Cinta Gadis Biasa

Cinta Gadis Biasa
Bertemu camer


__ADS_3

Tiga hari berlalu, tapi Ardi tidak pernah menghubungi intan.


"Han, apa mas Ardi marah sama gue gara gara pak Rendi? lagian ngapain juga dia marah, kan hubungan ini juga karena gue harus lunasin hutang" ucap intan.


"Ya ampun intan sayang, berarti kak Ardi udah mulai jatuh cinta sama kamu" jawab Hana


"Gak mungkin banget deh han, dia aja dingin banget sama gue. Tapi agak pemaksa" balas intan


"Orang itu bisa berubah kapan aja" ucap hana


"Iya juga sih, udah sore gue mau pulang ya han."


"Bareng aja sama gue tan" ajak Hana


"Gak deh, gue duluan ya Hana, bye." Ucap intan berlalu pergi.


"Iya hati hati" Teriak Hana


Dibalas anggukan oleh intan


Diluar


Baru mau menaiki motor nya tiba tiba ada yang menarik tangan intan.


Intan menoleh ke arah orang itu.


"Eh mas, kamu ngapain kesini? gak usah narik gini mas, sakit." Intan meringis kesakitan.


Tidak ada jawaban dari Ardi, ia tetap saja menarik nya ke mobil.


"Mas, kamu mau bawa aku kemana? motor aku gimana mas?" Tanya intan yang sudah berada di dalam mobil.


"Ya tuhan, apa orang ini yang akan jadi suamiku?" lirihnya dengan mengecilkan suaranya tapi masih di dengar oleh Ardi dan menghentikan mobilnya, tentu saja membuat intan dukkk, bunyi dahi nya yang ke jedot.

__ADS_1


"Aww kepalaku" ucap intan


"Udah bicara nya?" tanya ardi menatap intan intens


Intan melihat itu bergidik ngeri dan menghadap ke kaca mobil dan matanya mulai berkaca-kaca.


"Aku minta maaf, aku tadi menarik mu dan tidak memberi tahukan mu bahwa akan membawa mu menemui orang tua ku." Ucap Ardi, Intan pun tidak bisa menahan air mata nya yang sedari tadi di tahan untuk keluar.


Tiba tiba Ardi memeluknya, sontak membuat intan kaget dan makin terisak.


Tidak bisa rasanya mengeluarkan satu kata pun.


"Aku minta maaf telah membuat mu menangis, aku juga sudah menyuruh orang suruhan ku membawakan motor mu, jadi tenanglah." Ucapnya lagi dan memegang bahu intan.


"Apa kamu mau bertemu mama sama papa?" lanjut nya sambil menyeka air mata intan, arghh manis sekali dan intan hanya mengangguk menyetujui nya. Ardi pun kembali menjalankan mobilnya setelah melihat intan lebih tenang.


Di mantion mewah milik keluarga putragroup



"Kondisi kan wajahmu, iler nya sampai keluar tuh" ucap nya membuat intan langsung mengelap mulutnya dan ternyata itu hanya menggoda saja.


Intan cemberut mengikuti nya dari belakang menunduk dan tersandung mengenai badan kekar nya.


"Jalan tuh lihat ke depan dan jangan berjalan di belakang ku, sini jalannya di samping ku."


Intan heran dengan orang ini, tadi baik sekarang mulai lagi. Ya tuhan entah apa yang terjadi setelah ini' batin nya.


Intan pun menuruti nya berjalan sejajar di sampingnya.



Ini pakaian mereka tadi sebelum kesini intan dan Ardi mampir di butik dan ke salon agar terlihat serasi ucapnya

__ADS_1


Di dalam


"Ma pa, ardi datang" teriak nya sudah seperti aina saja pikir intan.


"Iya ar, mama tahu. Halo sayang, maaf ya mama tidak menyambut mu di depan," ucap mama nela pada intan.


"Gak apa tante" jawab intan sambil tersenyum.


"Ayo kita langsung makan malam saja, ngobrol nya nanti." Intan mengikuti mama nela dan ardi ke meja makan.


"Ayo sayang di makan, tidak apa apa jangan sungkan." Mama nela melihat intan yang seperti malu untuk makan.


"Iya tante" Singkat sekali jawab nya.


Ardi hanya melirik ke arah intan.


"Kapan kalian menikah?" ucap mama nela tiba tiba membuat intan tersedak.


uhuk uhukk..


Ardi langsung menyodorkan air.


"Ma nanti saja kita bahas nya" jawab ardi


happy reading guys


.


.


.


bersambung 💃💃💃

__ADS_1


__ADS_2