Cinta Gadis Biasa

Cinta Gadis Biasa
Bolos kerja


__ADS_3

Intan bangun untuk siap siap sholat subuh, karena alarm nya sudah menunjukkan pukul 04:00. Melihat Ardi masih tertidur pulas di samping nya, ia ke kamar mandi terlebih dahulu sebelum membangunkan suaminya.


Selesai selesai mandi dan bersiap sholat, Intan membangunkan Ardi.


"Mas bangun udah subuh loh" ucap Intan mentoel lengan suaminya dengan dialasi kain karena sudah punya wudhu.


Ardi masih tetap tertidur tanpa menghiraukan suara Intan.


"Mas waktu nya shalat, kamu sakit yah?" tanya Intan


Intan dengan lembut membacakan yasin di samping Ardi, namun dengan suara nyaring.


Ardi mulai menggeliat.


"Sayang, kenapa baca yasin disini?" tanya Ardi


"Kan kamu lagi sakit mas yaudah aku bacain yasin, dari pada Intan bacaan novel" jawab Intan


"Mas kan gak sakit sayang, kenapa harus di yasinin?" tanya Ardi bingung padahal ia hanya mengantuk, gara gara istrinya juga.


"Katanya kalau orang lagi sakit,di bacain yasin insya Allah sembuh." Jawab Intan


'ya tuhan padahal aku cuma ngantuk gara gara dia juga tadi' batin Ardi masih merasa sangat mengantuk, matanya berat sekali rasanya dibuka lebar.


"Udah mas gak usah tidur lagi kalau gak sakit, cepetan udah subuh," ucap Intan turun dari ranjang yang sudah memakai mukena nya.


Ardi terpaksa ke kamar mandi dengan tetap menguap.


Selesai dengan mandi kilat nya, ia bersiap untuk sholat, sajadah yang sudah di siapkan istrinya.


Seusai sholat Ardi kembali ke ranjang untuk tidur.


"Loh mas ngapain tidur lagi?" tanya Intan sambil melipat mukena nya.


"Ngantuk" jawab Ardi


"Tapi kamu kan biasanya gak tidur lagi habis shoalat subuh mas" ucap Intan


Ardi sudah terlelap kembali.


"Tumben sih mas Ardi jam segini masih ngantuk" ucap Intan sendiri, ia lupa bahwa sebelum waktu subuh ia meminta suaminya membeli makanan sampai keliling.


Intan membiarkan suaminya tidur kembali dan ia turun untuk menyiapkan sarapan, padahal ia di larang ke dapur, karena mual jika mencium bau masakan.


Intan turun tangga sendiri tanpa di temani suaminya seperti biasa.


"Sayang, kamu kenapa turun sendiri, suami kamu mana?" tanya mama menghampiri dan langsung menuntun menantunya turun dari tangga.


"Mas Ardi masih tidur ma, tadi habis shalat subuh tidur lagi, karena masih ngantuk katanya" jawab Intan


"Tumben banget dia ngantuk jam segini, apa semalam kalian-


"Gak kok ma" jawab Intan cepat, seakan mengerti dengan yang akan di katakan mertuanya.


"Gak apa sayang?" goda mama


"Em gak itu ma" jawab Intan


Mama tertawa melihat menantunya salah tingkah.


"Nak, kenapa kamu gak di kamar aja, nanti biar bibi yang antar makanan ke atas" ucap mama


"Gak apa kok ma, bosan juga di atas" jawab Intan


"Kamu disini aja biar mama sama bibi yang siapin sarapan" ucap mama


"Tapi ma, Intan-


"Gak ada tapi tapian, mama gak mau di bantah" ucap mama langsung pergi ke dapur.


Intan menuruti mertuanya, untuk duduk saja, ia merasa bosan lalu mengambil remote tv dan menyalakannya. Berita yang keluar, sebagian dari berita tersebut adalah berita jeni yang lagi panas panas nya.


"Kasian juga si jeni, karirnya hancur" ucap Intan


"Nonton apa sih nak?" tanya papa


"Eh pa, ini berita jeni itu, papa kenal mungkin, karena artis terkenal sekaligus model" jawab Intan

__ADS_1


"Oh jeni" ucap papa manggut-manggut sebenarnya ia mengetahui kalau jeni mantan anaknya. Namun ia tidak melanjutkan ucapannya, ia hanya mengambil buku di meja.


"Intan ke dapur dulu ya pa" ucap Intan


Bima menurunkan bukunya, dan melihat ke arah menantunya.


"Memangnya sudah bisa ke dapur?" tanya papa


"Intan mau coba pa" jawab Intan nyengir


Papa mertuanya mengangguk, dan Intan kedapur.


Belum sampai ke dapur ia sudah mulai mencium bau masakan, langsung menutup hidungnya.


Mama dan bibi melihat Intan ke dapur.


"Nak, kamu kenapa kesini kalau masih mual" ucap mama


"Iya nak, kamu sebaiknya di kamar aja, nanti bibi bawakan ke atas." Ucap bibi


"Intan bisa kok nih" ucap Intan mencoba membuka tangan hidungnya.


