
Pagi menyapa dari tidur nyenyak semalam, walaupun sedikit terlelap dengan sedih nya sore itu. Namun, kini hari yang berbeda.
Terbangun dari tidur lalu melanjutkan dengan mandi dan shalat subuh terlebih dahulu, sebelum melakukan aktivitas seperti biasa.
Kini waktunya untuk berangkat bekerja selesai memoles wajah nya sedikit dengan perawatan sederhana, seperti sun screen untuk melindungi kulit wajah dan sedikit polesan make up tipis dan lip balm untuk menjaga kelembaban bibir.
"Bismillah" ucap intan keluar kamarnya
Diluar sudah ada orang tua serta adiknya menoleh ke arah intan yang sedari sore kemarin hanya berdiam di kamar.
"Pagi ayah, ibu, ai" sapa nya tersenyum dan duduk.
"Pagi nak, bagaimana keadaan kamu?" ucap ayah
"Iya tan, kamu kan gak makan semalam" tanya ibu
"Emang kak intan gak makan ya semalam? apa mungkin diet, karena sebentar lagi mau nikah sama kak Ardi," ucap Aina tertawa. Karena di tatap oleh kedua orang tua nya ia menghentikan nya.
Intan tetap santai memakan sarapannya.
"Kenapa kamu gak cuti aja nak, kan sebentar lagi acara pernikahan kamu."
"Iya yah, intan mau ke tempat kerja hari ini karena mau cuti kok."
"Intan berangkat dulu ya, assalamu'alaikum" ucap intan pamit
"Wa'alaikum salam" jawabnya
Sebelum buka pintu ada yang ketuk pintu.
Tok tok...
"Assalamu'alaikum" ucap nya dari luar yang suaranya terdengar tidak asing.
"Wa'alaikum salam" jawab intan
"Mas ardi ngapain kesini?" tanya intan kenapa pagi sekali berkunjung ke rumah orang pikir nya.
"Calon suami nya datang harus nya di sambut dengan baik suruh masuk, ini malah ditanya mau ngapain? Emang salah berkunjung?" jawab Ardi
"Siapa tan?" tanya ibu
"Eh nak Ardi kenapa masih dilua ayo masuk."
"Saya gak diajak masuk tante, jadi masih diluar" jawab Ardi melirik intan yang masih berdiri di depan pintu.
"Yaudah masuk sarapan dulu nak" ucap ibu
"Gak usah tante, saya kesini cuma mau antar intan ke tempat kerja nya, karena hari ini kan intan mau cuti."
"Gak usah mas, aku bisa sendiri. Mas masuk aja aku mau berangkat" ucap intan melewati Ardi yang masih belum masuk.
"Gak boleh, sini kunci motor kamu" ucap ardi merampas kunci motor intan.
"Kunci motor ku" Intan ingin mengambil namun sudah diserahkan ke Aina.
"Ai, sekarang kamu bisa jual motor kakak kamu," ucap Ardi mengedipkan mata nya ke calon adik ipar nya itu.
"Oke kak, lagian sebentar lagi kan kak ardi yang akan antar jemput kak intan, aina juga punya motor" balas nya yah aina punya motor dibeliin Ardi.
"Jangan macam macam kamu ai sama motor kakak" ucap intan.
"Ayo bu, masuk hati hati ya kak ardi." Aina pura pura tidak mendengar nya.
"Ih ibu, aina gitu" ucap intan mengadu ke mama nya sambil memanyunkan bibirnya.
Membuat yang melihat tingkah anak anaknya gemas mama dan aina tertawa dan Ardi tersenyum.
"Kak ardi lihat kan? tingkahnya seperti anak kecil" ledek Aina
Ardi mengangguk dan intan cemberut.
"Kalau gitu saya antar intan dulu ya tante ai, assalamu'alaikum" pamit Ardi pada ibu dan adik intan.
Menuju mobilnya diikuti intan.
Ardi memakai sitbelt dan melihat intan yang masih cemberut seketika tertawa.
Intan melirik tajam ke arah nya.
"Apa ketawa ada yang lucu?" tanya intan
"Ada" jawab Ardi masih tertawa.
__ADS_1
"Kalau belum mau jalan dan masih mau tertawa, biar intan pakai motor aja deh" pinta nya sudah mau membuka sitbelt.
"Eh iya iya kita berangkat" ucap Ardi menahan tangan intan.
Ardi melajukan mobilnya sambil melirik ke arah intan yang masih cemberut menatap ke depan, namun tiba tiba ada pesan masuk dan membuat intan tertawa sembari membalas pesan.
'aneh, tadi cemberut sekarang berubah ketawa ngakak terima pesan dari siapa dia, apa arlan?' pikir Ardi.
"Pesan dari siapa?" tanya ardi penasaran.
"Cuma teman" jawab intan
"Cowo apa cewe?" tanya lagi
"Kalau cowo kenapa? kalau cewe kenapa?" Intan tanya balik
"Kamu ini aku tanya ya jawab, jangan malah nanya balik" ucap ardi mulai kesal
Buahahahahha intan tertawa seperti nya dia sengaja membuat Ardi kesal.
"Ini pesan grup sahabat aku mas, Hana sama Rani" ucap intan
"Apa yang kalian bahas?" tanya ardi lagi.
"Mau tahu aja atau mau tau banget?" ucap intan
"INTAN HUMAIRA.." bentak nya.
Bukan takut intan malah makin tertawa, Ardi pun tersenyum melihat intan yang tertawa seperti itu.
Wanita yang akan menjadi istrinya itu kini seperti tidak mempunyai beban masalah mengingat selama ia kenal calon istri nya itu hanya tersenyum saja, apalagi kejadian kemarin calon istri nya itu menangis.
