk cepat menemui istrinya di lantai dua.
Menaiki tangga dengan berlari, ketika di depan pintu ia membuka nya pelan.
Benar saja, ia mendapati istrinya yang masih tertidur pulas, ia mendekati istrinya dengan menarik bibirnya seperti membentuk sebuah garis(tersenyum).
Mengelus rambut nya pelan dan mencium kening istrinya.
Intan merasa terganggu dengan itu. Intan menggeliat kan badannya dan mencoba membuka matanya perlahan.
Intan mendapati suaminya tersenyum, Intan membalas senyumannya. Namun ia mengingat bahwa suaminya masih di luar kota.
__ADS_1
"Ya ampun mas Ardi, di dalam mimpi aja senyum ke Intan manis banget" ucap Intan mengira bahwa dirinya sedang bermimpi.
"Sayang," ucap Ardi menahan tawanya.
"Kenapa seperti asli, tapi kan aku tidur, kenapa mimpinya mas Ardi mulu sih jadi kangen lagi kan" ucap Intan cemberut.
CUP....
"Morning kiss" ucap Ardi mencium nya sekilas.
Intan mengucek ngucek matanya, memastikan lagi itu benar suaminya telah pulang.
"Mas Ardi beneran ini bukan bohongan?" tanya Intan di depan wajah sang suami.
"Menurut kamu asli atau palsu?" balas Ardi
Intan duduk dan memeluk suaminya erat sampai Ardi sesak.
"Sa-yang, mas gak bi sa-" ucap Ardi
Intan melepas pelukannya.
uhuk uhuk....
"Maafin Intan mas, gak sengaja suer deh" ucap Intan mengangkat tangannya membentuk huruf v.
Ardi mengubah batuknya menjadi tawa, istrinya ini sungguh lucu menurut nya.
"Gak apa kok sayang, mas cuma takut anak kita kenapa kenapa" ucap Ardi mengelus perut sang istri.
Intan melihat perutnya, yang sudah membesar memasuki trimester ketiga itu.
"Ya tuhan Intan lupa kalau lagi hamil" ucap nya menepuk dahinya.
Ardi menggeleng gelengkan kepalanya, istrinya kenapa selalu lupa bahwa dirinya sedang hamil.
"Kamu bangun habis itu sarapan" ucap Ardi.
"Tadi subuh sudah di bikinin mama susu dan bibi buatin spaghetti, padahal Intan gak laper kok, tapi habis." Ucap Intan nampak berpikir.
"Kamu ini ya" ucap Ardi mencubit hidung istrinya gemas.
"Kita cek kandungan lagi ya, mas mau tahu perkembangan anak kita di dalam sini" ucap Ardi mengelus perut Intan kembali.
__ADS_1
"iIya mas kamu mandi aja dulu, Intan turun duluan yah" ucap Intan.
"Eh gak boleh sayang, tunggu mas disini sampai mas selesai mandi. Oke?" Ardi tidak mau membiarkan istrinya turun sendiri.
"Kita pindah kamar bawah aja ya, biar gak ribet turun naik" ucap Ardi lagi.
"Mas aja di bawah, Intan disini" jawab Intan menolaknya.
'keras kepala banget istri ku ini ya Allah' batin Ardi
"Udah cepat mandi sana, mas bau tahu." Intan menutup hidungnya dan mendorong suaminya.
"Biasa nya di peluk peluk sekarang malah di bilang bau" ucap Ardi pura pura ngambek.
"Udah tua jangan ngambek, oke udah sekarang mandi cepat" ucap nya.
Ardi membuka bajunya dan mengambil handuknya, dan segera ke kamar mandi.
Author mah 2x mandi udah merasa sering banget, sebenarnya sih author masih tetap wangi walaupun gak mandi, tapi tetap jaga kebersihan ya men temen.
النظافة من الايمان
artinya
kebersihan adalah sebagian dari iman.
Semoga sehabis ini readers gak malas mandi lagi ya.
Seperti nya novel ini kurang peminat nya, jadi author tamatin aja kali ya.
happy reading guys 🤗
see you
chingguya annyeong
.
.
.
bersambung 💃💃💃
__ADS_1