Uwek uwekk...


Intan berlari ke wastafel memuntahkan isi perutnya.


Mama memijat tengkuk leher menantunya


"Sayang kamu mama antar ya, ayo jangan di paksa" ucap mama dan Intan mengangguk.


Mama mengantarkan Intan ke kamar nya, dan menemukan Ardi masih tertidur.


"ARDI..." pekik mama


Ardi terkejut langsung duduk.


"Apa sih ma, masih pagi teriak teriak" tanya Ardi


Mama mendekati Ardi yang sudah mendudukkan Intan di ranjang.


"Kamu yah udah tahu istri hamil turun tangga aja sendiri, kedapur mual mual dia" ucap mama menjewer telinga Ardi.


"Astaga anak ini sudah mau jadi orang tua, tapi belum dewasa juga" ucap mama menghentikan jeweran nya.


Ardi mengusap telinga nya yang terasa panas, karena di jewer.


"Kenapa kamu gak siap siap ke kantor ar? bos itu harus memberi contoh yang baik pada karyawan nya" ucap mama


"Nah karena Ardi bos ma, masih ada Alex jadi hari ini Ardi bolos kerja, Ardi ngantuk banget gara gara semalam" ucap Ardi


"Semalam ngapain kamu sampai ngantuk banget begini?" tanya mama


Ardi menceritakan bahwa sebelum subuh ia keliling mencari makanan yang di inginkan Intan.


"Mama tahu gak yang buat Ardi kesel?"


"Udah di beliin carinya keliling, tapi gak mau dimakan karena telat 1 jam" lanjut nya


Buahahahahha


Mama nya malah tertawa mendengar bahwa menantunya seperti mengerjai anak tunggal nya.


Intan juga baru ingat ternyata suaminya mengantuk karena dirinya.


"Sabar ar dari pada anak kamu ileran, jadi turuti aja keinginan istri kamu" ucap mama


"Iya ma memang harus dituruti" ucap Intan


"Jadi makanan yang kamu beli kemana mas?" tanya Intan


"Mas buang" jawab Ardi


"Kenapa di buang sih mas, kan Intan nyuruh nya mas makan" ucap Intan berkaca-kaca


"Haduh mulai lagi" gerutunya dengan suara kecil


"Kamu ini ya ar, mama turun aja deh" ucap mama meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


"Ma, tapi Ardi masih mau tidur" ucap Ardi teriak.


"Terserah" jawab mama di luar pintu


Ardi melihat Intan menunduk.


"Sayang, kamu kenapa lagi sih pagi pagi, mas masih ngantuk jangan sedih ya."


Intan mendongakkan kepalanya.


"Kan Intan maunya mas Ardi makan makanan yang dibeli tadi subuh, kenapa dibuang?" jawab Intan


"Gara gara itu aja nangis, sudah lah mas ngantuk nanti mas beliin lagi" ucap Ardi kembali tidur.


hiks hiks


Ardi menoleh lagi ke arah istrinya yang menangis.


hufffhh membuang nafas panjang dan mengacak rambut nya sendiri.


"Sayang, udah mas minta maaf yah, jangan sedih nanti mas beliin, mas kan gak biasa makan makanan di pinggir jalan." Ucap Ardi memeluk istrinya.


"Intan maafin tapi nanti kita makannya bareng" ucap intan


"Tapi sayang-


Intan kembali menangis


'ya tuhan sampai kapan drama seperti ini berakhir' batin Ardi


"Kita nanti makan bareng ya, udah jangan nangis" ucap Ardi menenangkan istrinya.


Ardi sudah merasa tidak mengantuk, karena drama pagi. Ia ke kamar mandi untuk cuci muka, karena sebelum shalat subuh tadi ia sudah mandi.


Keluar dari kamar mandi ia turun untuk mengambil sarapan istrinya dan membuat kan susu khusus ibu hamil.


Sampai di kamar ia memberikan nya pada Intan, tiba tiba ada suara telepon nya berbunyi, ada seseorang yang menelepon nya.


Di lihat yang menelpon Alex sahabat nya, lalu menerima panggilan masuk itu.


"Halo lex, gue gak masuk hari ini. Jadi lu urus semuanya di kantor bye" ucap Ardi dan ingin mengakhiri panggilan telepon nya.


"eh tunggu bentar ar, lu harus ke kantor sekarang juga"


"Kenapa sih lex lu ngatur gue" ucap Ardi


.....


"APA...? oke gue segera kesana" ucap Ardi mengakhiri panggilan telepon nya.


"Ada apa mas?" ucap Intan


"Sayang, kamu jangan kemana-mana mas mau ke kantor dulu" jawab Ardi mengganti pakaian cepat.


"Katanya gak mau ke kantor tadi."


"Ada masalah di kantor, mas berangkat dulu ya" ucap Ardi mencium kening serta perut istrinya.


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikum salam."


Ada masalah apa di kantor ya?


gue gak tahu thor


yaudah


happy reading guys 🤗


chingguya annyeong


.


.


.

__ADS_1


bersambung💃💃💃


__ADS_2