Cinta Gadis Biasa

Cinta Gadis Biasa
Tante cantik


__ADS_3

Time to breakfast...


"Kita sarapan di hotel ini aja yah, habis itu baru pulang."


"Terserah kamu aja mas" jawab intan


Mereka turun untuk sarapan, tidak sengaja bertemu dengan teman lama Ardi.


"Kamu Ardi kan?" tanya nya


"Hmm Ronal?" jawab Ardi


"Apa kabar? udah lama banget gak ketemu" ucap Ronal memeluk Ardi.


"Baik, kamu kesini sama siapa? bukan nya kamu stay di luar negeri?" tanya Ardi


"Aku sama istri dan anak aku, disana (menunjuk istrinya) aku kesini hanya ingin liburan aja Ar, kangen juga suasana disini."


"Kamu dengan siapa disini dan ngapain?" tanya nya sambil melirik ke arah intan yang sedari tadi hanya diam.


"Kita sarapan dulu, nanti aku cerita." Lalu mereka bergabung ke istri dan anaknya Ronal.


"Kamu masih kenal kan sayang sama Ardi?" ucap Ronal


"Ardi teman kamu dulu itu?" tanya istrinya dan Ronal mengangguk


"Halo, aku Ardi teman Ronal, suamimu." Ardi berjabat tangan


"Aku Anna" jawab Anna


"Lalu siapa yang di samping mu ar?" tanya Ronal


"Oh aku sampai lupa, ini istriku intan. Kami kemarin baru menggelar pesta pernikahan disini, maaf tidak mengundangmu."


Mengenalkan intan sebagai 'istri' memang intan sekarang istrinya, namun intan bahagia ternyata Ardi mengakui dirinya sebagai istri dihadapan temannya.


"Wah selamat yah buat kalian" ucap Ronal dan istri nya


"Terimakasih"


"Terus yang ganteng ini siapa namanya?" tanya intan memegang pipi gembul nya gemas


"Ayden tante cantik" jawab ayden


"Ya ampun lucu nya," ucap intan tersenyum.


"Tante, kalau aku besar nanti, mau gak nikah sama aku?" tanya ayden membuat semuanya menatap ayden.


"Masih kecil aja mau ngajak istri om nikah, makan aja masih di suapi."


"Tante cantik pasti suka kan sama aku? secara ayden lebih tampan dari om tua itu."


"Wah parah nih bocah, persis bapaknya."


"Lah, aku di bawa-bawa." Lalu mereka tertawa melihat interaksi ayden dan intan.


"Lihat tuh Ar, istri kamu menyukai anak kecil buruan gas" ucap Ronal


"Masih proses, iya kan sayang?" ucap Ardi.


Intan tersenyum malu wajahnya memerah.


"Yaudah kita sarapan dulu, nanti kita ngobrol lagi."


Mereka sarapan sambil mengobrol ternyata istri istri mereka cepat sekali akrab apalagi dengan ayden.


"Nanti main main ya kerumah, jangan cepat balik atau kalau kalian kesini lagi wajib mampir."


"Iya ar nanti kita mampir" jawab Ronal


"Aku sama istri pamit ya, udah ditunggu mama dirumah" pamit Ardi

__ADS_1


"Padahal aku pengen ngobrol banyak sama kamu, tapi gak bisa. Aku sama Anna dan ayden mau kerumah mama juga di bali" ucap Ronal


"Tante kapan kapan kita main yah?" ucap ayden


Intan mensejajarkan badannya.


"Iya sayang, nanti kerumah om sama tante yah? kita main bareng" ucap intan sedih karena harus berpisah dengan ayden.


"Ayden sayang tante cantik" ucap ayden memeluk intan.


"Tumben loh ayden langsung suka sama orang yang baru dia kenal" ucap Anna


"Iya, biasanya dia gak suka apalagi sampai meluk sendiri gitu" ucap ronal


Ardi tersenyum melihat kedekatan antara ayden dan istrinya.


"Yaudah sayang, tante sama om pulang dulu yah?" ucap intan melepaskan pelukannya


anak kecil itu seperti ingin menangis melepas tante cantik nya.


"Kita nikah dulu tante, biar bisa serumah."


"Lah, belajar dari mana nih bocah?"


Intan hanya mengelus pipi gembulnya.


"Kita pamit ya Ronal, Anna dan juga si ganteng ini" ucap Ardi memegang pipinya namun ayden mengelap wajahnya dengan masih memanyunkan bibirnya.


"Om aja mengakui kegantengan ayden."


