
Ardi melebarkan langkah nya, agar cepat mengetahui siapa yang sedang duduk dengan istri nya itu.
"Intan" ucap Ardi yang sudah berada di belakang istrinya.
Intan menoleh kearah orang yang memanggil namanya.
"Mas Ardi, kamu udah pulang?" ucap intan
Ardi menoleh ke arah orang disebelah istrinya tadi, dan
"KAU.. " ucap Ardi menunjuk wajah nya.
Ardi dengan cepat memegang kerah kemeja orang itu, intan mencoba melerainya.
"Mas, ini rumah sakit" ucap intan
"Untuk apa kamu menemui istriku?" ucap Ardi
"Aku bertugas ar, tentu saja aku berada disini, kamu tidak lihat aku seorang dokter" jawab Arlan tersenyum.
"Kenapa kamu mau ngobrol sama dia?" ucap Ardi kepada intan.
"Mas tadi-
"Aku yang menghampiri istri kamu dan mengajaknya ngobrol. Lumayan asik juga sih ngobrol nya, iya kan tan?" ucap nya sambil bertanya pada intan.
"I iya kak" jawab intan sambil melirik suaminya.
"Sekarang kita pergi dari sini dan jangan menemuinya tanpa sepengetahuan ku lagi, mengerti!" ucapnya pada intan
"Dan buat kamu, jangan temui lagi istri ku!" ucap Ardi.
"Tidak semudah itu ar, aku sangat mencintai intan. Aku kembali dari london hanya untuk menemui intan, tapi kau merebut nya" ucap Arlan
Bukk..
__ADS_1
Ardi memukul wajah Arlan berani sekali ia berbicara seperti itu pikirnya.
"Kak jangan ulangi seperti waktu itu kak, jangan buat kita jadi tontonan satu rumah sakit." Ucap intan melihat Arlan tersungkur.
"Kamu jangan mendekati istri ku, mengerti!" ucapnya menegaskan
Lalu meninggalkan Arlan dan menarik tangan istrinya tanpa menoleh lagi. Walaupun intan mengatakan tangan nya sakit, karena ditarik terlalu kuat oleh nya.
"Mas, kita pulang aja, intan mau tidur dirumah. Gak usah pamit ke mama, nanti intan telpon aja." Ucap intan karena saat ini tidak mungkin ia masuk ke dalam ruangan papa nya dirawat dengan keadaan pergelangan tangan merah, dan mata menangis.
Ardi tidak membalas jawaban intan. Namun, ia menuju mobilnya untuk pulang ke rumah intan.
Dimobil intan meringis kesakitan dengan tangan memar.
Sesampainya di rumah intan, disana nampak sepi karena Aina dirumah Rika. Mereka masuk kedalam rumah.
Intan yang langsung menuju ke kamar mandi, diikuti oleh ardi dari belakang.
"Mas kamu ngapain kesini?" ucap intan
"Aku ini suami kamu. Jadi, aku yang berhak atas semua yang ada di diri kamu." Ucap Ardi
"Kamu harus di hukum" bisik Ardi ke telinga intan membuat bulu kuduk nya merinding. Ardi mendekatkan wajahnya dengan wajah istrinya.
"Mas emmhhhh" ucapan intan tertahan karena sudah di tutup dengan mulut Ardi.
Intan memberontak. Namun, tenaga nya kalah dengan suaminya.
Karena tak kunjung membalas ciuman nya, Ardi menghentikan dan menatap istrinya.
"Kenapa kamu menolak ku?" ucap Ardi
"Mas bukan aku menolak, hiks pertama aku tidak tahu caranya, kedua kamu memaksa dan ketiga kita tidak saling mencintai mas." Jawab intan terisak.
"Kalau kamu tidak tahu caranya akan aku ajari, gimana caranya berciuman. Apa kamu tidak mencintai ku? apa kamu mencintai Arlan itu, hah?" ucap nya membentak intan.
__ADS_1
"CUKUP.."
"Kamu hanya selalu menuduhku mas, tanpa bertanya dulu. Apa yang kamu tuduhkan itu benar atau salah. Kamu saja belum bisa kan melupakan mantan kamu itu? sekarang kamu saja yang tidur di kamar ini, intan tidur di kamar Aina" ucap intan pergi meninggalkan suaminya yang mematung.
Benar apa yang di katakan intan bahwa dirinya menuduh tanpa alasan, dan malah mempercayai orang lain yang ia pun tidak memperdulikan orang itu.
"Ya tuhan, kenapa aku bertindak bodoh dan malah menyakiti nya?" ucap Ardi mengacak rambut nya.
Seusai shalat Ardi keluar dari kamar, sambil mencari istrinya. Namun, ia tidak menemukan nya. Ia hanya melihat makan malam yang sudah di siapkan istrinya di atas meja.
"Dalam keadaan marah saja ia masih melayani ku, walaupun tidak semuanya." Ucapnya memang intan belum seutuhnya menjadi istri Ardi, ia hanya melayani lahir tidak dengan batin.
Ardi menghampiri pintu kamar Aina dan akan mengajaknya makan malam bersama.
"Intan, ayo makan dulu" ucap Ardi
"Kamu aja mas, maaf ya tadi aku duluan. Aku lagi baca novel kamu makan sendiri aja gak apa kan?" ucap intan tanpa membuka pintu,
Ardi kecewa. Namun, ini memang salahnya, ia tahu istrinya itu hanya beralasan agar tidak menemuinya.
Ardi makan malam sendiri dirumah istrinya itu, tanpa ada yang menemani. Masakan istrinya yang biasa nya sangat enak terasa biasa saja malam ini.
Gitu sih nuduh istri sendiri macem2 si om
Apaan si thor
Emang enak ahhahah
Tawa tawa terosss
Sian nye
.
.
__ADS_1
.
bersambung 💃💃💃