Cinta Gadis Biasa

Cinta Gadis Biasa
Pulang kerumah


__ADS_3

Intan dan Ardi tiba dirumah dan menemui orang tua nya.


"Assalamu'alaikum" ucap nya


"Wa'alaikum salam" ucap mama belum menyadari siapa yang datang.


"Mama, papa" ucap intan


Mertua nya itu menoleh dan menghampiri menantunya.


"Sayang, kamu gak apa kan? kamu baik baik saja kan?" tanya mama langsung memeluk menantunya.


Intan hanya menggeleng, karena memang dia baik baik saja.


"Maaf nak, karena mama gagal mendidik anak" ucap mama


"Iya papa juga minta maaf atas apa yang Ardi lakukan, apalagi kalian baru menikah" ucap papa


"Kalian tidak perlu minta maaf, yang seharusnya minta maaf itu intan. Karena menginap di rumah Rani tanpa memberi tahu dulu pada kalian."


"Sudah lah nak, sebenarnya ini salah suami kamu karena dia mengkhianati kamu" ucap papa menyalahkan anaknya.


"Iya, maaf ma, pa. Ardi salah, Ardi tidak akan melakukan itu lagi" ucap Ardi menyesali perbuatannya.


"Apa kamu tidak mencintai intan, ar?" tanya mama


"Em Ardi mencintai nya ma" jawabnya melirik intan


"Tapi kenapa masih berhubungan dengan jeni?" ucap papa


"Ardi hanya-" ucap Ardi melirik intan lagi


"Papa juga minta maaf sama kamu ar" ucap papa


"Iya pa gak apa" jawab Ardi


"Sudah lah kalian istirahat, kamu juga seperti tidak terurus juga badan kamu sedikit kurusan ar, intan juga wajahnya pucat" ucap mama


"Iya, kalian istirahat saja sana."


"Intan keatas dulu ma" balas intan


Di kamar


Intan lelah badan nya sakit semua, karena seminggu tidak bekerja pikirnya, ia langsung berbaring di ranjang.


"Eh mandi dulu baru boleh istirahat" ucap Ardi


"Iya mas" jawab intan lemah.


Di kamar mandi ternyata intan menstruasi dan keluar untuk mengambil roti Jepang di laci dan kembali lagi ke kamar mandi.


Setelah selesai intan kembali ke ranjang, karena perut nya sakit dan semua badannya rasanya sangat sakit.


"Intan, kamu sakit? kita ke dokter ya?" ucap ardi melihat intan sangat pucat.


"Aku gak apa mas, hanya sakit perut" jawab intan lemah memegang perutnya.


"Kenapa? kamu belum makan? aku ambilkan makan ya" Ardi beranjak tapi di tahan intan.


"Aku udah makan mas, ini udah biasa setiap bulan" ucap intan membuat Ardi bingung.


"Setiap bulan? memangnya kamu punya penyakit apa?" tanya Ardi ternyata istrinya punya penyakit serius pikirnya.


Intan tersenyum.

__ADS_1


"Setiap bulan sebagian wanita pasti seperti ini mas, kecuali wanita yang sedang hamil" ucapan intan membuat Ardi semakin bingung.


"Kenapa bisa sama penyakit nya dan kenapa wanita hamil tidak merasakan?" tanya Ardi penasaran.


"Susah banget ngertinya sih, aku itu lagi menstruasi mas jadi jangan tanya lagi, kalau gak tahu lihat google" ucap intan memejamkan matanya.


Ardi membuka ponsel nya dan mencari tahu di google tentang wanita menstruasi.


"Baru tahu kalau wanita menstruasi itu masing-masing orang berbeda, ada yang gak ngerasain sakit sama sekali ada yang mual ada yang sakit seluruh badan nya dan sering berubah mood" ucap Ardi melihat google


harus hati-hati sama wanita yang sedang mens, ia manggut-manggut melihat yang baru ia ketahui dari google.


Untuk meredakan rasa nyerinya ia melihat lagi di google.


"Oh jadi begini, aku akan mencoba nya" ucapnya lalu keluar untuk mengambil sesuatu seperti yang barusan ia lihat di google.


