Cinta Gadis Biasa

Cinta Gadis Biasa
Bimbang


__ADS_3

Sesampai nya dirumah intan.


"Assalamu'alaikum," ucap intan


"Wa'alaikum salam," jawab ibu dari dalam rumah.


"Kamu udah pulang tan, eh nak Ardi silahkan masuk dulu," ucapnya menoleh ke arah Ardi.


"Iya tante" jawab Ardi tidak enak selalu menolak jika disuruh mampir oleh calon mertua nya.


"Duduk dulu nak, biar tante buatin minum dulu yah," ucap Meisya lalu ke dapur untuk buat minuman


Dari dalam kamar aina keluar.


"Hai kak Ardi, dari tadi yah?" sapa aina


"Kakak barusan kok disini nganterin kakak kamu habis fitting baju," jawab ardi


"Apa kakak mencintai kak intan?" tanya aina membuat Ardi gelagapan bingung dengan pertanyaan calon adik ipar nya itu.


"Gak usah malu kak pasti nya kak Ardi mencintai kak intan. Kalau gak, mana mungkin mau menikah dengan kak intan. Iya kan kak?" ucap Aina


"Hehe iya" jawab Ardi


"Kakak itu nanti kalau udah nikah sama kak intan, harus banyak nyimpan stok sabar ya nanti ngadepin kak intan" ucap Aina tertawa mengingat tingkah kakak nya saat bersama nya.


"Emang kakak kamu gimana ai?" tanya Ardi penasaran


'tapi seperti nya kakak kamu yang harus banyak menyimpan stok sabar ai' batinnya sambil tersenyum.


"Kakak itu sifatnya masih seperti anak kecil kak dan kalau kakak tahu, isi kamar nya pasti kaget hihi. Tapi selain itu dia baik dan sangat sayang sama keluarga nya."


"Emang dikamar nya kenapa ai?" tanya Ardi.


Belum di jawab Aina, ibu Meisya sudah keluar membawa teh dan camilan.


"Seru sekali, apa yang kalian bicarakan?" tanya ibu Meisya.


"Gak ada bu, hanya cerita Aina waktu sekolah," jawab aina mengedipkan mata ke arah Ardi memberi kode.


"Iya tante, aina sangat asik di ajak ngobrol," ucap Ardi mengerti kode Aina.

__ADS_1


Intan pun keluar kamar untuk berkumpul dengan yang lain.


"Om kemana tante? kenapa gak keliatan dari tadi," tanya ardi sambil melirik ke arah intan 'cantik'


"Papa lagi gak enak badan kak" ucap aina


"Apa perlu saya bawa ke rumah sakit tante?" Tanya Ardi


"Tidak perlu nak, cuma sakit biasa nanti minum obat udah sembuh" tolak Meisya


"Baiklah kalau begitu Ardi pamit tante, sebentar lagi maghrib" ucap Ardi


"Apa tidak sebaiknya sholat disini, sekalian makan malam bareng. Intan pasti seneng calon suaminya mau makan bareng keluarga nya" jawab Meisya melirik intan


"Hmm aa... iya mas kalau gitu intan ke dapur ya bu, sebelum maghrib mau siapin buat kita makan malam" ucap intan lalu pergi ke dapur menghindari tatapan Ardi karena wajahnya sudah merah.


'Apakah intan senang berada di dekat ku' batin Ardi tersenyum melihat wajah intan yang malu.


Shalat berjamaah Ardi yang menjadi imam, ternyata suaranya terdengar merdu juga hihi.


Makan malam


Ayah pun ikut makan karena ia hanya sedikit pusing.


Pasti sangat betah dirumah kalau itu masakan istri nya nanti pikirnya.


Setelah makan mereka kembali berkumpul di ruang tamu.


"Apa tidak sebaiknya om ke rumah sakit?" ucap Ardi melihat wajah ayah nasir yang pucat.


"Tidak apa nak, om hanya pusing besok juga pasti sembuh" jawab nasir


"Apa kamu benar benar yakin nak, mau menikah dengan intan?" tanya ayah lagi.


Sebagai orang tua yang merawat anaknya hingga dewasa ia hanya ingin anak nya itu mendapat kan yang terbaik dan dapat membahagiakan anaknya.


"Iya om, Ardi yakin untuk menikah dengan intan" ucap nya terlihat meyakinkan


'lagi lagi akting yang sangat bagus' batin intan


"Om hanya tidak mau kamu menyakiti anak om, om berharap kamu dapat membahagiakan anak om. Tapi jika kamu merasa sudah tidak lagi mencintai anak om, om minta sama kamu untuk mengembalikan nya seperti waktu kamu meminta nya untuk menjadi pasangan mu nak" ucap ayah nasir

__ADS_1


"Iya om, Ardi akan membahagiakan intan semampu Ardi," ucapnya menatap intan.


Sepasang mata itu bertemu, intan mengalihkan pandangan nya kebawah


Setelah selesai mengobrol dan cerita, akhirnya Ardi pamit karena sudah malam.


"Apa dia benar mencintaiku atau hanya tidak mau terlihat berbohong di hadapan ayah?"


Aina ke kamar membuat intan terkejut.


"Kebiasaan deh ai, gak ketuk pintu dulu sebelum masuk," ucap intan memegang dadanya karena masih kaget.


"Hehe maaf kak" jawab Aina nyengir kuda.


"Mau ngapain ke kamar kakak, ai?" tanya intan


"Mau minta tolong ada tugas kampus" jawab nya


"Gak ada, kakak ngantuk ai. Kamu kerjakan sendiri ya," ucap intan setelah selesai dengan perawatan malam nya dan ke kasur menutup seluruh badan nya dengan selimut.


"Kakak bantuin intan dong, Rika sibuk jadi Aina perlu bantuan kakak" mohon Aina.


Bukan tidak mau membantu adiknya, namun dia merasa pikiran nya saat ini blank.


Intan juga tahu adiknya pasti bisa mengerjakan nya.


"Yaudah aina ngambek nih ya?" ucap aina melihat kakak nya yang masih menutup seluruh badan nya.


"Udah deh ai keluar, kakak nyebelin banget ai mau telpon kak Ardi, dia pasti mau bantuin. Secara dia sangat baik" ucap nya lagi lalu keluar kamar.


"Apa aina sudah dekat dengan mas Ardi? kamu tidak tahu aja ai, dia baik cuma di depan kalian kalau sama kakak mana ada baik nya" ucap nya bukan nya tidur tapi seperti biasa nonton drakor setelah bosan dengan drakor dia baca novel.


Di kamar Ardi


"Apa aku yakin untuk membahagiakan intan? atau aku malah akan menyakiti nya nanti?" ucap nya mengingat apa yang dikatakan oleh calon mertua nya, lalu tidur karena sudah larut malam.


happy reading guys


.


.

__ADS_1


.


bersambung 💃💃💃


__ADS_2