Cinta Gadis Biasa

Cinta Gadis Biasa
Tawaran Ardi


__ADS_3

Acara ultah Rani pun selesai dan kini intan dan aina pamit pulang.


"Ran udah malam gue sama aina pamit pulang ya, ini kado buat lu dari gue dan aina maaf cuma bisa kasi ini."


"Iya tan makasih ya, yaudah kalian naik apa kesini?"


"Kita tadi kesini pakai taksi ran."


"Gimana kalau gue antar kalian yah?"


"Gak usah ran, gue sama aina naik taksi lagian kan udah malam."


"Yang bilang siang siapa tan."


"Udah kak, jangan lama lama."


"Ya udah ran, gue pulang ya."


"Gimana kalau sama kak rico aja, tolong antar intan sama aina ya kak," pinta Rani.


"Biar gue aja yang antar." Menawarkan diri bukan rico yang jawab tapi Ardi.


"Gak usah tuan, saya pakai taksi aja ayo ai," mengajak adiknya keluar.


"Kenapa gak diterima aja sih kak, ini udah malam nyari taksi susah."


"Kita kan belum mencoba nya ai."


huhhhh


"Tuh kan apa aina bilang kak."


"Bentar lagi ai, sabar."


Tin tin... klakson mobil


Aina dan intan pun menoleh ke arah suara mobil itu.


"Kak itu kan teman kak rico tadi," bisik Aina. Karena orang itu menghampiri keduanya.

__ADS_1


"Ayo aku antar, lagian udah malam gak baik wanita berdiri disini gimana kalau ada orang jahat," ucap ardi menakut nakuti intan


membuat aina takut.


"Ayo kak ikut kakak ini aja."


"Udah deh ai, bentar lagi juga ada. Makasih tuan atas tawaran nya." Membuat Aina kesal pada kakak nya itu.


"Gimana kalau kamu aja yang kakak antar?"


"Tapi kak intan kasian disini sendiri kak."


"Ayo aku antar, ini tawaran terakhir ku. Kalau tidak mau ya sudah bentar lagi juga ada yang nawarin diajak macem macem."


Membuat keduanya semakin takut.


"Ya udah tuan kita ikut," jawabnya membuat Ardi tersenyum.


"Dari tadi kek udah pegel semua badan ai kak," gerutu aina cemberut.


"Iya maaf ai"


"Eh kamu didepan, emang kamu pikir aku supir," ucap ardi saat melihat intan mengekor Aina di tumpangan belakang.


"Alamat rumah kamu dimana?"


"Di jalan Pattimura blok b no 57 tuan."


Hmmmm


Tibalah intan di kontrakan


"Aku akan tetap menagih nya nanti kamu jangan lupa itu." Buka suara karena aina tertidur.


"Tapi tuan apakah tidak bisa di kurangi? saya rasa lecetnya juga tidak seberapa, itu terlalu banyak yang harus saya ganti tuan. Beri saya keringanan tuan," intan memohon.


"Cerewet sekali kamu, hutang kamu tetap segitu tidak ada keringanan."


cklek.

__ADS_1


Suara pintu rumah terbuka


"Cari siapa ya nak?" Ibu Meisya bertanya,


mereka pun keluar.


"Maaf tante, saya mengantar anak tante."


Intan pun keluar dan membangun kan aina.


"Ai ayo bangun udah sampai."


"Makasih ya kak udah antar aina dan kak intan," Aina dengan mata masih mengantuk.


"Iya sama-sama, kalau gitu saya permisi," ucap nya pamit.


"Iya nak terima kasih sudah mengantar anak anak saya."


Ardi pun mengangguk masuk kedalam mobil dan meninggalkan kontrakan intan.


Ini kontrakan yang masuk gang besar ya jadi masih masuk mobil.


Setelah kepergian Ardi, intan aina dan ibu pun masuk kedalam.


"Itu pacar kamu tan? Ganteng dan sopan."


"Bukan bh itu teman nya kak rico, kakak Rani."


"Ibu gak tahu aja dia nganterin cuma ngingetin hutang intan'batin nya


"Ibu kira pacar kamu tan."


"Intan kan gak punya pacar bu, yaudah intan ke kamar ya nyusul Aina."


Meisya mengangguk dan iapun kembali ke kamar nya...


.


.

__ADS_1


.


bersambung 💃💃💃


__ADS_2