
"Yasudah nak kita siap siap shalat maghrib berjamaah, nanti setelah makan malam ibu cerita atau mau tahu sendiri dari istri kamu ini" ucap ibu
"Baiklah aku akan menunggu kalian menjelaskan nya padaku" jawab Ardi lalu kembali ke kamar intan.
"Kamu kenapa gak bilang aja sih ai" ucap ibu
"Gimana kalau mas Ardi beneran marah?" ucap intan
"Haha ai suka aja ngerjain kak Ardi, lagian nanti kan kita jelasin" jawab Aina
Hufffhh intan dan ibu menghela nafas panjang, bisa bisa nya juga Ardi percaya pada Aina.
Intan menyusul suaminya itu namun Ardi terlihat marah, tapi karena di rumah mertuanya ia tidak berani untuk memarahi istrinya, ia hanya diam saja.
Sampai waktu shalat maghrib mereka berjamaah lalu makan malam Ardi menjawab pertanyaan-pertanyaan mertua nya hanya mengangguk dan menggeleng.
Selesai makan mereka berkumpul di ruang tamu di meja Aina meletakkan kue yang di beli kakak ipar nya tadi sore.
"Ini kak Ardi loh yang beliin" ucap aina
intan melirik ke arah suaminya yang hanya diam saja.
"Nak Ardi kamu kenapa nak, apa kamu sakit?" ucap ayah
Ardi mengangkat wajahnya.
"Gak apa kok yah" jawab Ardi tersenyum paksa
"Oh iya nak ardi, sekarang waktunya ai mau jelasin semuanya tentang intan" ucap ibu
"Maksud ibu jelasin apa?" tanya ayah
"Jelasin kalau intan punya suami selain nak ardi yah" ucap ibu santai
"APA....? intan punya suami selain Ardi? kenapa kamu gak bilang sama ayah nak" ayah terkejut karena ayah nya benar tidak mengetahui.
"Jadi ayah gak tahu, kalau intan punya suami selain Ardi?" tanya Ardi
"Jelaskan ini, kenapa ibu malah mendukung nya. Siapa laki-laki itu?" ucap ayah
Intan takut melihat ayahnya, ia langsung gemetar menunduk.
"Yah, intan han-
"Kamu sudah buat ayah kecewa nak" ucap ayah memegang dadanya.
"Ayah maafin intan, ini salah paham" ucap intan mendekati ayah nya.
"Iya yah, sebenarnya bukan suami beneran cuma bohongan" ucap aina
"Maksud kalian apa bohongan?" ucap Ardi
Ayah memegang dadanya yang semakin terasa sakit.
"Kita kerumah sakit dulu, bahasnya nanti aja" ucap Ardi membawa mertuanya ke mobil, semuanya ikut mengantar.
Di mobil
"Ayah bertahan yah, ini semua salah Aina hiks" ucap Aina
"Lain kali jangan ngerjain orang ai, lihat kan sekarang ayah kamu kambuh lagi" ucap ibu
Intan tidak bicara sama sekali, ia hanya menangis melihat ayahnya kesakitan.
Akhirnya mereka telah sampai di rumah sakit dan memanggil dokter untuk segera di tangani.
"Maaf pak, buk. Kalian tunggu diluar agar kami periksa dulu keadaan pasien" ucap suster dan menutup pintu.
__ADS_1
Intan masih di depan pintu sambil mengintip di kaca, ayah nya yang di pasang oksigen oleh perawat ia merasa sangat bersalah. Kenapa ia tidak pernah bercerita pada ayahnya bahwa suami bohongan itu adalah idol Korea kesukaan nya.
Ardi kasian terhadap istrinya yang seperti itu, namun yang intan lakukan memang salah menurutnya.
Aina menangis sesenggukan memeluk ibunya.
"Sekarang biar gak ada salah paham lagi, kamu cerita sama kakak ipar kamu ai."
Aina mengusap air matanya, ia menatap kakak ipar nya yang juga sedang menatap nya. Ia sekarang tidak berani dengan kakak ipar nya itu, namun ia harus menjelaskan semuanya agar tidak ada salah paham lagi.
"Kak Ardi, ai minta maaf" ucap aina menunduk
"Kenapa kamu minta maaf ai?" tanya Ardi
"Sebenarnya kak intan memang punya suami" ucap Aina
Ardi melirik tajam ke arah intan.
"Aina" bentak ibu
"Kak intan memang punya suami, yaitu kak Ardi suami sah nya. Jadi yang di kamar kak intan itu adalah foto foto idol Korea kak, mereka suami halu kak intan. Kak intan hanya nge fans sama mereka, jadi kenapa ai sama kak intan sering bertengkar itu karena kami mengidolakan idol dari agensi yang berbeda."
"Tapi sekarang penyakit ayah malah kambuh gara gara ai hiks" Air mata Aina terus mengalir menyesali perbuatannya sambil memeluk mamanya erat.
"Maafin aina ya nak Ardi, kita berdoa saja untuk kesembuhan ayah" ucap ibu
Ardi tidak tahu mau bicara apa, ia hanya mengangguk dan melihat istrinya yang nampak gelisah, ia juga merasa bersalah karena telah menuduh yang tidak tidak terhadap istrinya itu.
"Bu, intan ke luar dulu ya" ucap intan pamit dengan ibu nya lalu pergi.
"Nak, kamu mau kemana?" tanya ibu, namun tidak di dengar oleh intan.
