
Di pagi hari saat Ardi telah rapi dengan jas kerja nya, dan akan berangkat ke kantor. Ia keluar dari kamar dan menuju meja makan, ternyata istrinya sudah menyiapkan sarapan untuknya.
Namun, istrinya itu tidak terlihat di meja makan.
'Apa intan masih tidur ya jam segini'batinnya
Ardi mendekati pintu kamar Aina dan mengetuk pintunya.
"Intan kamu masih tidur ya? ayo sarapan dulu habis itu aku antar ke rumah sakit."
Namun tidak ada sahutan dari dalam, Ardi memegang gagang pintu dan membukanya ternyata tidak di kunci, dan ia tidak menemukan istrinya di dalam kamar.
"Intan kemana ya? apa udah berangkat duluan ke rumah sakit?" ucap Ardi
Lalu ia kembali ke meja makan, ternyata di bawah gelasnya intan menyelipkan surat.
Lalu ardi mengambil dan membacanya.
isi surat
assalamualaikum mas. Maaf intan gak pamit ataupun membangun kan mas tidur, intan berangkat sendiri ke rumah sakit. Sarapan sudah intan siapin di atas meja ini, kalau mas ke kantor hati hati ya jangan lupa kunci pintu.
wassalam
INTAN.
Ardi memejamkan matanya dan menghela nafas panjang.
"Benar kata Alex, aku brengsek. Aku mencintai istri ku. Tapi, sikap ku tidak menunjukkan bahwa aku telah mencintai nya."
Ia menatap lagi sarapan yang sudah di siapkan istrinya. Ia pun segera menyantap nya, setelah nya ia berangkat ke kantor.
Di rumah sakit
"Intan, kamu sendiri? gak di antar suami kamu?" tanya ibu karena melihat anaknya tidak bersama suaminya.
"Mas Ardi kan ke kantor bu. Jadi, dia buru buru tadi berangkat belum sempat masuk kesini." Intan berbohong pada ibu nya.
"Gak apa kok nak, ibu hanya berharap kalian langgeng terus" ucap ibu
Intan dan ibu mengobrol. Sementara di kantor, Ardi nampak tidak seperti biasanya. Apalagi alex yang selalu kepo membuat nya semakin pusing.
"Lu napa lagi sih ar? gue liat liat nih ya, semenjak menikah kek nya lu sering uring-uringan gini. Pasti sekarang intan lagi kan?" ucap Alex menebak bahwa sahabat nya sedang memikirkan tentang intan.
"Gue bingung lex, melihat intan dekat dengan pria lain gue gak suka, dan akhirnya malah gue nyakitin dia."
"Maksud lu nyakitin dia gimana?" tanya Alex tidak mengerti.
__ADS_1
Lalu Ardi menceritakan mertuanya yang dirawat di rumah sakit, dan istrinya yang di dekati oleh Arlan. Ia juga menceritakan bahwa ia menarik paksa intan dan membuat istrinya menangis kesakitan.
"Ya ampun ar, intan tidak mungkin seperti itu. Lu malah nyakitin hati nya dan membuat nya kecewa sama lu. Jangan sampai intan benar benar melakukan apa yang kamu tuduhkan itu ar" ucap Alex geram dengan sahabat nya ini.
"Terus gue harus gimana lex?" tanyanya bingung ingin melakukan apa.
"Lu harus naikin gaji gue haha" jawab Alex
Ardi langsung menatap tajam Alex.
"Santai bro becanda aja(Alex tertawa) nanti lu tunjukkin sama intan bahwa lu itu benar benar cinta sama dia ar. Jangan marah apalagi terus menerus kasar sama dia."
Ardi nampak berpikir.
'pokoknya aku harus tunjukkin bahwa aku sudah mencintai nya.' batin ardi
Alex melihat sahabatnya yang senyum senyum mengira bahwa sahabat nya itu stress pikirnya.
"WOY.... sadar" ucap Alex mengagetkan Ardi.
Ardi yang tadinya memikirkan istrinya terkejut.
"Lu apaan sih lex, keluar lu dari ruangan gue" ucap Ardi mengusir sahabatnya.
Alex sudah biasa dengan sahabatnya yang sering mengusirnya, setelah ia bercerita dan tenang.
"Gak usah ngatain gue lex, keluar sana" ucapnya sambil mengecek berkas berkasnya.
Alex keluar dari ruangan sahabat nya itu, dengan masih ngedumel kek emak emak sambil jalan keluar.
Ardi tersenyum ia selalu suka membuat sahabat nya kesal.
Setelah selesai dengan pekerjaan di kantor, ia akan menemui mertua serta istrinya, ia akan mencoba menunjukkan bahwa dirinya telah mencintai istrinya.
Di rumah sakit
Orang tua Ardi berada di ruang inap besan nya, Meisya dan nela sedang mengobrol dengan ayah dan aina juga intan.
Ardi masuk ke ruangan itu.
"Assalamu'alaikum semuanya," ucap Ardi
"Wa'alaikum salam" jawab semua orang bersamaan. Namun, intan langsung menundukkan kepalanya.
"Nak, suami kamu datang. Sambut dong cium tangan" ucap Meisya
Intan menoleh ke arah Ardi yang tersenyum. Intan berdiri menghampiri Ardi dan mencium tangan suami nya, dibalas dengan mencium dahi istri nya tersenyum.
__ADS_1
"Gini kan enak di lihatnya" ucap Nela
Mereka duduk dan kembali mengobrol.
"Apa kamu sudah ada tanda tanda sayang?" ucap nela pada menantunya.
"Tanda tanda apa maksud mama?" tanya intan bingung.
"Tanda kalau sudah ada benih di rahim kamu" ucap mama
"Belum ada ma" jawab intan
Bagaimana bisa hamil pikirnya, mereka belum ngapa-ngapain juga.
"Kita belum memikirkan hal itu ma. tapi, Ardi dan intan akan tetap berusaha, iya kan sayang?" ucap Ardi
"I iya mas" jawab intan
"Kalian tidak perlu menunda kehamilan, karena kami semua sudah menginginkan cucu, iya kan jeng?" ucap nela
"Iya buk, kamu tidak boleh nunda nak umur kalian sudah sangat cukup memiliki anak" ucap Meisya
"Tante sama ibu benar kak, ai juga pengen di panggil onty ai hihi" ucap Aina
"Iya ai, tapi kan intan baru nikah juga ma" ucap nya membuat mertua serta ibunya kecewa.
"Tapi intan akan berusaha supaya kalian cepat punya cucu" Lanjutnya membuat Ardi sangat senang.
"Iya sayang, kita akan berusaha bersama" ucap Ardi merangkulnya
"Intan keluar bentar yah, bu" ucap intan menghindari Ardi.
"Aku mau nyusul intan dulu ya semuanya," ucap Ardi.
"Apa mereka sedang bertengkar? kenapa mereka bertingkah aneh" ucap nela
"Udahlah bu, mungkin intan kecewa dengan permintaan kita, lagian kita jangan terburu buru kasian intan, mereka juga baru menikah" ucap ayah
Mereka mengangguk, sebenarnya yang diucapkan ayah benar. Mereka tidak boleh memaksa untuk segera mempunyai anak.
.
.
.
bersambung 💃💃💃
__ADS_1