
"Tan kenapa gak pernah ada yang tagih kontrakan kita harus nya kan ada tukang tagih seperti yang tv itu kalau nunggak?" Tanya ibu
"Gak ada bu" jawab intan tersenyum.
"Apa kamu udah bayar lebih, jadi gak ada yang tagih?" Mama penasaran.
"Sebenarnya ini rumah intan bu, dari hasil kerja intan selama ini yah walaupun sederhana. Makanya kamar nya juga dua dan disini gak terlalu berdempetan dengan rumah lain."
"Kok kamu gak ada cerita sama mama nak, mama kira kamu selama ini boros sekali dengan menyukai anak yang ganteng ganteng itu."
"Hah? siapa maksud ibu?" Tanya intan bingung.
"Itu yang di pajang di kamar kamu tan."
Buahahahahha intan kira ibu menuduh nya dengan pria mana, ternyata poster idol Korea EXO dan adik adik nya NCT .
"Poster aja Bu, gak sampe buat intan boros mengeluarkan banyak uang."
"Yah kan ibu gak tahu, soalnya adik kamu juga suka begituan tapi wajah mereka berbeda."
"Hehe intan dan Aina sama sama penyuka idol Korea Bu, tapi beda agensi punya Aina BTS sedangkan punya intan EXO sangat berbeda."
Membayangkan adiknya itu sangat menyukai BTS
"Ibu dulu mengira kalian punya banyak pacar simpanan."
"Gak mungkin lah bu, intan kan gak punya pacar."
"Tapi nak apa kamu tidak memikirkan usia kamu yang sudah dewasa dan ibu sama papa sudah tua bagaimana kalau kami tidak sampai melihat anak kamu nanti," ibu serius.
"Iya bu, intan juga mikir gitu tapi jodoh udah diatur sama Allah bu."
__ADS_1
"Iya ibu tahu, tapi kamu juga harus pikirkan itu nak bukan nya ibu memaksa kamu untuk segera menikah."
"Iya bu, intan ngerti."
Sebagai orang tua melihat anaknya di omongin tetangga nya dikampung di banding bandingkan dengan teman sebaya nya, ada rasa sakit hati karena belum memiliki pasangan.
Di kediaman Ardi.
"Ar, mama udah tua. Kapan mau bawa mantu buat mama? Pengen rasanya nimang cucu seperti teman-teman mama."
"Secepatnya ma," jawab ardi padahal dia juga bingung siapa yang akan dibawa, hubungan nya saja sudah putus dengan jenong.
"Mama gak mau sama pacar kamu itu ar dia gak sopan."
Ardi menghela nafas panjang
"huffh Ardi udah putus sama jeni ma."
"Bagus dong, berarti mama bisa jodohin kamu sama anak temen mama."
Entah siapa, tapi untuk sementara pada mama nya bilang aja ada.
"Kenalin sama mama ar, biar mama kenal sama calon mantu mama bagaimana kalau besok?" Atusias mama nela.
"Hah besok? gak ma dia juga sibuk, nanti aja kalau udah ada waktu Ardi kabarin mama."
"Oke, minggu ini sudah harus dikenalin ke mama. Kalau gak terpaksa mama jodohin kamu ar," ancam mama dan pergi meninggalkan ardi yang masih memikirkan ucapan mamanya.
"Arrrghhhh... salah lagi gue ngomong coba aja tadi bilang gak ada apa masih mau di jodohin secepat itu?"
Ardi kembali ke kamar nya entah apa yang ia pikirkan sampai larut malam ia sulit memejamkan mata nya hingga akhirnya tertidur.
__ADS_1
Subuh terbangun seperti biasa adzan subuh berkumandang dan melaksanakan kewajiban sholat.
"Pagi ma, pa. Ardi langsung berangkat ya sarapan di kantor dah."
"Ini mama udah siapin roti ar," Teriak mama.
"Buat papa aja," teriak ardi sambil melambaikan tangan nya
"Anak papa itu"
"Anak mama juga"
"Iya, tapi persis papa"
"Papa juga pamit berangkat ya ma, jangan marah marah udah tua bye sayang." Papa pergi setelah mengecup kening istrinya itu.
"Ya ampun papa sama anak sama aja, tapi itu juga anak sama suami aku." Nela tertawa dengan ucapan sendiri.
Di jalan
Seperti biasa, intan berangkat kerja tiba tiba dijalan ia di kejutkan dengan sosok seseorang yang sudah menunggu dirinya.
haisss siapa sih thor
Ya author juga gak tahu readers...
happy reading guys 😉
.
.
__ADS_1
.
bersambung 💃💃💃