Mereka tertawa melihat tingkah anak kecil gembul itu.


"Mbak, aku pulang dulu ya? semoga bisa bertemu lagi." Intan memeluk Anna.


"Iya intan, aku senang bisa kenal kamu" jawab Anna


Mereka akhirnya sudah keluar dari hotel, menuju mobil yang sudah dari tadi supir rumah menjemput nya.


"Kamu kenapa?" ucap Ardi


"Aku gak apa mas" jawab intan


"Kelihatan lesu gitu, kamu sakit?" tanya Ardi


"Aku cuma kepikiran ayden lucu banget, pengen deh nanti punya anak kayak ayden" ucap intan mengingat ayden yang lucu.


"Kamu mau punya anak sama aku? mau berapa?" tanya ardi mengedipkan mata nya,


intan baru menyadari ucapan nya.


"Ee bukan maksud aku-"


"Gak usah malu gitu, aku siap kok bikin yang lebih lucu dari ayden" goda Ardi


"Apaan sih mas" ucap intan wajah nya sudah seperti kepiting rebus.


Ardi tersenyum senang menggoda istrinya itu.


mobilnya sudah terparkir di halaman rumah nya langsung disambut teriakan oleh orang tua nya.


"Selamat datang di rumah putragroup sayang" teriak mama


"Makasih ya tante" ucap intan tersenyum.


"Loh kok tante? kamu sekarang anak mama, jadi panggil mama dan ini papa" ucap Nela


"Mama sama papa" ucap intan


"Ayo sayang kita masuk." Mengajak intan dan meninggalkan Ardi dengan papanya di luar.


"Kok Ardi ditinggal gak disambut juga?" ucap Ardi, namun diabaikan sang mama.

__ADS_1


"Sabar Ar, sekarang mama kamu sudah punya anak perempuan, jadi sebentar lagi kamu tersingkir" ucap papa menyusul istrinya.


"Kenapa harus tersingkir?" pikirnya


Diruang tamu


"Sayang, kamu mau makan apa biar mama siapin?"


"Gak perlu tan eh mama, intan masih kenyang. Nanti kalau lapar biar intan masak sendiri" jawab intan


"Aku gak ditanya ma, lapar apa gak?" ucap Ardi


"Nggak" jawab mama singkat


Membuat intan dan papa mertua nya tertawa


"Mereka baru datang ma, biar mereka istirahat dulu sebentar lagi juga dzuhur."


"Yaudah kamu istirahat ya sayang, kamar nya di atas depan tangga itu kamarnya." Nela menunjukkan kamar Ardi pada menantunya.


"Kenapa sekarang aku yang seperti menantu disini" ucap ardi memanyunkan bibirnya


'apakah ini Presdir datar suamiku? ternyata dia juga punya sifat ambekan seperti itu' lirih intan dalam batinnya


"Kalau gitu aku ke kamar aja, disini juga percuma aku gak dianggap" ucap ardi pergi ke kamar nya


"Anak papa ngambek" ucap mama


"Kan anak mama juga" jawab papa


"Tapi benih papa" ucap mama


"Nak kamu susul aja suami kamu" ucap papa mengalihkan pembicaraan dari istrinya soalnya tidak akan selesai.


"Iya pa, ma aku nyusul mas Ardi yah" ucap intan.


"Iya sayang."


Intan menaiki tangga menuju kamar Ardi,


pelan pelan membuka pintu kamar.


Intan kemudian masuk kedalam tidak ada suaminya disana mungkin sedang mandi, melihat koper nya ia bingung ingin menata nya dilemari yang mana.


Ardi keluar dari kamar mandi melihat intan yang berdiri seperti bingung menatap koper.


"Kamu bisa letakkan baju kamu di lemari itu, disitu kosong." Ardi yang tiba tiba datang.


"Aa iya mas" ucap intan melihat Ardi yang hanya melilit kan handuk dipinggang nya


sangat menggoda iman bukan? badan kekar bahu lebar, perut bidang kotak kotak uwawww


intan ingin memegang nya.


"Kenapa menatap ku seperti itu? suka dengan tubuh ku? apa mau memegang nya?" tanya Ardi mendekat


"Emm a aku mau meletakkan baju bajuku mas" ucap intan salah tingkah.


Ardi tersenyum lalu mengambil baju nya untuk dipakai.


Goda lagi nanti om sendiri yang tergoda hihi..


Aku mencoba bersabar thor, diam aja kamu


Sabar konon, baiklah selamat bersabar🤭


.


.


.

__ADS_1


bersambung 💃💃💃


__ADS_2