Cinta Gadis Biasa

Cinta Gadis Biasa
Percaya


__ADS_3

Ardi menyusul istrinya. Di luar ruangan mertuanya di rawat, ia harus meminta maaf pada istrinya itu.


"Sayang, aku minta maaf atas apa yang aku lakukan kemarin," ucap Ardi memegang tangan istrinya.


"Aww" intan meringis suaminya itu memegang pergelangan tangan yang ia sakiti kemarin, walaupun sudah memudar warna memarnya. Namun, masih terasa sangat sakit.


Ardi buru buru melepas nya.


"Sayang aku minta maaf, aku tidak sengaja. Aku kemarin sedang marah, maafkan aku" ucap Ardi memohon.


"Sudah lah mas, tidak perlu bersandiwara. Saat ini intan tahu bahwa mas Ardi begini disuruh mama kan? tidak perlu memanggil sayang segala mas disini gak ada mama." Ucap intan mengira bahwa suaminya membujuk nya karena disuruh mertua atau ibunya.


"Sayang, sungguh. Aku benar benar minta maaf aku tidak akan menyakiti kamu lagi, dan ini bukan permintaan mama, papa atau siapapun. Ini aku sungguh menyesal ingin meminta maaf sama kamu," ucap Ardi jujur bahwa dirinya benar benar tulus.


"Sekarang mending kamu pulang mas, ganti baju, terus mandi dan istirahat. Mungkin malam ini aku menginap disini." Ucap intan ia tidak mau terlalu mempercayai suaminya lagi. Karena setiap kata yang suaminya sesalkan sekarang, belum tentu besoknya sama.


"Intan sayang, percayalah padaku kali ini, aku benar benar berubah. Kemarin itu aku cemburu lihat kamu sama arlan, makanya aku menarik paksa kamu sayang, maafkan aku." Ardi sudah hilang rasa gengsi nya.


"Kamu cemburu sama kak arlan mas?" tanya intan penasaran.


"Iya sayang percayalah!(mengangguk) mulai saat ini kita harus sepakat. Tidak akan ada rahasia agar tidak terjadi kesalahpahaman."


"Tapi mas kamu itu bicara seperti itu sekarang, besok berubah lagi." Ucap intan cemberut.


Ardi gemas dan menarik hidung istrinya itu.


"Ih sakit mas" dengan nada manja.


Ardi menarik intan dalam pelukannya.


"Sayang, aku berjanji mulai saat ini dan seterusnya, akan selalu setia sama kamu."


"Aku gak butuh janji doang mas, karena janji bisa membuat orang sakit. Aku gak mau terus menerus punya suami cuma modal janji doang. Buktikan kalau kamu benar benar berubah, menjadi imam yang baik untuk intan dan anak anak kita nantinya." Ucap intan membuat Ardi melepaskan pelukannya dan menatap wajah istrinya.


"Sayang, apa kamu bersedia menjadi ibu dan mempunyai anak dariku?" tanya Ardi menatap lekat mata istri nya.


Intan mengangguk tersenyum, membuat Ardi kembali memeluk nya.


"Sayang, terimakasih."

__ADS_1


"Jadi kapan kamu selesai mens nya?" tanya Ardi lagi.


Intan mengernyitkan dahinya, "Kenapa kamu nanya tentang mens aku mas?" tanya intan


"Sayang, mas mau melaksanakan tugas mas dengan baik sebagai suami. Agar cepat tumbuh benih disini" ucap Ardi mengusap perut intan.


Intan melongo mendengar nya, suaminya benar benar menginginkan janin segera tumbuh di rahimnya.


Intan merasa sangat berdosa sebagai istri. Kenapa, selama ia menjadi istrinya, tidak pernah memberikan hak nya pada Ardi.


"Mas, maafkan intan" ucap intan matanya mulai berkaca-kaca.


"Hei sayang, kenapa kamu minta maaf hm?" tanya Ardi. Kenapa istrinya ini? apa ini pengaruh mens mood bisa berubah kapan saja.


"Intan belum jadi istri yang baik untuk mas ardi. Intan tidak melayani dan juga tadi pagi hiks intan menghindar dan malah pisah kamar sama kamu mas hiks."Ucapnya sambil menangis


"Sayang. Itu bukan salah kamu, itu salah mas kemarin. Jadi, jangan nangis ya cantik nya ilang loh" ucap Ardi mengusap air mata yang mengalir di pipi mulusnya.


"Ih kamu mas" ucap intan memukul dada suaminya.


Ardi kembali memeluk istrinya itu lucu sekali pikirnya.


"Sayang kita pulang ya kerumah, kan ada Aina juga nanti suruh Rika kesini aja."


"Sayang kamu juga masih sering sakit kan perutnya. Jadi kita pamit yah pulang aja, ibu sama ai pasti ngerti kok" ucap Ardi berbicara sama intan harus dengan nada lembut.


"Tapi mas intan gak apa kok" ucap intan


"Sayang kita masuk aja yah dulu" ucap Ardi mengajak istrinya masuk agar istrinya ini mau diajak pulang.


Setelah masuk di ruangan.


"Ayah, ibu. Ardi ajak intan pulang ya dia perutnya sakit karena lagi mens" ucap Ardi.


"Mas apaan sih. Gak bu, intan mau tetap disini jagain ayah" ucap intan geram dengan suaminya.


"Gak apa nak ikut suami kamu aja, ibu sama ai bisa jaga ayah disini, besok ayah sudah boleh pulang" ucap ibu Meisya


"Tapi bu, intan-

__ADS_1


"Sayang ikut suami aja nanti dosa loh" ucap mama nela


'ya tuhan mama sama mas ardi persis banget, dosa lagi yang diingetin, tapi bener juga sih.' batin intan


"Sayang denger kan apa kata mama dan ibu kita ini, kamu pulang ikut aku yuk" ucap Ardi membuat intan memutar bola matanya jengah.


"Iya nak pulang aja, nanti kamu malah sakit juga" ucap papa Bima


"Hm iya pa" ucap intan


Mereka bersalaman dan berpamitan, lalu menuju ke mobil nya untuk pulang.


"Sayang jangan cemberut gitu dong, gemes deh" ucap Ardi mencubit pipi istrinya.


"Ck udah mas cepetan jalan aja" intan mendecak kesal


"Kalau kita jalan, mobil nya gimana sayang?" ucap Ardi menggoda istrinya


"Serah mas deh" ucap intan bersandar melihat arah kaca, ia sangat ngantuk jadi ia tertidur.


Ardi tertawa melihatnya dan melajukan mobilnya.


"Sayang aku akan selalu menjaga kamu" ucap Ardi memegang tangan istrinya sambil menyetir.


"Sayang" panggil Ardi.


Ardi melirik kearah intan ternyata istrinya ini tidur. Ia tahu bahwa istrinya lelah.


Ardi melaju dengan kecepatan sedang, agar istrinya tidak terganggu.


Sampai dirumah mobilnya berhenti. Tapi, intan tidak bangun, ia berinisiatif menggendongnya dan menidurkan istrinya itu di ranjang. Sebelum ia ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya ia mencium kening istrinya seraya berkata,


"Sayang, tidur yang nyenyak ya." Lalu ia ke bathroom.


happy reading guys 🤗


.


.

__ADS_1


.


bersambung


__ADS_2