Cinta Gadis Biasa

Cinta Gadis Biasa
Tunangan dokter vivi


__ADS_3

Malam hari Intan dan Ardi di rumah. Seperti sebelumnya, Ardi tidak memperbolehkan ke dapur. Karena kandungan nya juga semakin membesar, kini mereka juga telah pindah di kamar bawah. Karena menurut Ardi dan orang tua nya diatas Intan kesulitan turun, itupun karena iming-iming dari Ardi ke orang tuanya, agar istrinya mau pindah.


"Mas.. Intan mau makan seblak ceker bakso yang pedes," ucap Intan ia malam ini sangat menginginkan seblak.


Ardi hanya menoleh sebentar, ia melanjutkan pekerjaan nya.


"Intan gak nyuruh mas sih, Intan beli sendiri kok" ucap Intan menatap suaminya yang masih menatap laptop di depannya.


Intan beranjak dari tempat tidur menuju keluar, sambil meneteskan air mata nya.


'kenapa mas Ardi berubah sekarang, gak mau lagi beliin Intan makanan" batin Intan


Intan keluar melihat mama papa nya di ruang tamu, ia melewati mereka.


"Ma, pa. Intan keluar dulu ya sebentar, mau beli seblak" ucap Intan.


"Loh intan, suami kamu mana?" tanya mama dan papa melihat menantunya matanya memerah.


"Sayang, kamu nangis?" ucap mama.


"Ini tadi karena pengen banget sama seblak, sampai netes air mata Intan hehe" jawab Intan.


"Kamu gak lagi ada masalah sama suami kamu kan nak?" tanya papa.


"Gak kok, mas Ardi lagi sibuk di kamar, Intan sama supir aja ya ma, pa."


"Mama temenin ya nak?" Mama menawarkan diri untuk menemani menantunya.


"Gak apa ma, Intan bisa sendiri. Intan berangkat ya assalamu'alaikum" ucap Intan menyalami mertuanya.


"Wa'alaikum salam" jawab mereka


Intan keluar mengajak supir rumah Ardi untuk mencari seblak.


"Papa ngerasa Intan tadi nangis gak?" ucap mama pada suaminya.


"Mungkin itu hanya dia sangat menginginkan seblak yang dia bilang tadi makanya menangis ma" jawab papa.


Intan sudah berada di dalam mobil menuju tempat jualan seblak di pinggir jalan, ia kembali meneteskan air mata nya.


"Kenapa non Intan nangis?" ucap supir yang melihat dari kaca.


Intan mengelap air mata nya.


"Gak kok mang, Intan pengen banget sama seblak jadi gini deh" jawab Intan


Supir nya pun memaklumi karena Intan sedang hamil.


'kenapa mas Ardi mulai mengabaikan aku' batin nya


Mobilnya telah sampai di tempat seblak, Intan turun untuk membelinya, mengajak supir nya juga agar menemani nya.


Ardi selesai dengan pekerjaan nya ia menutup laptopnya dan menyimpannya ke ruang kerja, ia kembali ke ranjang melihat kemana istrinya pergi pikirnya.


"Loh tadi kan disini, kenapa sekarang gak ada" ucap Ardi.


"Sayang"


"Sayang"


Ardi memanggil istrinya ke ke kamar mandi, sampai di luar kamar juga.


Mama dan papanya mendengar Ardi teriak memanggil istrinya.


"Ada apa ar?" tanya mama


"Apa mama sama papa lihat Intan?" tanya Ardi


"Jadi kamu mengabaikan istri kamu, makanya tadi dia nangis" ucap mama


"Nangis?" Ardi juga bingung apa dia tadi salah bicara, tapi perasaan gak ngomong apa-apa.

__ADS_1


"Udah papa bilang, prioritas utama kamu itu harus istri kamu dari pada pekerjaan."Ucap papa


"Iya tahu pa, tapi Intan kemana? kenapa nangis?" ucap Ardi


"Dia ngajak supir beli seblak, tadi keluar nangisnya sih katanya karena pengen banget. Mau mama temenin gak mau dia" jawab mama


Ardi langsung keluar mau menyusul istrinya ke tempat jualan seblak, dengan buru buru ia menyalakan mobil dan melajukannya cepat.


"Intan pasti tadi ngomong sama aku, kenapa bisa gak denger sih" ucap nya karena ia terlalu fokus dengan kerjanya, ia yakin istrinya pasti sedih dan menyangka bahwa dirinya mengabaikan nya.


Di tempat seblak


Intan makan seblak di temani pak supir dengan duduk di meja yang berbeda.


Ada dua orang menghampiri nya.


"Ibu Intan" ucap Vivi ia adalah dokter kandungan Intan.


Intan mendongakkan kepalanya, ternyata ia mengenalnya.


"Dokter Vivi" ucap Intan


"Sendiri aja buk?"


"Saya sama mamang kesini." Intan menunjuk supirnya.


"Suaminya kemana buk?" tanya dokter karena tidak dengan suaminya.


Intan menghela nafas.


