Cinta Gadis Biasa

Cinta Gadis Biasa
Baik baik saja


__ADS_3

"Sebenarnya kandungan istri bapak baik baik saja, hanya mengalami keram di bagian perut nya karena terkejut. Tidak ada yang serius karena keram sudah biasa untuk ibu hamil muda, namun keram perut juga jangan dianggap sepele pak, bisa jadi juga gejala dari sebuah penyakit."


"Jadi istri dan calon anak saya baik baik saja dok?" tanya Ardi lagi memastikan bahwa istri dan calon debay baik.


"Iya pak, tidak perlu dirawat inap, bisa langsung di bawa pulang. Namun di jaga jangan terlalu banyak melakukan aktivitas kerja berat, kandungan nya masih rentan."


"Baik dok, terimakasih kalau begitu saya permisi." Ardi berjabat tangan mengucapkan terima kasih dan keluar dari ruangan dokter.


Di luar sudah ada orang tua dan mertuanya.


"Nak bagaimana kata dokter keadaan Intan? Ibu minta maaf karena sudah mengizinkan istri kamu pergi" tanya ibu menyesal telah mengizinkan menantunya.


"Iya nak apa kandungan Intan baik baik saja?" tanya ibu Meisya


Ardi menghela nafas sebelum menjawab nya "hufhhh "


"Sudah lah bu, Intan gak apa kok dia sudah boleh dibawa pulang, hanya harus ekstra menjaganya."


Ada suster dari ruangan intan


"Bapak Ardi?" tanya suster


"Iya saya sus" jawab Ardi


"Silahkan masuk pak, istri anda ingin bertemu" ucap suster lalu pergi setelah Ardi masuk.


"Sayang, kamu baik baik aja kan?" tanya Ardi pada istrinya.


"Intan baik baik aja kok mas, jangan marahi Rani Hana dan mama mas, mereka mengizinkan karena Intan yang memaksa." Ucap Intan sambil meneteskan butiran bening dari matanya.


Ardi memeluk istrinya ia tidak mau istrinya bersedih.


"Jangan ulangi lagi, janji ya?" ucap Ardi.


Intan mengangguk di pelukan suaminya.

__ADS_1


"Mas, Intan mau pulang, disini Intan lebih bosan" ucap Intan merengek.


Ardi mencubit hidung istrinya gemas.


"Yaudah ayo kita pulang, kata dokter tadi kamu gak perlu di rawat inap. Jadi bisa langsung pulang" jawab Ardi


Mereka keluar, diluar sudah banyak keluarga yang menunggu.


"Nak, kamu baik baik aja kan?" tanya ayah


"Iya nak, ibu khawatir sama kamu, apalagi bayi dalam kandungan kamu" ucap ibu Meisya


"Gimana nak apa ada yang sakit?" tanya papa Bima


"Kamu-


Nela belum sempat bertanya Ardi memotong ucapan nya.


"Kita bicara dirumah, biar Intan langsung istirahat."


"Rani Hana, maaf ya. Kalian jadi repot dan disalahin gara gara Intan" ucap Intan tidak enak pada sahabat nya.


"Iya yang penting sekarang lu sehat."


"Makasih ya kalian udah baik banget" ucap Intan


Mereka semua pulang ke rumah masing-masing, tapi orang tua intan ikut ke mantion untuk menemani anaknya itu.


Setelah sampai di mantion, Ardi mengantar Intan ke kamar diikuti oleh orang tua mereka.


Ardi dengan pelan membaringkan istrinya di ranjang, lalu menceritakan apa tadi yang terjadi.


Namun ada seseorang yang menelepon, dan ternyata Alex.


"Halo, ada apa lex?" tanya Ardi

__ADS_1


"Oh baiklah gue segera kesana" jawab Ardi


"Sayang, mas keluar sebentar ya" ucap nya mencium kening istrinya.


"Kamu mau kemana ar?" tanya mama nela


"Mama, kalian jagain intan ya, Ardi ada urusan sebentar. Assalamu'alaikum," ucap Ardi pergi.


Ardi melaju dengan kecepatan sedang agar cepat sampai ia di tempat Alex.


Mobil Ardi pun terparkir di apartemen Alex.


"Lex siapa pelakunya?" tanya Ardi penasaran siapa yang sudah berani ingin mencelakai istri dan calon anaknya.


"Lu pasti kaget ar, siapa yang ingin mencelakai istri dan calon anak lu" jawab Alex


"Siapa lex kasi tahu gue, cepat?" tanya Ardi lagi sahabatnya ini terlalu mengulur waktu.


"Yang ingin mencelakai istri lu itu-


Hehe itu loh


Jahat kamu thor


Tidak Rhomah


Jahat kamu anihh


Happy reading guys 🤗


Chingguya annyeong


.


.

__ADS_1


.


bersambung 💃💃💃


__ADS_2