Cinta Gadis Biasa

Cinta Gadis Biasa
Lamaran dadakan


__ADS_3

Sepulangnya dari kantor, entah kenapa Ardi selalu mengingat kejadian di taman tadi. Ingatan nya selalu mengalih ke intan.


Sesampainya di rumah


"Ma, pa. Malam ini kita kerumah intan dan lamar dia buat Ardi" ucap Ardi tiba-tiba


"Kok mendadak ar? kamu gak apa apa in anak orang kan?" Tanya mama menyelidik.


"Ngaco deh, mana mungkin Ardi begitu. Mama sendiri yang bilang kalau lebih cepat lebih baik, biar mama cepat juga punya anak perempuan seperti yang mama inginkan dan untuk lamaran nya udah Ardi siapin semuanya. Ardi ke kamar dulu," ucap nya lalu meninggalkan orang tua nya.


"Pa, apa gak mendadak ya? Harus nya kan kita yang nyiapin buat lamaran intan," ucap mama


"Mama ini lama salah, di percepat juga salah." Papa bingung dengan istrinya itu.


"Iya, mama kan hanya takut Ardi apa apain anak orang pa," balas mama


"Mama percaya aja sama Ardi, dia gak mungkin seperti itu."


"Ya udah, kita siap siap aja pa." Mama nela sudah tidak sabar. Lalu dibalas anggukan oleh suaminya.


Waktunya berangkat


"Ar, udah siap kamu?" tanya papa


"Siap pa."


"Halo tante, om." Alex dan Rico bersamaan.


"Loh, kalian mau ikut?" ucap mama nela


"Iya tante, mau nemenin Ardi lamaran."


"Yasudah, ayo berangkat!" ucap papa


Mereka ke rumah intan memakai dua mobil


dan tidak lama sudah berada di depan rumah intan.


"Loh kok ada suara mobil? siapa ya yah?" tanya Meisya


"Gak tahu, kita lihat aja keluar," ucap ayah.


"Malam om, tante. Saya datang dengan kedua orang tua saya," ucap ardi.


"Hah? Mari silahkan masuk dulu!" ucap ayah Nasir


"Silahkan duduk pak, buk. Saya bikin minum dulu" ucap Meisya


"Maaf bu, tidak usah repot repot. Kita kesini hanya ingin bersilaturahmi," ucap papa Bima

__ADS_1


"Tidak apa-apa pak, tidak repot kok. Hanya teh saja," ucap ibu


"Iya pak, maaf sebelumnya kedatangan kami kesini mendadak."


"Iya tidak apa apa, kami sangat senang orang seperti anda mau datang ke rumah kami yang keadaan nya seperti ini."


"Maaf, mungkin ini sangat mendadak pak, bu. Jadi kedatangan kami kesini mau melamar intan anak ibu dan bapak untuk Ardi anak saya," ucap papa bima


"Iya om, tante. Saya mau melamar intan sebagai istri saya," ucap Ardi


Orang tua intan saling menatap.


"Saya sebagai orang tua hanya menyetujui keputusan anak saya, jadi saya serahkan semuanya pada anak saya pak, bu." Ayah Nasir akan menyetujui jika anaknya juga setuju.


"Sebentar, saya panggil intan dulu." Mama Meisya beranjak menghampiri kamar intan.


"Intan, ada tamu diluar. Ayo temui mereka."


"Siapa bu?" tanya intan


"Keluar aja, nanti kamu bakal tahu, siapa tamunya."


"Yaudah, intan ganti baju dulu." Jawab intan dibalas anggukan oleh ibu.


"Sebentar ya pak, buk. Intan nya sebentar lagi keluar."


"Nah ini intan, sini nak duduk disini."


"Iya yah," jawab intan sambil menatap Ardi mencari jawaban.


"Ada apa ya tante, om, datang kesini?" tanya intan


"Begini nak, kami kesini datang untuk melamar kamu untuk Ardi. Apa kamu bersedia?" tanya papa bima.


Sebelum menjawab intan menatap ke arah Ardi dan dibalas tatapan tajam oleh Ardi.


Membuat intan susah menelan saliva nya, karena tatapan nya seperti siap untuk menerkam mangsanya.


"Bagaimana nak, apa kamu bersedia?" tanya papa nasir


'ya tuhan apa yang harus aku jawab? aku tidak mencintai nya tapi aku harus menerima nya karena hutang itu '


Intan sadar dari lamunannya, karena di senggol ibu nya.


"Bagaimana nak, tante harap kamu mau menerima nya," ucap tante nela


"Huhh bismillah saya terima lamaran mas Ardi" ucap intan yakin


Alhamdulillah.... semua orang mengucap syukur karena lamaran nya di terima.

__ADS_1


"Jadi kita tentukan saja sekalian pak, buk. Pernikahan mereka kapan."


"Iya pak, kami serahkan semuanya pada kalian."


"Bagaimana kalau bulan depan pak? lebih cepat lebih baik bukan?" Usul mama nela.


"APA...? bulan depan?" Ardi dan intan bersamaan


"Tapi ini terlalu cepat ma," ucap ardi


"Iya tante, om. Apa tidak sebaiknya berapa bulan lagi?" Tawar intan


"Besok aja tante," Alex juga ikut menimpali. Namun mendapat tatapan tajam dari bos nya.


"Kenapa sayang? kan lebih cepat untuk hal baik tidak masalah. Bukan begitu pak, bu?"


"Iya bu benar."


"Masalah pernikahan kalian biar mama sama papa yang urus, kalian tinggal duduk aja nanti di pelaminan."


"Baiklah, terserah kalian saja." Intan pasrah, lagipula menolak pun percuma.


"Kalau begitu kami pamit pulang dulu, sudah malam. Lain waktu kita main main lagi kesini."


"Terima kasih pak, bu."


"Tante, om. kami pamit dulu, assalamu'alaikum." Ardi sebelumnya membisikkan sesuatu pada intan.


"jangan macam-macam di belakang ku sebentar lagi aku akan jadi suami mu."


"Wa'alaikum salam."


Sepeninggalan mereka intan langsung ke kamar, tidak mengerti yang di katakan Ardi


"Apa keputusan ku sudah benar?" Ucap intan pada dirinya tiba tiba rasa kantuk pun datang dan tertidur, karena waktu juga sudah larut.


Wah apa keputusan author benar mengikhlaskan bang ardi?


Yaudin lah masih ada bang Arlan dan bang Rendi yang jomblo.. hihi


I hope you enjoy reading the author's work guys


.


.


.


bersambung 💃💃💃

__ADS_1


__ADS_2