
"Yang ingin mencelakai istri lu itu jenong ar, dia sengaja nunggu Intan diluar, dan langsung beraksi menjalankan misinya." Ucap Alex memberi tahu Ardi
"Lu harus hati-hati ar, gue yakin jenong tidak akan berhenti sebelum yang di inginkan tercapai, yaitu lu kembali lagi sama dia" lanjut Alex
"Gue harus kasi pelajaran sama dia lex, lu bantu gue sebar ke media bahwa jeni wanita ja**ng. Gue mau karir dia hancur, biar tahu berurusan dengan siapa dia."
"Lu yakin ar mau karir jeni hancur? gimana kalau Intan tahu? dia pasti kecewa lu hancurin karir orang, apa menurut lu setelah lu menghancurkan karir nya, dia akan berhenti?" tanya Alex
Ardi berpikir sejenak dengan keselamatan istrinya. Namun menurut nya, kalau masih dibiarkan bisa jadi jeni akan lebih parah dari yang saat ini di lakukan, untuk mencelakai istrinya.
"Gue percaya kan sama lu lex. Jangan biarkan intan tahu hal ini, gue mau jeni pergi dari kota ini, setelah semuanya tersebar ke media gue yakin dia akan di keluarkan dari agensi nya, dan tidak di terima di agensi manapun." Ucap Ardi memegang pundak sahabat nya
"Baiklah, gue akan bantu lu ar" jawab Alex
"Terima kasih lex, kalau gitu gue pulang dulu kasian Intan di rumah."
Setelah Ardi keluar, Alex pun segera pergi untuk melakukan tugasnya, juga meminta bantuan dari orang kepercayaan putragroup.
Ardi telah sampai di rumah.
"Assalamu'alaikum," ucap Ardi mencium satu satu punggung tangan orang tua dan mertuanya.
"Wa'alaikum salam" jawab semua orang
"Kamu dari mana ar? istri sakit harusnya temenin malah keluyuran." Ucap mama Nela
__ADS_1
"Ada urusan dikit ma" jawab Ardi
"Ardi ke atas dulu ya" lanjut nya
Ardi langsung menaiki tangga untuk menemui istrinya, sampai di pintu kamar ia membuka nya pelan dan menghampiri istrinya yang sedang tidur. Ia dengan pelan naik ke atas ranjang agar istrinya tidak terbangun.
Dengan pelan ia mengusap rambut istrinya, dan mengecup keningnya lembut.
Intan mulai menggeliat merasa ada seseorang yang menciumnya.
"Mas, kamu udah pulang?" tanya Intan
"Iya sayang, maaf ya mas tadi pergi ada urusan sebentar" jawab Ardi
Intan hanya mengangguk, menurut nya pasti urusan pekerjaan di kantor.
"Mas pasti capek, nanti aja yah habis maghrib" jawab Intan
"Yaudah mas mandi dulu yah."
Ardi beralih ke perut sang istri.
"Sayang jangan nakal ya, jangan buat mama sakit" ucap Ardi mengelus perut istrinya yang mulai membuncit.
"Iya papa" jawab Intan menirukan suara anak kecil.
__ADS_1
Ardi tersenyum menatap Intan, kembali mengecup kening istrinya, lalu ia ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Selesai dengan mandinya Ardi siap siap menunggu waktu sholat maghrib, melakukan perhatian kecil mengantar istrinya ke kamar mandi, dan memasangkan mukena istrinya. Biasa bagi wanita lain, namun bagi Intan sangat luar biasa, punya suami yang sangat perhatian terhadap dirinya, ia mengira Ardi sosok pria yang arrogan, kasar, namun salah.
Don't judge the book bye it's cover.
kalau kita hanya melihat dari luar saja tanpa mengetahui atau mengenal orang itu terlebih dahulu, kita tidak bisa langsung menilai orang itu buruk, dan begitu juga sebaliknya.
Kita juga tidak tahu yang mereka jalani di kehidupan sehari-hari mereka, untuk menutupi kesedihan dengan terlihat bahagia.
Belum tentu kita lebih baik dari mereka bukan?
So, boleh menilai tapi ingat
Allah tidak melihat rupa dan harta, melainkan melihat hati dan amal.
Happy reading guys 🤗
Chingguya annyeong
.
.
.
__ADS_1
bersambung 💃💃💃