Cinta Gadis Biasa

Cinta Gadis Biasa
Mengantar pulang


__ADS_3

Setelah selesai makan malam, mereka berkumpul di ruang tamu.


"Jadi bagaimana pernikahan kalian? apa mau tunangan dulu atau langsung menikah?" tanya papa Bima


"Iya sayang, tante sudah tahu semua tentang kamu dan keluarga kamu," ucap mama nela dengan tersenyum.


"Maaf tante, om. Saya bukan dari kalangan seperti kalian, saya hanya dari keluarga yang biasa saja dari kampung," jawab intan tidak enak. Karena intan hanya gadis kampung.


"Tante sama om tidak melihat dari mana kamu berasal nak, kami hanya menginginkan menantu yang baik untuk keluarga putragroup" Papa bima dengan tegas berucap jika mereka tidak melihat itu dari tahtanya.


"Ar, apa kamu sudah menemui keluarga intan dan membicarakan hubungan kalian?" tanya papa lagi


"Belum pa" jawab ardi santai.


"APA .. ? Ya ampun anak papa itu" ucap mama kaget. Bisa bisa nya anak nya itu belum menemui keluarga intan.


"Mama jangan lupa, anak mama juga" jawab papa


"Iya, tapi Ardi lebih mirip sama papa" ucap mama lagi


"Suah lah ma, pa. Kalian ini sama saja, kan aku memang anak kalian berdua" balas Ardi


Intan tersenyum melihat keluarga ini.


"Sayang, kamu cepat menikah lah dengan Ardi, biar tante punya anak perempuan." Ucap mama nela


"Tapi tan-" Ucapan intan terpotong oleh Ardi


"Secepatnya ma, mama tenang aja. Iya kan sayang?" Tanya Ardi menatap tajam intan.


"Hehe iya" jawab intan


'apa apaan orang ini, selain pemaksa dia juga emang sesuka hati nya sendiri tanpa membicarakan nya dulu padaku'

__ADS_1


"Jangan memaki ku," bisiknya membuat intan bergidik.


"Tante, ini sudah malam. Jadi saya harus pulang nanti orang tua saya nungguin."


"Sayang kenapa tidak menginap saja disini?"


"Iya nak, biar besok saja pulangnya" ucap Bima


"Terima kasih om, tapi saya harus pulang nanti saya usahakan bisa menginap disini."


"Ar, kamu kok diem aja sih anterin dong calon mantu mama jangan sampai lecet," ucap nela tersenyum


"Tenang ma, tidak akan Ardi biarkan calon mantu mama ini lecet," ucapnya merangkul bahu intan, dan lagi lagi intan hanya tersenyum menanggapi nya.


"Kalau gitu saya permisi om, tante. Selamat malam," ucap intan dan mencium punggung tangan mereka diikuti Ardi dibelakang nya.


"Pa, mama berharap mereka berjodoh. Mama lihat intan itu selain cantik juga baik dan sangat sopan," ucap nela


"Iya ma, tapi kita hanya bisa merencanakan, Allah lah yang menentukan." Jawab Bima


Di luar


Ardi fokus menyetir tanpa berkata apapun pada intan dan membuat intan bosan jadi dia tertidur.


Ardi yang fokus pun tidak melihat kesamping setelah sampai dirumah intan, dia baru sadar kalau intan sudah tertidur pulas.


Ardi melihat ke arah intan yang tertidur dia kasian untuk membangun kan nya.


"Dasar gadis aneh, tidur aja seperti itu" ucap Ardi


Akhirnya dia memutuskan untuk mengetuk pintu rumah intan dan izin untuk menggendong intan ke ke kamar nya.


__ADS_1


Begini yah posisi tidur intan di mobil hehe.


"Tante, om. Saya permisi pulang dulu, maaf tadi saya tidak izin bawa intan kerumah" ucap Ardi


"Tidak pa-pa nak, maaf merepotkan apa tidak sebaiknya duduk minum teh dulu?"


"Iya nak duduk dulu sebentar," ucap ayah nasir


"Terima kasih tante, om. Lain kali saja, saya permisi." Pamit nya dan mencium tangan orang tua intan.


"Iya nak hati hati, lain kali berkunjung lah ke rumah kecil kami ini." Ucap nya lagi sambil mengantar ke depan, dibalas anggukan oleh Ardi.


Sepergi nya Ardi dari rumah intan, lalu ibu Meisya menutup pintu rumah dan masuk kedalam.


"Apa dia lelaki yang dibicarakan intan kemarin ma?" tanya ayah


"Iya pa. Ganteng, sopan lagi anaknya, ibu setuju kalau intan sama dia."


"Hm kalau ayah setuju aja bu, terserah mereka berdua yang terpenting terbaik untuk putri kita."


"Iyaa yah, ya sudah kita tidur aja udah malam."


"Iya bu, ayo!"


Apakah harus ada konflik 🤔


Author sih pengen nya lurus bahagia aja ni cerita hehe.


.


.


.

__ADS_1


bersambung 💃💃💃


__ADS_2