"Maaf mas, intan suka aja liat mas kesel" ucap intan menghentikan tawanya.
"Gak apa yang penting kamu senang" balas Ardi datar
"Tadi tuh kita bahas pernikahan kita yang bridesmaid nya sahabat aku sama sahabat kamu" ucap intan
"Terus apa yang di ketawain dari itu?" tanya ardi merasa aneh dengan wanita, masa iya bahas begitu aja Sampai ketawa cekikikan pikirnya.
"Kamu mulai cerewet ya mas nanya mulu, sekarang kamu nyetir aja yang bener" balas intan
"Kamu berani ya sekarang perintah aku."
"Memang nya dengan kita mengobrol dan aku yang terus nanya sama kamu bisa celaka?" tanya Ardi
"Bisa, kan kamu nyetir nya jadi gak fokus" balas intan
"Alasan kamu aja, bilang aja takut ketahuan kamu lagi jelek jelekin aku, iya kan?" tuduh nya
"Terserah kamu aja deh mas, setiap ketemu pasti ada aja yang mau diperdebatkan" ucap intan
Ardi pun tidak lagi membalas ucapan intan, memang benar setiap ketemu mereka selalu berdebat.
Mobil Ardi kini telah sampai di depan restoran tempat intan bekerja.
"Kamu mau kemana mas?" ucap intan melihat Ardi ikut turun dari mobil.
"Kan tadi aku bilang nemenin kamu" jawab Ardi santai tetap berjalan masuk ke restoran.
"Tapi mas, kan aku kesini cuma mau cuti sekalian kasi undangan buat temen temen disini."
"Aku calon suami kamu, jadi gak salah kalau ikut calon istri nya."
Hufhh
"Kamu tunggu disini aja mas," ucapnya menyuruh suaminya duduk di kursi lalu dirinya masuk untuk menemui teman teman nya.
"Halo Hana, deni."
"Wow nyonya Ardiansyah putra, makin cantik aja aura pengantin sudah terpancar."ucap Hana dan Deni
"Lu apaan sih han" jawab intan
"Oh iya gue kesini cuma mau kasi kalian ini" ucap intan memberikan undangan pernikahan nya.
"Seharusnya sih gue kasi buat deni aja, soalnya kan Hana udah jadi bridesmaid aku. Tapi takut ngambek gak gue kasi juga" cibir intan
"Bener sih kan dia ambekan" Deni langsung dapat pukulan di lengan nya dari Hana.
"Ngambek itu kan tandanya sayang" ucap Hana
"Ada ada aja lu han, mana ada ngambek tanda sayang" balas intan menggeleng gelengkan kepalanya.
__ADS_1
Mereka tertawa bersama akan terasa sepi tanpa adanya intan disana.
Intan mungkin dengan orang baru atau orang yang baru mengenal sedikit cuek, malu atau tidak enakan.
Tapi, kalau sudah sama temen yang sudah dikenal lama selain dia baik, dia juga memiliki sifat kekanak-kanakan hmm sama kek author sih ðŸ¤
"Gue keruangan pak Rendi dulu ya" ucap intan
"Awas loh ada yang cemburu" ucap Hana
"Iya tan nanti ribut lagi" timpal Deni
"Pak Rendi udah ikhlas kok aku sama mas Ardi, udah ya gue kesana dulu" jawab intan lalu menuju ke ruangan pak Rendi.
Tok tok..
"Masuk" ucapnya
"Permisi pak" ucap intan
"Ada apa intan?" tanya Rendi
"Saya kesini mau memberikan ini pak." Memberikan undangan dan Rendi menerima nya.
"Sekalian izin cuti" lanjut intan
"Iya tan gak apa ambil cuti aja, ini kan hari bahagia kamu" ucapnya tersenyum.
Sebenarnya, di hatinya dia masih mencintai intan.
Namun dia mencoba untuk mengikhlaskan orang yang ia cintai bahagia.
Sama author aja bang 🤣🤣
"Makasih ya pak, kalau begitu saya permisi" pamit intan tersenyum
Dibalas anggukan oleh pak rendi.
Diluar
"Ngapain aja di dalam lama sekali? masih ngobrol sama bos nya itu ya?" tanya Ardi.
"Kalau gak ngobrol terus intan cuti nya gimana? masa mau pakai isyarat," jawab intan kesal lagi lagi Ardi memperdebatkan masalah yang gak penting.
"Makin berani ya kamu" ucap ardi
"Terus mas Ardi berharap punya calon istri yang hanya diam menurut saja ketika ditindas, kalau masih bisa membalas ya harus dilawan" jawab intan
"Ck kamu" mendecak menunjuk intan.
"Yaudah aku antar kamu pulang" ajak ardi
"Dasar manusia kadal, bisanya cuma buat orang kesal eh ternyata dia yang kesal hihi" gerutu intan dengan suara dan tertawa kecil
"Siapa yang kamu bilang kadal" tanya ardi berbalik
"Em... Inget aja ada temen cowok, aku julukin kadal" jawab intan tersenyum.
Lalu mereka ke mobilnya untuk pulang.
Intan masih tertawa sampai ke mobil sedangkan Ardi selalu melirik ke arah intan.
'apa julukan kadal itu spesial? temen cowok? Apa temen cowok yang di maksud dia itu Arlan?' batinnya
Hahaha gak tahu aja si om Ardi yang di juluki kadal.
Diam kamu thor manggil gue om lagi
Wkwkk lucu tahu om
Author nyebelin
Hahahahhahhaa
Happy reading guys
.
.
.
Bersambung 💃💃💃
__ADS_1