
Beberapa hari ini, intan kurang sehat. Badannya terasa lemas dan gampang capek.
Ardi tidak tega, untuk membangun kan istrinya. Ia hanya mengelus rambut dan mencium keningnya.
Lalu ia beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi, untuk bersiap shalat dan berangkat kerja.
Ardi keluar dari kamar mandi, melihat istrinya tetap tertidur disana.
"Sayang, bangun yuk shalat udah subuh" ucap Ardi membangun kan lembut istrinya.
Intan menggeliat dan menoleh ke arah Ardi.
"Udah subuh ya?" tanya intan sambil mengucek matanya.
"Ayo nanti keburu habis waktunya" ucap Ardi
"Gendong" ucap intan manja merentangkan kedua tangannya.
"Sayang kalau kamu begini yang ada kita gak shalat loh" ucap Ardi.
Intan menurunkan tangannya dan menuju kamar mandi, setelah beberapa saat kemudian mereka melakukan kewajiban nya.
Sarapan pagi di meja makan.
"Kamu mau makan apa, mas?" ucap intan
"Sayang aku bisa ambil sendiri" ucap Ardi
Namun tetap intan mengambil kan.
"Nak wajah kamu kenapa pucat?" ucap papa
"Gak apa kok yah" jawab intan
"Sayang, kamu kenapa gak makan?" ucap mama
"Intan belum selera sarapan ma" jawab intan
"Sayang mas suapin yah? buka mulutnya aa" ucap Ardi
"Aku gak mau mas" jawab intan
"Dikit aja ya" ucap Ardi dan intan mencoba memakan yang di suapi suaminya. Namun baru ia mengunyah rasanya ia sangat mual.
Intan berlari ke wastafel diikuti Ardi di belakang nya untuk membantu istrinya memijat belakang lehernya.
uwek uwekk....
"Sayang kamu kenapa?" ucap Ardi khawatir.
__ADS_1
"Intan gak apa mas, masuk angin aja" jawab intan setelah membersihkan mulutnya, lalu kembali ke meja makan.
"Maaf ya ma, pa. Intan membuat sarapan kalian jadi tidak berselera" ucap intan
"Gak apa sayang, sekarang kamu mau makan apa?" ucap mama
"Intan pengen rujak buah ma, seperti nya seger pagi pagi pakai bumbu kacang yang pedas." Jawab intan sambil membayangkan buah segar.
"Sayang, nanti kamu sakit perut loh."
"Ar cepat beliin sana."
"Kok Ardi sih ma, kan Ardi mau ke kantor" ucap Ardi menolak.
"Tapi intan maunya mas Ardi yang beliin" ucap intan matanya mulai berkaca-kaca.
"Tapi say-
"Udah sana ar, kamu beliin dari pada intan ngambek" ucap papa menertawakan anaknya.
"Iya kamu maunya pakai buah apa?" tanya Ardi
Hmmm
"Intan mau mangga 5 iris, kedondong 1 sama jambu, ditambah nanas 2 potong."
"Tambah bengkoang juga enak, harus yang masih seger ya mas" ucap intan
Setelah suaminya pergi, intan rasanya lemas ingin tiduran aja.
"Ma, pa. Intan ke kamar dulu ya" ucap intan
"Iya nak istirahat yah" jawab papa
"Mama antar ya sayang" ucap mama berdiri
"Gak usah ma, intan sendiri aja" ucap intan.
Seperginya intan ke kamar nya, mama sama papa saling menatap.
"Papa tahu apa yang mama pikirkan" tebak papa.
"Sebentar lagi kita punya cucu pa" ucap mama histeris.
"Husst kalau gak gimana ma? nanti intan kecewa bagaimana kalau cuma masuk angin biasa?"
"Pokoknya mama harus beliin testpack buat intan" ucap mama lalu pergi meninggalkan suaminya.
Bima menghela nafas panjang, istrinya itu memang keras kepala. Namun baik.
__ADS_1
Ardi sudah mendapatkan apa yang di inginkan istrinya.
"SAYANG MAS PULANG.." teriak Ardi dan memberikan rujak nya pada bibi agar disiapkan untuk istri nya.
Intan keluar dari kamar dan turun dengan berlari kecil.
"Mana mas rujak nya?" tanya intan tidak sabar ingin memakan rujak.
"Bentar sayang disiapin bibi, mas berangkat ke kantor ya" ucap Ardi
"Eh tunggu jangan berangkat dulu temenin intan makan" ucap intan dengan manja.
'ya tuhan istriku kenapa aneh begini' batin ardi
sambil mengelus rambut intan, rujak yang disiapkan bibi pun datang.
"Ini rujaknya nak" ucap bibi menyerahkan piring yang terisi rujak buah.
"Makasih ya bi."
Intan tidak langsung mencicipi ia menghitung lagi irisan buah yang ia pesan.
"Mas kok malah mangga nya yang 2 iris, nanas nya 5 iris sih?" ucap intan cemberut dan langsung beranjak dari kursi.
"Sayang, tapi kan cuma salah itu aja. Coba dulu, mas sampai telat ke kantor loh buat beli ini" ucap Ardi geram dengan istrinya, karena tidak mau memakannya gara gara kebalik irisan doang.
"Jadi mas gak ikhlas? ya udah sana berangkat ke kantor. Intan minta maaf karena buat mas telat" ucap intan dengan mata memerah dan berlari ke kamar atas.
"Sayang bukan begitu maksud mas, hei" ucap Ardi melihat istrinya pergi.
Papa melihat anaknya langsung menghampiri.
"Ini belum seberapa ar, kamu harus sabar. nanti malam atau besok apa yang ia inginkan harus kamu turuti" ucap papa menepuk pundak anaknya.
Ardi menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal, kenapa papanya bisa tahu pikir nya.
Lalu ardi pamit ke kantor tanpa ke kamar nya terlebih dahulu.
Gak peka banget jadi cowok, pasangan ngambek itu bujuk atau apalah gitu, jangan main tinggal aja bos huhhhðŸ˜
happy reading guys 🤗
Pasti readers pusing yah Alhamdulillah sama eh maksudnya emang sengaja biar pusing ðŸ¤
.
.
.
__ADS_1
bersambung 💃💃💃