"Mau ngapain di dapur den?" tanya bi Marni


"Ini mau ambil air hangat buat intan bi, buat meredakan nyeri perut nya" jawab Ardi


"Hmm iya den memang rasanya sangat sakit, jadi harus diperhatikan" ucap bibi


"Apa rasanya sangat sakit bi?"tanyanya


"Sangat sakit den" jawab bibi


"Yaudah Ardi keatas lagi ya bi" ucap Ardi


Dibalas anggukan oleh bibi


"Bi, ardi ngapain ke dapur?" Penasaran lihat anaknya ke dapur.


"Den Ardi ambil air hangat, nya. Buat non intan" jawab bibi


"Air hangat untuk apa?" tanya lagi


"Semoga mereka berdua selalu bersama" ucap mama


"Iya nya aamiin" ucap bi marni


Dikamar


Ardi menghampiri istrinya yang pucat sedang memejamkan mata dan meringkuk.


"Intan"


Istrinya membuka matanya.


"Boleh aku kompres ya perut kamu" ucap Ardi, intan mengangguk.


Ardi menaikkan baju istrinya terlihatlah perut putih datar susah payah menelan ludah, namun ia akan berusaha menahan menunggu intan memberikan hak nya.


Sebagai lelaki normal seperti Ardi, yang melihat perut istri nya saja sudah bergejolak.


Ardi mulai mengompres dan melihat intan lagi lagi istrinya itu memejamkan mata seperti sangat menahan rasa sakit nya.


Ardi tidak tega melihatnya.


Setelah beberapa kali mengompres, Ardi menghentikan nya karena airnya juga sudah dingin.


"Apa sudah lebih baik?" tanya Ardi


"Iya lumayan mas, makasih ya" ucap intan tersenyum.


"Yaudah kalau gitu kamu istirahat lagi" ucap Ardi lalu berdiri.

__ADS_1


"Kamu mau kemana mas?" tanya intan menahannya.


"Aku mau bawa ini turun, kenapa kamu butuh sesuatu?" ucap Ardi


"Gak usah mas, simpan aja dulu disini kamu juga pasti capek" ucap intan.


Ardi memang sangat lelah ia pun menaruh nya dan berbaring di samping istrinya.


"Makasih ya mas, sudah mau rawat intan" ucap intan berterima kasih pada suaminya


mata mereka bertemu dan Ardi memegang tangan intan.


"Aku minta maaf sama kamu, sekarang aku akan menebus kesalahan ku dengan merawat kamu" balas Ardi


"Apa kamu masih mencintai jeni?" tanya intan


Ardi nampak berpikir intan melepas genggaman tangan nya dan memunggungi suaminya.


"Aku tidak lagi mencintai nya, sekarang aku mencintaimu sayang" ucap Ardi.


intan berbalik ke arah suaminya


"Tadi kamu bilang apa mas?" Intan sebenarnya mendengar kalimat terakhir, namun dia harus memastikan nya lagi.


"Aku tidak lagi mencintai jeni" ucap Ardi


"Bukan yang itu mas yang terakhir," ucap intan


"Yang mana lagi?" ucap Ardi


"Terserah lah" Intan mau memunggungi suaminya lagi.


"Aku mencintaimu sayang" ucap Ardi


"Apa mas, sayang?" tanya intan


"Iya sayang, apa kamu tidak suka dipanggil sayang?" ucap Ardi


"Suka" jawab intan cepat.


Ardi mencubit hidung nya gemas dengan tingkah istrinya, kalau saja istrinya saat ini tidak lagi mens dia akan langsung meminta hak nya.


"Sakit mas" ucap intan manja dan ardi tertawa benar kata adik iparnya dulu istrinya ini bisa jadi seperti anak kecil juga.


"Kapan kita kerumah mas, aku udah kangen sama ayah dan ibu, sama aina juga" tanya intan


"Hm gimana kalau besok aja kita kesana sekalian nginap" ucap Ardi


"Beneran mas, kamu mau nginep dirumah? makasih ya mas" ucap intan langsung memeluk suaminya.


Ardi tersenyum dia akan mencintai istrinya ini batinnya.


hm belum MP om?


diem lu thor


gak bisa lah om


pokoknya diem thor


hahahhahahahah


.


.

__ADS_1


.


bersambung 💃💃💃


__ADS_2