Cinta Gadis Biasa

Cinta Gadis Biasa
Rani dan Hana ke rumah


__ADS_3

Tok tok...


"Sayang, apa mama boleh masuk?" ucap mama mengetuk pintu.


"Masuk aja ma gak apa" jawab Intan


cklek...


Nela menghampiri menantunya, yang duduk di atas ranjang tengah melihatnya.


"Sayang gimana keadaan kamu, apa masih mual?" tanya mama.


"Lumayan ma gak terlalu sih, cuma kalau nyium bau makanan dirumah, masih belum nerima. Maaf ya ma Intan gak turun bantu masak, karena bau bawang aja Intan gak kuat." Ucap Intan tidak enak pada mertuanya.


"Gak apa nak, mama ngerti. Dulu waktu mama hamil Ardi malah gak mau dekat papa, karena mual, padahal menurut papa udah wangi. Tapi mama gak suka bau badannya," jawab mama yang lebih mengerti dengan wanita hamil karena sudah mengalami.


"Jadi seperti Intan masih wajar ma?" tanya intan lagi


"Iya sayang, semua wanita hamil berbeda beda keluhannya" jawab mama lagi


tok tok..


Intan dan nelayan menoleh, ada orang yang mengetuk pintu di luar.


"Biar mama yang buka," ucap mama


Mama Nela berjalan membukakan pintu.


"Assalamu'alaikum tante," ucap Hana dan Rani.


"Wa'alaikum salam eh nak Rani sama-


"Hana tante" jawab Hana memperkenalkan diri.


"Oh iya Hana ya udah masuk" ucap Nela tersenyum mengajak mereka menemui menantunya.


Mereka mengikuti langkah nela ke dalam kamar.


"Sayang teman teman kamu datang, mama keluar dulu ya" ucap mama


"Iya makasih ya ma" jawab Intan dibalas anggukan kepala oleh mertuanya, lalu meninggalkan mereka bertiga.

__ADS_1


"Akhirnya kalian datang juga, makasih ya" ucap Intan memeluk kedua sahabatnya.


"Iya gue kangen sama lu, udah beberapa hari ini kita gak ketemu" ucap Rani


"Semenjak lu hamil juga makin susah kita ketemu" ucap Hana


"Mana pesenan gue?" ucap intan


"makanan aja lu ingat" jawab Hana


"Kalian gak ikhlas ya ngasi ke gue?" ucap Intan cemberut


Rani menyenggol lengan Hana.


"Lu nih han, udah tahu kalau bumil sensitif" bisik Rani


"Ponakan onty sayang. Bilang sama mama kamu, jangan cemberut gitu dong" ucap Hana mengelus perut intan.


"Bilang sama mama, onty ikhlas ngasi nya" ucap Rani


"Onty onty makasih ya udah bawain makanan pesanan aku" ucap intan menirukan suara anak kecil


Intan makan semua yang di beli sahabat nya, seperti orang yang sangat kelaparan.


"Kenyang banget" ucap Intan


Rani dan Hana menelan saliva nya, melihat makanan yang mereka bawa ludes seketika.


"Gue pengen jalan-jalan, kita ke mall yuk. Pasti mama izinin kalau bareng kalian, please mau ya" ucap intan memohon.


"Tapi suami lu gimana?" tanya Rani


"Iya, takut ada apa apa gimana? nanti kita yang di salahin" ucap Hana


"Kita santai aja aman" ucap Intan


Setelah setuju Intan berganti pakaian dan siap jalan jalan, menuruni tangga untuk berpamitan pada mertuanya.


"Ma, Intan izin keluar boleh ya? kan ditemenin Rani sama Hana" ucap Intan memelas pada Nela


"Tapi sayang, suami kamu nanti marah kalau mama izinin kamu pergi" jawab mama

__ADS_1


"Mama tenang aja yah Intan baik baik aja kok, lagian intan bosan di rumah, boleh ya ma?" ucap Intan lagi


Nela tidak tega melihat menantunya, ia mengerti menantunya, bahwa kalau hanya di rumah saja pasti sangat bosan.


"Baiklah. Tapi hati hati ya" ucap mama


"Makasih ya ma" ucap Intan memeluk mertuanya.


"Kita pamit yah tante"


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikum salam"


Mereka menjalankan mobilnya menuju mall. Sesampainya di mall mereka jalan jalan mencari barang barang yang di inginkan, Intan hanya membeli beberapa baju hamil untuk persiapan nya nanti.


Setelah selesai berbelanja mereka kembali ke parkiran, namun intan menyeberang tanpa melihat kanan kiri.


"INTAN.... AWASS"ucap sahabat nya


Intan melihat mobil yang melaju kencang dari arah sampingnya, yang tidak begitu jauh lagi mengenai dirinya.


terus gimana thor?


mau tahu banget yah?


malah nanya balik sih thor


kalau mau tahu like, vote, klik favorit biar selalu dapat notif dari karya author di bab baru.


chingguya annyeong 🤗


happy reading guys


.


.


.


bersambung 💃💃💃

__ADS_1


__ADS_2