
Di restauran
Tibalah Ardi di restauran tempat intan bekerja, untuk menjemput nya menemui mama nya fitting baju pengantin.
"Mau pesan apa pak?" ucap pelayan
"Tolong katakan pada intan, saya mau menjemput nya."
"Tapi ada urusan apa ya pak?" tanya pelayan lagi
"Cepat pergi saja dan katakan padanya," Bentak Ardi
"Ba-baik pak, permisi." Ucap pelayan itu lalu meninggalkan Ardi dengan cepat, karena ketakutan melihat wajah pria itu.
Di dapur
"Mbak intan, ada yang mau menjemput mbak diluar sudah menunggu dari tadi," ucap pelayan lalu pergi.
"Siapa yang menjemput ku?" tanya nya
"Ada apa tan?" tanya Hana
"Gak tahu, aku keluar yah, katanya ada yang menjemput. Aku juga tidak tahu siapa," jawab intan pada Hana seraya mengambil tas nya.
"Itu pasti pangeran mu sayang," goda Hana
Intan tersenyum mendengar nya, masa sih mas Ardi yang jemput, untuk apa? ucapnya dalam hati
Benar saja yang ia lihat orang itu duduk sambil memainkan ponselnya menunggu dirinya.
"Mas ardi," sapa nya
"Sekarang kita langsung jalan aja, mama udah nungguin kita" ucap Ardi lalu berdiri berjalan menuju mobilnya yang terparkir diikuti intan dari belakang.
"Kita mau kemana mas?" tanya intan
"Kita mau fitting baju pengantin, jadi jangan bertanya lagi." Ucap Ardi sebelum intan bertanya lagi.
Dan benar membuat intan diam selama perjalanan, tidak ada suara keluar dari keduanya, Ardi hanya sesekali melirik intan yang dari tadi hanya menatap ke arah kaca jendela mobil.
Sebenarnya Ardi merasa tidak enak pada intan telah bersikap dingin dan sering membentak. Namun ia juga tidak mau memberikan harapan pada nya, karena masih belum sepenuhnya melupakan jeni mantan kekasih nya yang selama ini ada di hati nya.
Lama bergelut dengan pikirannya, akhirnya mobil nya telah sampai di depan butik tante nia yang dari tadi sudah di tunggu mama nya di dalam.
"Ayo keluar, kita sudah sampai."
Intan hanya melihat sekilas dan turun dari mobil mengikuti langkah calon suami nya itu.
Di dalam butik
"Akhirnya kalian sampai," ucap mama
"Iya ma, Ardi kan jemput intan dulu." Jawab Ardi melirik intan
__ADS_1
"Maaf ya tante, udah nungguin lama." Intan tidak enak pada calon mertua nya itu karena sudah menunggu.
"Gak apa sayang, oh iya kenalin ini tante Nia," ucap mama mengenal kan Nia sahabat nya.
Mereka berkenalan berjabat tangan.
"Calon menantu kamu, cantik sekali nela. Ardi memang pintar mencari calon istri," ucap nia membuat intan tersenyum malu.
"Kalau gitu kita cobain baju nya sekarang ya sayang," ucap tante nia.
Intan pun mengangguk mencoba baju yang tadi di pilih mama nela.
Setelah selesai mencoba bajunya, intan keluar untuk memperlihatkan baju yang dipakai. Ia merasa tidak nyaman dengan baju nya yang sedikit terbuka di bagian depan dan bagian belakang nya, tapi tetap dipakai agar calon mertua nya itu tidak kecewa.
"Bagaimana nela, ar, baju yang ini?" tanya tante nia
"Menurut kamu gimana ar?" Bertanya pada anaknya yang sedari tadi memainkan ponselnya.
Lalu ardi mendongakkan kepalanya dan mencoba menetralkan perasaan nya yang melihat bagian depan intan yang sedikit memperlihatkan dua bukit 🤣
"Ardi gak suka ma, itu terlalu terbuka coba berbalik" Menyuruh intan berbalik badan, intan pun menuruti nya dan membuat Ardi lagi lagi menelan ludah nya kasar melihat bahu mulus calon istri nya itu.
