Cinta Gadis Biasa

Cinta Gadis Biasa
Akhirnya


__ADS_3

Sebelum memasuki waktu shalat subuh, Intan terbangun. Dengan pelan ia membuka selimut dan langsung ke kamar mandi.


Ia penasaran dengan hasil testpack itu.


Di dalam kamar mandi, intan mengambil benda kecil itu sambil memejamkan matanya.


Hufhhh ia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya pelan.


Pelan pelan ia membuka matanya.


Intan mengucek matanya memastikan benar dengan garis testpack nya.


Tak terasa ia mengeluarkan cairan bening itu dari kelopak matanya, semakin kuat, sampai terdengar oleh Ardi sampai keluar.


Ardi meraba ke samping, dan tidak ada istrinya disana.


Ia mendengar suara tangisan dari kamar mandi, apa itu tangisan istrinya atau bukan.


Ia mendekati pintu kamar mandi


"Sayang, kamu di dalam? buka pintunya."


"Sayang, kenapa kamu menangis?" Ardi mengetuk pintu namun suara tangisan intan semakin kuat. Ardi membuka pintu dengan paksa dan menemukan istrinya menangis terduduk.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Ardi khawatir.


Intan hanya menyerahkan testpack nya pada Ardi.


"Sayang sudahlah, mungkin Allah belum mempercayakan kita untuk memiliki anak, kita harus tetap berusaha dan bersyukur."


Intan melirik suaminya kesal, namun ia tak mampu berbicara, dan mencubit perut suaminya.


Menyerahkan lagi testpack yang tadi di abaikan suaminya itu.


"Aww sayang, kenapa kamu cubit mas?" ucap Ardi merasakan sakit dengan cubitan istrinya.


"Hiks kamu lihat dulu mas testpack nya" ucap Intan.


Ardi melihat ada 2 garis disana. Namun ia tidak mengerti dengan alat ini.


"Sayang ada 2 garis, terus artinya apa? apa kamu hamil?" tanya Ardi menebak.


Intan mengangguk bahwa yang di katakan suaminya itu benar.


"Kamu beneran hamil, sayang?" ucap Ardi lagi.


"Berarti sebentar lagi aku akan jadi papa dan kamu akan jadi mama?" ucap Ardi dan intan mengangguk lagi.


Ardi sangat bahagia dan memeluk istrinya.


"Sayang ayo cepat mandi, biar cepat kita mandi bareng aja ya! habis itu shalat, jangan lama-lama di kamar mandi nanti masuk angin."


Mereka mandi bersama lalu melaksanakan shalat subuh berjamaah.


Sarapan pagi

__ADS_1


Ardi menuntun Intan dari kamar sampai ke lantai dasar.


Mengambil kursi untuk istrinya duduk.


"Romantis nya kalian. Pagi pagi udah mesra mesraan" ucap mama


Intan hanya tersenyum menanggapi mertuanya.


Selesai sarapan, sebelum berangkat ke kantor Ardi ingin memberi tahu kabar bahagia nya.


"Pa, ma. ada yang ingin Ardi dan Intan bicarakan" ucap Ardi sambil merangkul istrinya.


"Apa yang mau kamu bicarakan ar?" tanya papa saling menatap dengan istrinya.


"Iya ar, ada apa? cepat! jangan bikin Mama penasaran" ucap mama kepo


"Sebentar lagi Ardi akan jadi papa" ucap Ardi


Mama menganga sambil menutup mulutnya.


"Benar nak yang Ardi katakan, kamu hamil?" tanya mama


"Sebenarnya intan belum tahu ma, tapi hasil testpack positif garis 2" ucap Intan


"Kalau begitu kalian ke rumah sakit nak, untuk memastikan kehamilan istri kamu."


"Iya mama setuju! akhirnya mama akan jadi nenek, sekarang juga kamu ke rumah sakit antar istri kamu" timpal mama bahagia karena sebentar lagi akan punya cucu


"Tapi Ardi ke kantor" ucap Ardi melirik Intan.


"Makasih ya pa. Ardi langsung ke rumah sakit aja ya" ucap Ardi


Setelah berpamitan, mereka keluar menuju ke rumah sakit.


Di rumah sakit


Ternyata sudah banyak ibu ibu hamil yang sedang mengantri.


Setelah menunggu lama akhirnya nama intan dipanggil.


"Mari bu saya periksa" ucap dokter mengajak intan untuk berbaring di atas brankar.


Dokter menaikkan sedikit baju intan di bagian perut dan menuangkan sedikit gel dan menempelkan alat di atas perutnya.


"Ibu dan bapak silahkan lihat disana yang seperti titik, itu adalah janin yang ada di perut ibu masih seperti sebutir jagung."


"Jadi saya beneran hamil dok?" tanya Intan Tangannya terus di pegang oleh Ardi.


Setelah selesai mengetahui bahwa dirinya benar benar hamil, mereka kembali ke tempat duduk.


"Apa yang ibu rasakan? apa mual atau yang lain?" tanya dokter tersenyum


"Saya hanya mual di pagi hari dok, saya akan mengeluarkan makanan yang masuk. Tapi itu hanya saat pagi."


"Itu morning sickness sudah biasa bu, apalagi di trimester pertama kehamilan. Bahkan biasa nya ibu hamil lainnya mengeluh karena saat siang dan malam mereka tetap mual. Jadi saya akan meresepkan vitamin untuk mengurangi rasa mualnya."

__ADS_1


"Dokter, apakah wanita hamil masih bisa melakukan aktivitas malam?" ucap Ardi santai


Intan menyenggol lengan suaminya, karena ia malu dengan pertanyaan suaminya, bisa bisanya ia menanyakan hal itu.


Dokter tersenyum ramah.


"Tidak apa bu. Saya mengerti, semua para suami yang menemani istrinya kesini, pasti itu adalah salah satu pertanyaan yang sering saya dengar."


"Tidak apa apa melakukan nya, asalkan jangan terlalu sering dan jangan sampai menekan bagian perut. Kalau tidak, bisa mengalami sesuatu yang tidak diinginkan seperti keguguran, apalagi usia kandungan ibu baru memasuki minggu ke 4 masih rentan keguguran."


"Berarti tidak boleh melakukan aktivitas berat dok?" tanya Ardi


"Sebaiknya dihindari dulu pak, sampai usia kandungan benar benar matang."


"Apa saya boleh konsul ke dokter? seperti nya saya nyaman dengan dokter."


"Boleh bu Intan" ucapnya tersenyum


"Makasih dokter vivi" ucap intan


"Kok ibu tahu nama saya?" ucap dokter


"Dokter lucu juga, nametag dokter kan tertera namanya," intan tertawa


"ih iya"


"Terima kasih ya dok, kalau begitu kita permisi" ucap Ardi setelah menerima resep vitamin.


Setelah selesai dengan pemeriksaan dan banyak hal yang mereka ketahui, kini mereka menuju ke rumah.


Di mobil


"Sayang kamu dengar kan kata dokter tadi, jangan bekerja berat! jadi, mulai sekarang kamu berhenti bekerja. Jaga kehamilan kamu di rumah."


(menghela napas berat) "hufhh iya terserah mas aja" jawab intan ia pasti bosan dirumah


"Jangan keluar rumah kalau tidak dengan suami. Mengerti?"


Intan mengangguk pasrah


suaminya aneh sekali pikirnya.


Ardi melaju dengan kecepatan sedang agar istri dan calon anaknya aman.


happy reading guys 🤗


chingguya annyeong


.


.


.


bersambung 💃💃💃

__ADS_1


__ADS_2