Cinta Gadis Biasa

Cinta Gadis Biasa
Si jenong


__ADS_3

Setiba nya dirumah, Ardi buru buru masuk kedalam kamar dengan berlari kecil, Ardi tak menghiraukan ada orang memanggil.


"Aaarrrrrr" teriak mama yang Ardi acuhkan.


"Ada apa sih ma, teriak begitu?" ucap Bima pada istrinya.


"Itu pa, gak biasanya ardi begitu,


seperti ada sesuatu yang membuat dia marah."


"Mungkin masalah pribadi ma, udah lah ma dia udah besar biar dia selesaikan permasalahan nya sendiri."


"Iya pa, mama cuma pengen dia cepet nikah." Mengingat anaknya yang sudah mau memasuki usia kepala tiga 28tahun.


"Yaudah ma, kita ke kamar aja siap siap udah mau adzan maghrib."


"Ayo pa!"


Dikamar ardi


Ardi memejamkan matanya dan me releks kan pikiran nya, ia masih tidak habis pikir dengan apa yang dia lihat tadi. Apa ia tidak sedang salah lihat?


Tapi ia juga yakin, karena matanya masih bagus pikirnya.


"Kenapa dia berbohong padaku? Padahal dia sendiri yang bilang akan segera menemui ku di kantor, setelah dia kembali dari singapura." Ardi terus saja bermonolog sendiri sambil memijit pelipisnya yang jadi terasa sakit.


Ardi sudah mencoba menelpon nya tapi tidak aktif.


Yah orang itu adalah jenong hihi author ketularan si curut alex.


Jeniffer model terkenal dan sudah membintangi beberapa film yang telah pulang dari singapura tapi belum menemui kekasihnya itu.


"Ahkkkh rasanya ingin ku tonjok lelaki yang memegang tangan Jeni tadi," Ardi yang masih bergelut dengan pikirannya.


Ia pun bergegas mandi, kala mendengar adzan maghrib berkumandang.


Di lain tempat


Intan sudah kedatangan sang adik dan kedua orang tua nya.

__ADS_1


"Ibu, ayah, udah adzan maghrib, kita sholat bareng yah habis itu nanti makan malam biar intan siapkan setelah sholat."


Ibu pun mengangguk setuju.


Seusai shalat dimeja makan.


"Masakan kamu emang enak nak."


"Iya bu bener, kakak cocok jadi chef terkenal emang paling the best." Aina mengacungkan kedua jempol nya.


Intan hanya tersenyum melihat nya.


"Makan lah dulu setelah itu baru nanti ngobrol." Kita mengangguk dan lanjut


Rumah kediaman putragroup.


"Kamu kenapa ar? dari tadi mama perhatiin gak seperti biasanya." Nela membuka suara penasaran.


"Biasa aja ma," jawab nya sambil menatap layar ponselnya.


"Ardi ke kamar dulu ya ma, pa."


Setelah sampai dikamar Ardi menghubungi seseorang.


"Cari tau biodata pria yang bersama jeni siapa."


"Siap bos."


Tut Tut...


panggilan berakhir


"Kalau benar dugaan ku,


kamu akan menyesal jen sudah mempermainkan aku," ucap nya sambil mengepal tangan nya.


Intan dibangunkan dengan suara adzan subuh berkumandang sebagai umat muslim aku bangun melaksanakan sholat 2rakaat tak lupa aku membangunkan adikku.


Khusu' dalam sholat dan berdoa pada sang maha pencipta agar kedua orang tua ku diberi umur panjang dan sehat selalu serta rezeki yang kita dapat kan berkah aamiiinnn..

__ADS_1


dan dilanjutkan membaca kitab suci berapa ayat untuk mengawali pagi.


Pagi dikamar


"Apa kamu gak mau lanjut kuliah ai?" tanyaku


"Aku yakin mau kerja kak."


"Tapi kakak ingin kamu melanjutkan kuliah ai, nanti kakak usahain, kamu juga bisa sambil kerja."


"Aku pengen kuliah, tapi melihat keluarga kita yang seperti ini ayah juga mulai sakit-sakitan kak, warung kita juga udah tutup karena modalnya ibu mau buka warung di sini aja agar dekat dengan kakak."


"Iya ai, tabungan kakak juga ada kok buat bantu ibu."


Aina masih tampak berfikir


sudah jam 7 waktunya berangkat kerja..


"Bu, yah, aku berangkat kerja dulu yahhh assalamu'alaikum," ucapku sambil mencium punggung tangan mereka.


"Wa'alaikum salam."


Ibu yang sudah mau membuka warung depan kontrakan kami tidak lupa sudah meminta izin pada ikon(ibu kontrakan) hahahha


Intan melajukan motor nya dengan kecepatan sedang, mataku menatap kedepan kekiri kekanan.


pagi itu jalanan normal kendaraan sudah ramai orang yang akan memulai aktifitas nya.


tiba tiba motor intan...


brukkkk ...


.


.


.


bersambung 💃💃💃

__ADS_1


__ADS_2