"Biar Ardi yang kejar intan bu," ucap Ardi
"Iya nak, ibu takut terjadi apa-apa sama dia tolong jagain anak ibu" pinta ibu Meisya
Ardi celingukan mencari keberadaan istrinya, ternyata istrinya ke mushola untuk sholat isya'.
Ardi juga masuk ke mushola untuk sholat dan mendoakan papa mertua nya.
"Ya Allah engkaulah yang maha pengasih lagi maha penyayang, sembuh kan lah penyakit ayah mertua hamba angkat penyakit nya. Hamba juga merasa gagal menjadi seorang suami telah berprasangka buruk terhadap istri hamba sendiri. Ya Allah ampunilah segala kekhilafan ini ya Allah, aamiin." Ardi berdoa untuk kesembuhan ayah mertua nya.
"Ya Allah hamba mohon sembuh kan ayah hamba, hamba tahu bahwa selama ini hamba terlalu mengidolakan sesuatu yang berlebihan. Ya Allah hanya kepada mu hamba meminta, agar ayah hamba segera membaik. Rabbana aatina fiddunyaa Hasanah wafil akhiratii Hasanah wakina adzabannar,
Allahumma fighfirlii wa liwaa lidhayya warham humaa kamaa rabbayaa nii shokhiroon aamiin." Doa intan
Selesai shalat, intan membuka mukena dan akan kembali ke ruang tunggu.
"Intan" panggil seseorang membuat intan menoleh ternyata suaminya.
"Mas Ardi ngapain mas disini?" ucap intan
"Shalat lah, ngapain lagi coba" ucap Ardi
"Iya masa kerja!" balas intan memutar matanya malas.
Ardi terkekeh melihat istrinya.
"Udah deh, intan mau lihat keadaan ayah" ucap intan namun tangan nya ditahan.
"Aku ini suami kamu, jadi kita akan kesana sama sama" ucap Ardi berjalan dengan tetap memegang tangan intan.
Detak jantung intan seketika berdetak kencang, namun ia harus mengendalikan perasaan nya. Karena ia tahu kalau suaminya saat ini belum mencintai sepenuh nya pikirnya.
Mereka menghampiri Aina dan ibu dengan tangan yang masih berpegangan.
'ya Allah semoga anak dan menantu hamba langgeng dalam pernikahan nya walaupun ada seseorang yang akan memisahkan mereka nantinya aamiin' batin ibu
__ADS_1
Dokter keluar lalu intan dengan cepat bertanya.
"Gimana keadaan ayah saya dok?" tanya intan
"Iya dok, bagaimana keadaan suami saya?" ibu juga ikut menimpali.
Dokter tersenyum dan menjawab
"Suami anda baik baik saja buk, hanya saja untuk saat ini jangan biarkan pikiran pasien terbebani. Karena, itu membahayakan pasien, jadi saya harap kerja sama nya agar tidak membuat pasien drop" ucap dokter
"Apa saya boleh melihat ayah saya dok" ucap intan
"Silahkan, tapi jangan terlalu lama agar pasien bisa istirahat, kalau begitu saya permisi." Ucap dokter dan meninggalkan mereka.
Mereka masuk kedalam ruangan dimana ayah nya di rawat.
Aina intan dan mama menangis melihat ayahnya terbaring lemah.
"Aina minta maaf yah, kalau Aina gak bohong sama kak Ardi, ayah gak mungkin begini" ucap Aina
"Sudah lah ai, jangan merasa bersalah nanti ayah sedih juga lihat kamu cengeng gini" ucap ibu
"Malam ini biar intan yang jaga ayah, kalian pulang aja intan bisa kok sendiri" ucap intan
"Gak nak ibu aja yang jaga ayah, kalian pulang aja" ucap ibu
"Ibu sama Aina pulang aja, biar Ardi sama intan yang jaga ayah disini. Ibu sama Aina juga belum shalat kan? jadi, sekalian istirahat besok balik lagi biar diantar, supir sudah Ardi suruh jemput kalian di depan" ucap Ardi
Ibu dan Aina pun menyetujui nya.
Seperginya ibu dan Aina, intan hanya duduk sambil memegang tangan ayahnya ia meneteskan lagi air mata nya.
"Maafin intan yah, intan tidak bisa jadi anak yang baik untuk keluarga, intan selalu buat ayah sama ibu sedih hiks" ucap intan terisak
"Intan, nanti ayah makin sedih. Jadi kamu istirahat ya di sana biar aku yang disini" ucap ardi menyuruh nya tidur di sofa.
"Tapi mas kamu aja yang tidur disana, nanti badan kamu sakit semua kalau kamu tidur sambil duduk begini" jawab intan
"Sudah sana kamu itu harus nurut sama suami kalau gak-
"Iya dosa" ucap intan berdiri menuju sofa.
Ardi tersenyum melihat istrinya mulai merebahkan diri di sofa. Ia pun duduk di kursi, sebelum tidur ia memegang tangan mertuanya.
'Yah, Ardi janji akan selalu jaga anak papa"batinnya
Ia menoleh lagi ke arah istri nya yang sudah tertidur, Ardi juga sangat mengantuk dan tidur dengan posisi duduk dengan kepala miring di atas brankar, rasanya sangat tidak nyaman tidur dengan posisi seperti itu, entah lah apa yang akan terjadi besok dengan badannya pikirnya.
๐ผikan hiu di rawa rawa,
semoga Allah selalu melindungi kita semua๐ผ
Aamiin
see you guys ๐ค
happy reading
Annyeong chingguya...
.
.
.
bersambung ๐๐๐
__ADS_1