
Kini sudah waktunya memasuki shalat subuh, Ardi terbangun, badan nya terasa sakit semua. Melihat mertuanya masih terbaring lemah, ia menoleh ke arah istrinya kenapa masih tertidur pikirnya.
Ia berdiri mendekati istrinya itu membangunkan nya untuk shalat. Namun, sebelum ia membangunkan nya ia menatap wajah istrinya dan menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah cantik nya.
Ardi tersenyum melihat istrinya tidur dengan sangat lelap. Namun intan mulai menggeliat dan pelan pelan membuka matanya, membuat Ardi gelagapan.
"Mas kamu ngapain?" tanya intan mengucek matanya sambil menguap.
"E itu anu a aku mau bangunin kamu untuk shalat bareng. Tapi gak jadi, karena kamu tidurnya seperti kecapean sampai ngorok" ucap Ardi terbata
"Ih masa sih mas, intan gak mungkin ngorok" ucap intan tidak yakin kalau dirinya ngorok.
"Kan aku yang denger tadi dan lihat langsung saat kamu tidur" balas Ardi
"Udahlah kita sholat aja" lanjut Ardi
"Aku gak bisa mas, kan belum selesai" ucap intan karena masih mens.
"Lah terus semalam apa bisa sholat?" tanya Ardi bingung.
"Semalam itu intan bisa shalat, karena menurut intan cuma sebentar mens nya tapi malah tadi datang lagi" ucap intan
"Kok bisa sih gitu, emang biasanya berapa lama?" ucap Ardi
"Seminggu mas" jawab intan
"Kalau gitu, aku ke mushola dulu" ucap Ardi
"Emang mas gak ke kantor?" tanya intan
__ADS_1
"Aku berangkat dari sini, baju aku nanti diantar" balas Ardi
"Mas pulang aja gak apa, pulang kerja bisa kesini lagi" ucap intan
"Kamu gak apa sendiri?" tanya Ardi kasian melihat istrinya masih mengantuk seperti nya.
"Gak apa kok mas, aku yang jagain ayah. Lagian nanti mama kesini" jawab intan
"Yaudah, aku sholat dulu ya, nanti sore pulang kerja langsung kesini lagi."
"Iya mas" balas intan
"Assalamu'alaikum," ucap Ardi.
"Wa'alaikum salam" jawab intan
Setelah kepergian suaminya, intan ke kamar mandi untuk membersihkan wajah nya dan kembali ke kursi di samping papa nya di rawat.
Waktu menunjukkan pukul 07:00 mama Aina Rika serta kedua mertua nya datang untuk menjenguk besannya.
"Sayang, kenapa gak bilang sama ibu dan ayah. Kalau ayah kamu sakit, kita langsung kesini karena Ardi yang menghubungi." Nela datang bersama suaminya.
"Maaf ma bukan gak mau bilang, cuma intan belum pegang hp dari kemaren" jawab intan
"Iya buk, maaf. Kami belum sempat memberitahu" ucap Meisya
"Tidak apa buk" ucap Bima
Ayah intan sebenarnya sadar, namun belum bisa untuk berbicara. Karena masih lemah, dengan bantuan oksigen.
__ADS_1
Ardi yang sudah pulang dari kantor langsung ke rumah sakit. Karena pasti istrinya kecapean menjaga ayahnya, istrinya sedikit keras kepala tidak mau mendengar nya kecuali dengan ancaman 'dosa'
sampai di rumah sakit ia memarkirkan mobilnya, dan menuju tempat dimana mertua nya dirawat.
Ia membuka pintu ruangan dan mendapati ibu mertua nya, masuk mengucapkan salam sambil melihat sekeliling ruangan kemana istrinya itu pikirnya.
"Kamu mencari istri kamu ya nak?" ucap ibu
"Hehe iya bu, intan dimana?" tanya Ardi
"Istri kamu tadi katanya mau ke taman rumah sakit ini, sambil cari udara segar." Jawab ibu
"Kalau gitu Ardi ke taman dulu ya bu, nyusul intan" ucap Ardi
"Iya nak udah sore juga, gak baik di taman sendirian" balas ibu
Ardi menuju ke taman mau menemui istrinya. Namun, langkahnya terhenti saat ada seseorang di samping istri nya.
Ardi mengepal kedua tangan nya berani sekali istrinya itu berselingkuh pikirnya.
๐ผ tanpa mencari tahu kebenaran, kadang dengan mudah nya kita mempercayai kesalahan๐ผ
happy reading guys
chingguya annyeong ๐ค
.
.
__ADS_1
.
bersambung ๐๐๐