
Mobil yang melaju kencang dari arah kanan Intan, semakin dekat. Intan yang terkejut dengan mobil itu hanya diam tidak bergerak, ia memejamkan matanya pasrah, jika mobil itu akan menabraknya.
Arghhhh...
Rani dan Hana berlari menarik Intan ke belakang yang masih memejamkan mata.
Orang yang gagal menabrak itu menghentikan mobilnya dan memukul stir.
"Sialan, kenapa dia harus selamat." Ucap seseorang di dalam mobil karena tidak berhasil menabrak Intan.
"Intan, kamu gak apa-apa kan?" tanya Rani dan Hana khawatir dengan keadaan sahabat nya.
"Kenapa di akhirat masih ada suara Rani dan Hana" ucap Intan karena mengira dirinya telah meninggal.
"Intan coba buka mata kamu sekarang," ucap Hana
"Kamu masih hidup" timpal Rani
Intan membuka matanya perlahan
"Ternyata aku masih hidup."
"Anak aww-
Intan merasa perutnya keram dan rasanya sakit.
"Perutku sakit banget," ucap Intan memegang perutnya. Karena tidak kuat menahan sakit, pandangan matanya mulai gelap dan Intan tidak sadarkan diri.
Rani dan Hana bingung apa yang harus mereka lakukan.
"Intan bangunnn, gimana ini ran" ucap Hana khawatir.
"Yaudah cepat kita bawa Intan ke rumah sakit" jawab Rani
Kemudian mereka mengangkat Intan ke mobil, dan segera menuju ke rumah sakit terdekat.
"Lu sambil telpon kak Ardi han, cepat!" ucap Rani sambil menyetir.
"I iya ran sabar" jawab Hana gemetar mencari nomor suami sahabat nya.
Panggilan belum diangkat oleh Ardi.
"Gak diangkat ran" ucap Hana
"Coba terus han" jawab Rani
Belum ada jawaban dari Ardi sampai mereka tiba di rumah sakit.
"Sus tolong teman saya di mobil" ucap Rani yang turun.
__ADS_1
Beberapa perawat membawa tandu sorong untuk membantu Intan masuk ke dalam.
Rani dan Hana melihat sahabatnya pucat, mereka menangis.
Sepanjang koridor rumah sakit mereka mengikuti sampai dimana mereka tidak di perbolehkan masuk.
"Lu cepat telpon lagi han" ucap Rani
Hana mencoba lagi dan lagi namun sama.
"Gak bisa ran"
Rani teringat Alex bekerja dengan Ardi, lalu ia mencoba menghubungi Alex dan terhubung.
"Halo ran ada apa?" tanya Alex di telpon.
"Hiks Intan kak-
"Kamu kenapa nangis ran? Intan kenapa?" Tanya Alex lagi kenapa Rani sampai menangis.
"Intan di rumah sakit kak, hiks. Kak Ardi gak bisa dihubungi," ucap Rani
"APA...? yaudah tenang dulu, kakak bilang Ardi di ruang rapat, kamu kirim alamat rumah sakit nya." Jawab Alex mengakhiri panggilan telepon nya, untuk segera memberi tahu pada Ardi sahabat nya.
"Permisi" ucap Alex tersenyum lalu berbisik kepada Ardi.
"Untuk rapat kali ini sudah cukup, saya tutup rapat nya permisi" ucap Ardi buru buru keluar untuk menemui istrinya di rumah sakit.
"Ar, biar gue yang nyetir, lu gak bisa nyetir dengan keadaan seperti ini, yang ada lu yang masuk rumah sakit." Ucap Alex
Ardi memberikan kunci mobil nya.
"Lebih cepat lagi lex" ucap Ardi
"Sabar dong ar, ini udah cepat" jawab Alex
Alex lebih mempercepat laju mobilnya.
Mereka telah sampai di rumah sakit, Ardi langsung keluar dan menanyakan di ruang rawat mana istrinya.
Ardi dan Alex melihat Rani dan Hana, mereka menghampiri sahabat Intan itu.
"Rani, Hana. Apa yang terjadi? Kenapa bisa Intan masuk rumah sakit, bukannya kalian dirumah temani Intan?" tanya Ardi padahal sebelum berangkat ia menyuruh istrinya agar tidak kemana mana.
"Tadi pagi kita memang kerumah kak Ardi, tapi intan memaksa kita untuk membawanya jalan jalan kak, sudah izin juga sama tante nela untuk ke mall. Setelah kita selesai belanja, tiba tiba ketika Intan mau nyebrang ada mobil melaju kencang ke arah Intan, untungnya selamat kita menarik nya, tapi Intan merasakan perutnya keram dan sakit kak akhirnya pingsan." Hana menjelaskan.
"Ya tuhan, sudah aku bilang jangan keluar rumah, kalian bukan menjaganya malah membuat dia celaka begini."
"Ma maaf kak" ucap Rani dan Hana
__ADS_1
"Sudahlah ar, jangan menyalahkan mereka, kita hubungi keluarga Intan dan keluarga lu aja" ucap Alex
"Lu suruh orang kepercayaan kita periksa cctv sekitar mall lex, gue yakin orang ini sengaja."
Alex melaksanakan tugas Ardi untuk menyuruh orang mengecek cctv sekitar mall.
Setelah beberapa saat dokter keluar.
"Suami pasien?" tanya dokter
"Saya suaminya dok" jawab Ardi mendekati dokter.
"Bagaimana dengan keadaan istri dan anak saya dok?" tanya Ardi khawatir dengan keadaan istri dan calon anaknya.
"Mari ikut ke ruangan saya" jawab dokter menuju ke ruangan nya di ikuti Ardi.
Rani Hana dan Alex tetap menunggu di depan ruangan Intan di rawat.
Di ruangan dokter
"Apa bapak sudah mengetahui bahwa istri anda tengah mengandung?" tanya dokter
"Sudah dok, saya juga pernah dengan istri saya mengecek kehamilan nya di rumah sakit. Apa ada masalah dengan kandungan nya dok?" tanya Ardi takut terjadi apa-apa dengan calon anaknya itu.
"Sebenarnya kandungan istri bapak-
Apa thor?
Apa apanya dong
Ih ngeselin
Cepat up lagi thor
Sabar author hanya bisa up malam, siangnya kerja
Ohhh begincu
happy reading guys 🤗
chingguya annyeong
.
.
.
bersambung 💃💃💃
__ADS_1