"Udah ganti yang lain, itu tidak cocok. Apalagi itu untuk acara outdoor" ucap Ardi tak suka, lalu memainkan ponselnya kembali.
"Ya sudah, sekarang coba yang untuk indoor ya sayang," ucap mama
Intan mengangguk dan masuk lagi untuk mengganti baju yang satunya.
"Mama sih suka aja, soalnya semuanya cocok dipakai intan," jawab mama sambil tersenyum.
"Kalau menurut kamu gimana ar?" ucap Nia meminta jawaban Ardi.
Nah ini dia baju yang ke dua lebih tertutup dari pada yang pertama, namun masih sedikit terbuka di bagian depan.
"Apakah disini bajunya terbuka semua tante? kenapa bajunya sama saja seperti tadi," jawab Ardi
"Ini sudah lebih tertutup dari yang tadi ar." Tante Nia kesal karena tidak ada yang cocok menurut Ardi.
"Biar aku saja yang pilihin," pinta ardi
Nia dan nela hanya mendengus kesal dengan Ardi, sedangkan intan sedari tadi menunduk tidak mau menatap Ardi karena malu.
Entah lah dia malu apa calon suami nya itu tidak menyukai badan nya? apakah terlihat jelek? sehingga tidak ingin di perlihatkan pada orang orang? dalam hatinya.
Setelah menentukan mana yang dipilih untuk acara pernikahan nya, kini mereka di toko perhiasan untuk membeli cincin.
"Ada yang bisa saya bantu nyonya dan tuan?" ucap karyawan
"Berikan saya cincin terbaik di toko ini," ucap mama nela. Bukan sombong, ia hanya ingin yang terbaik untuk pernikahan anak tunggal nya itu.
__ADS_1
"Sebentar nyonya, saya ambil kan" ucap nya sambil mengambil sepasang cincin.
"Ini nyonya cincin nya" menyerahkan pada nela
Cincin kawin platinum jewellery gemstone.
"Bagaimana menurut kalian?" ucap nela menyerahkan pada intan dan Ardi.
"Maaf tante, ini terlalu berlebihan buat intan. Intan mau yang simple seperti ini," ucap intan menunjukkan sepasang cincin yang sederhana namun cantik.
"Coba saya mau lihat yang ini," tunjuk mama nela
"Ini nyonya" ucapnya
"Ini sayang, bagaimana kamu suka?" tanya mama nela.
Cincin couple pernikahan emas putih dan batu berlian eropa.
"Intan suka tante, tapi apa mas Ardi juga menyukai nya?" tanya nya takut melihat ardi
"Pilih saja apa yang kamu suka, aku juga akan menyukai nya," ucap ardi sambil tersenyum.
Mama nela melihat itu sangat senang melihat anaknya dan calon menantu nya itu saling mencintai menurut nya.
'pintar sekali aktingnya, cocok jadi aktor. Kenapa tidak jadi artis saja' intan dalam hatinya karena melihat Ardi ketika di depan orang tua nya seperti sangat mencintai nya, padahal dibalik itu ia bersikap datar.
"Yasudah kita pilih yang ini saja, tolong bungkus yang ini."
"Baik nyonya," jawab karyawan
Setelah membayar cincin nya mereka menuju ke tempat parkir.
"Sayang, kamu diantar ardi pulang ya. Tante udah di tunggu supir," ucap nela dan pergi tak lupa sebelum pergi mereka mencium tangan mama nela.
Kembali ke mobil untuk mengantar intan pulang.
Setelah masuk intan tidak menoleh sama sekali ke arah Ardi melainkan ia menatap kaca jendela mobil.
Agrhh ardi merasa di cuekin, tapi sebenarnya itu yang di harapkan agar intan tidak mengharapkan cinta nya.
Aneh bukan? cinta yang seharusnya ada di hati setiap pasangan yang akan menikah, ini tidak dengan mereka. Ardi menikah hanya untuk menghindari perjodohan mama nya, sedangkan intan untuk membayar hutang nya.
happy reading guys
.
.
.
__ADS_1
bersambung 💃💃💃