Cinta Gadis Biasa

Cinta Gadis Biasa
Nuduh gak jelas


__ADS_3

Di rumah Intan, ia baru selesai mandi dan berganti pakaian, Intan mendengar ada notif pesan di ponsel nya. Ia berjalan mendekati ponsel nya itu dan melihat siapa yang mengirim pesan.


"Ternyata dari tadi mereka ngajak aku ke taman" ucap nya lalu ia scroll sampai ia menemukan foto yang seperti nya ia mengenalnya.



"Mas Ardi? sama siapa yah?" tanya pada dirinya sambil mengingat siapa yang duduk di sebelahnya.


"Ini kan jeni mantan mas Ardi itu, kenapa bisa sama mas Ardi? bukannya ia berada di penjara, apa mas Ardi yang ngeluarin dia?" tanya nya tak terasa air mata bumil ini menetes, ia merasakan sesak di dadanya.


Ia terus berpikiran bahwa suaminya telah kembali dengan jeni mantan nya.


Ia menangis mendudukkan dirinya di ranjang.


"Ya Allah apa aku harus berpikir positif lagi setelah apa yang aku lihat, kenapa mas Ardi bisa bersama jeni di taman? kenapa gak langsung kerumah nyusul aku, apa benar dia menduakan aku memilih wanita yang lebih sexy, karena tubuhku yang mulai berubah hiks" ucap nya menangis mengusap perutnya.


Ia tetap menangis, namun perlahan mulai mereda. Ardi juga sudah datang untuk menyusul istrinya di rumah orang tua nya.


"Assalamu'alaikum" ucap Ardi pada mertuanya.


"Wa'alaikum salam" jawab orang tua intan


Ardi berjalan masuk karena pintu rumah Intan terbuka, menghampiri kedua mertuanya dan menyalaminya.


"Kamu udah pulang nak?" tanya papa


"Iya pa, kata mama Intan kesini, jadi Ardi nyusul" jawab nya


"Kamu langsung masuk aja mandi nak" ucap mama.


"Iya pasti capek pulang kerja" timpal papa


"Iya pa, ma. Ardi ke kamar Intan ya" ucap nya di balas anggukan oleh mertuanya.


Ardi berjalan menuju kamar istrinya dan mengetuk pintu, namun tidak ada suara, Ardi membuka pintu dan melangkah masuk ke kamar istrinya yang tidak begitu luas seperti kamarnya.


Ardi melihat istrinya di atas ranjang menutupi seluruh tubuhnya, ia tersenyum melihat itu.


"Sayang, mas pulang. Jangan tidur sore gini gak bagus loh apa lagi kamu sedang hamil" ucap nya menghampiri istrinya.

__ADS_1


"Sayang, bangun dong yuk udah sore." Ardi membuka selimut Intan namun Intan menahannya.


"Kamu pura pura tidur ya" ucap Ardi lalu ia mencoba membuka nya paksa dan terlihat lah wajah istrinya. Namun kenapa ia melihat mata istrinya itu sembab seperti habis menangis.


"Sayang kamu kenapa?" ucap Ardi menangkup wajah Intan namun Intan membelakangi nya.


"Sayang mas ada salah ya sama kamu? kalau ada mas minta maaf," ucap nya lagi ia tidak tau ada apa dengan istrinya ini padahal tadi pagi ia tidak ada masalah apa apa.


Intan bangun dari tidur dan berdiri, ia berjalan menuju pintu keluar, tapi Ardi menahannya.


"Sayang ada apa?" tanya Ardi


Intan tersenyum smirk melihat suaminya.


"gGak tahu salahnya? atau pura pura lupa?" ucap intan.


"Sayang, mas memang gak tahu apa salah mas, makanya kasi tahu." Ardi sungguh tidak mengerti dengan istrinya.


Intan lalu ke ranjang mengambil ponsel nya, memperlihatkan foto yang tadi di kirim oleh kedua sahabatnya. Iya Hana dan Rani yang mengirimkan foto itu.


Entah apa yang ada di pikiran mereka dengan sengaja memberikan foto itu pada Intan, padahal mereka tau Intan sensitif dengan hal yang membuat ia sedih.


Entahlah aku juga tidak menanyakan nya.


"Sayang denger ya, ini tuh kamu salah paham" ucap Ardi.


"Salah paham apa? kamu duduk berdua pulang kerja begini, di taman lagi ada apa lagi kalau gak ada hubungan hiks?" ucap Intan kembali mengeluarkan air mata nya.



"Hiks tega ya kamu mas, ngeluarin jeni agar bisa kembali lagi sama dia, karena tubuhku yang mulai membengkak ini."


Ardi memeluk istrinya paksa walaupun Intan memberontak ia tetap memeluk istrinya.


"Sayang, dengarkan aku dulu!"


"Aku sering bilang sama kamu, jangan langsung berpikir buruk hanya karena foto sebelum kamu menanyakan dulu pada orang nya. Benar atau tidak yang di foto ini apa yang mereka bicarakan, jangan langsung berpikiran bahwa mas akan duain kamu."


"Saat ini kamu sedang hamil baby boy, kamu jangan sedih terus ya, nanti kasian baby nya ikut sedih" ucap nya melepas pelukannya dan menangkup wajah sang istri.

__ADS_1


Lalu Ardi menceritakan semuanya tentang jeni yang di keluarkan dari penjara oleh sepupunya yaitu arlan, ia juga menceritakan apa yang jeni jelaskan dan memberikan undangan.


"Hiks beneran kamu gak bohong?" tanya Intan


Ardi tersenyum dan mengambil undangan yang jeni berikan, lalu menyodorkan pada istrinya.


"Beneran mas?" ucap nya menghentikan tangisnya.


"Arlan dan jeni telah berubah, dan ini undangan dari jeni asli sayang, jeni menyuruh kita untuk datang di acara pernikahan nya."


Intan merasa sangat bersalah telah menuduh suaminya berselingkuh.


"Maafin Intan mas, Intan salah menuduh mas Ardi menduakan Intan" ucap Intan memeluk suaminya.


"Sampai kapanpun, mas akan cinta sama kamu, walaupun badan kamu bengkak seperti emak emak yang biasa kita temui itu, bentuk nya seperti apapun mas akan tetap akan bersama kamu sayang," ucap nya mengecup kening istrinya sambil mengelus nya lembut.


"Hahah bentuk nya sama begini mas cuma lebih berat" ucap Intan


"Malah itu bohay sayang lebih menggoda," ucap nya diiringi tawa.


Intan memukul dada Ardi pelan, setelah drama penyambutan tangis, Intan menyuruh Ardi untuk mandi karena sudah hampir maghrib.


Pesan teman author:


Kalau kita ada masalah, atau mendengar kabar gak enak mengenai pasangan, sambutlah suami kita dengan senyuman. Setelah suami kita sudah segar kembali karena kelelahan bekerja, baru kita menanyakan nya dengan baik baik, jangan langsung marah marah gak jelas bisa bisa bukan nya masalah selesai malah tambah besar.


Api disiram bensin duarrrrrr meledak


happy reading guys


see you🤗


chingguya annyeong


.


.


.

__ADS_1


bersambung 💃💃💃


__ADS_2