Cinta Gadis Biasa

Cinta Gadis Biasa
Pertemuan pertama


__ADS_3

Bruuukkkk..


Intan memejamkan mata kala ia menabrak sesuatu didepan nya


'ya Allah astaghfirullah'batin intan terus berucap dalam hati.


Ada seseorang keluar dari mobilnya seperti nya menghampiri nya, intan yang masih enggan membuka matanya dan masih diatas motor memegang dadanya karena masih terkejut.


Hingga ada suara seseorang yang menyadarkan nya, lalu intan membuka matanya dengan pelan,hingga dirinya kembali terkejut.


"Apa yang kau lakukan dengan mobil ku?" Tanya seseorang itu menatap tajam ke arahnya.


"Aaa- aaku ti- tidak sengaja mas, maaf kan aku." Ucapnya terbata bata sambil mengatupkan kedua tangannya.


"Mas kau bilang, emang aku seperti orang jualan cilok, mas mas.


Kamu tahu, berapa biaya yang harus kamu ganti rugi?" Ardi yah orang itu tuan muda.


"Berapa tuan saya akan ganti? Walaupun dengan menyicil."


"Kamu yakin bisa menggantikan semua biaya nya?" Tanya dengan senyum smirk nya, tidak yakin jika intan akan mampu membayar nya.


"Iya, saya yakin tuan."


"10 M" Ucapnya hingga intan yang tadi nya menunduk langsung melotot, rasanya susah sekali menelan saliva nya.


"Aaa-apa tuan 10 M?" Tanyaku tidak percaya 10 jari nya terangkat.


"Kenapa kamu kaget kan? sini tas kamu," pintanya.


"Untuk apa tuan? Saya gak punya uang nya sekarang, apalagi sampai 10 M."


"Aku hanya takut kamu kabur, jadi aku ambil ini." Menunjukkan KTP intan yang sudah berada di tangannya.

__ADS_1


Hmm sambil menghela nafas nya berat, walau intan yakin tidak akan bisa terbayar.


"Baik lah tuan, kalau gitu saya berangkat kerja. Saya sudah terlambat."


"Jangan coba coba kabur dariku, atau kau akan tau akibat nya."


"Siapa juga yang mau kabur," lirih intan.


"Apa kata mu?"


"Tidak tuan, kalau gitu saya berangkat."


Ardi menatap kepergian gadis itu lalu ardi segera masuk ke dalam toko kue membeli cake kesukaan nya untuk dibawa ke kantor.


di restauran


"Maaf pak saya telat, tadi ada masalah sedikit di jalan."


"Masalah apa tan? Apa kamu tidak apa apa?" Pak Rendi dengan raut wajah khawatir, ia yang seperti itu membuat jantung intan dagdig tapi gak dug.


Ia mengangguk dan menatap kepergian intan.


Di dapur.


"Tumben lu telat tan?" Tanya Hana


"Iya tan tumben, biasanya lebih awal dari kita." Deni juga ikut bertanya mengapa intan telat masuk kerja.


"Huhhhh sebentar, gue atur nafas dulu." Ucap intan menghela nafasnya.


"Lah, dari tadi gak nafas berarti?" Mereka mentertawakan intan.


Lalu setelah dirasa tenang, intan menceritakan semua kejadian tadi di jalan mereka sangat terkejut.

__ADS_1


"APA? 10 M?" Hana meninggikan suaranya


cepat cepat intan membekap mulut nya,


Deni pun tak kalah terkejutnya.


"Padahal tadi gue lihat juga tidak seberapa parah mobil nya, hanya lecet sedikit. Lebih parah lagi motor gue, bagian depan belum lunas juga masih dua bulan lagi."


Mmaaf tan, gue juga gak bisa bantu lu." Hana dengan raut wajah sedih karena tidak dapat membantu temannya.


"Gue bisa tan bantu lu sedikit." Deni bersedia untuk membantu intan, walaupun tidak semuanya.


"Makasih ya, kalian udah jadi sahabat gue dan mau membantu gue. Tapi gak perlu di bantu, gue coba cari pinjaman diluar."


tiba tiba pak Rendi datang dan menawarkan bantuan


"Berapa yang kamu butuhkan tan? saya siap membantu."


Intan dan kedua sahabatnya terkejut dengan kedatangan nya yang tiba-tiba.


"Saya minta pinjaman pada teman saya saja pak iya kan han?" Intanmenyenggol lengan hana.


"Eehhhh ii-iya pak."


"Kalau perlu bantuan, saya siap membantu nya tan, kamu gak perlu sungkan." Senyum nya bikin meleleh yang menatapnya.


"Aaa iya pak, kita lanjut kerja lagi permisi." Intan mencoba menghindari, agar jantung nya aman.


Pak Rendi pun kembali keruangan nya dan intan kembali bekerja hingga sore tiba ...


.


.

__ADS_1


.


bersambung 💃💃💃


__ADS_2