"Suami saya di rumah tadi banyak pekerjaan, jadi saya hanya diantar mamang kesini dok" jawab Intan


"Oh iya dokter sama siapa kesini?" tanya Intan karena teman dokter tidak melihat ke arah nya.


"Saya dengan tunangan kesini buk beli seblak juga" jawab Vivi malu-malu.


'sepertinya pernah lihat orang ini" batin Intan


'kak arlan?'


Arlan membalikkan badannya menghadap Intan.


Ia mengulurkan tangannya untuk berkenalan.


"Kak Arlan? ternyata tunangan dokter Vivi kak Arlan?" tanya Intan tersenyum


"Kalian udah saling kenal?" ucap Vivi menatap Arlan seperti butuh penjelasan.


"I iya kita saling mengenal" ucap Arlan


"Sejak kapan dokter tunangan?" tanya Intan penasaran.


"Kita tunangan semenjak 2 bulan lalu, kita juga kerja di rumah sakit yang sama" jawab dokter.


'alhamdulillah kalau kak Arlan sudah melupakan aku, dan menerima wanita lain di hidup nya.' batin Intan


'sebenarnya aku menerima Vivi ini karena untuk melupakan kamu Intan, aku masih cinta sama kamu.' batin arlan


Tak lama Ardi sampai disana mencari keberadaan istrinya.


"Sayang, kenapa kamu gak bilang mau pergi kesini?" ucap Ardi menatap istrinya.


'aku senang kalau kamu benar benar menyayangi Intan ar'


"Eh dokter Vivi disini juga?" tanya Ardi dan melirik Arlan.


"Kamu ngapain disini lan?" lanjut nya tidak suka ia mengira bahwa arlan mengganggu istrinya.


"Aku makan ar sama Vivi" jawabnya


"Iya mas mereka makan disini, tahu gak? ternyata dokter Vivi itu tunangan sama kak Arlan," ucap Intan memberi tahu suaminya bahwa Vivi dan arlan bertunangan.

__ADS_1


"Kamu beneran tunangan sama dokter vivi?" tanya Ardi tidak percaya karena tidak mungkin semudah itu melupakan orang yang dicintai nya.


"Kalau gak percaya tanya aja sama Vivi" jawab arlan.


"Iya pak kita sudah tunangan" jawab Vivi


"Berarti sekarang kamu tidak usah lagi panggil pak atau buk, panggil aja Ardi dan Intan. Iya kan sayang?" ucap Ardi merangkul istrinya, ia ingin mengetahui apa arlan masih ada rasa atau tidak sama istrinya.


Intan tersenyum, "iya mas" jawab nya.


Arlan melihat itu langsung mengajak Vivi pulang, ia tidak mau lama lama melihat wanita yang ia cintai di rangkul orang lain apalagi yang merangkul itu teman lamanya.


"Vi, udah malam kita pulang yuk" ucap nya mengajak Vivi pulang.


"Pak eh Ardi, Intan. Saya pulang duluan ya selamat malam," ucap Vivi.


"Duluan ya" pamit Arlan meninggalkan mereka.


'aku tahu lan, kamu masih cinta sama Intan' batin Ardi


Intan melepas rangkulan suaminya.


"Ngapain sih mas nyusul segala, tadi malah diam aja" ucap Intan.


"Sayang mas minta maaf, mas bukan mengabaikan kamu tadi, tapi lagi sibuk. Jadi gak denger kamu ngomong apa" jawab Ardi


"Yaudah kamu yang bayar, aku sama supir aja pulangnya" ucap Intan


"Eh kamu pulang sama aku aja, kalau gak mau yaudah aku juga gak mau bayarin" ucap Ardi


"Gak apa aku juga punya uang buat bayar" ucap intan.


"Katanya kaya tapi pelit banget" gerutu Intan sambil berjalan ke kasir.


Setelah selesai membayar ia mencari supir nya.


"Loh mamang kemana? tadi kan makan disini" ucap Intan


"Cari apa sayang?" tanya Ardi


"Mamang tadi kemana?" ucap Intan


"Udah aku suruh pulang duluan, biar kamu mau pulang sama aku" ucap Ardi


Ck... Intan mendecak kesal, padahal ia masih merasa ngambek. Tapi malah supirnya pulang duluan, jadi terpaksa harus pulang dengan suaminya.


Mereka masuk ke dalam mobil dan melaju sedang. Intan tidak melirik sama sekali ke arah ardi ia hanya menatap keindahan malam kota.


Namun tiba-tiba Ardi menghentikan mobilnya


'apa aku gak salah lihat' batinnya


"Kenapa berhenti disini sih mas, ada apa?" tanya Intan


"Em gak apa kok" jawab Ardi kembali melajukan mobilnya.


Mobil pun telah sampai di garasi, Intan dan Ardi cepat masuk kedalam, karena sudah malam waktu nya untuk istirahat.


Happy reading guys


see you 🤗


chingguya annyeong


.


.


.


bersambung 💃💃💃

__ADS_1


__ADS_2