Cinta Gadis Biasa

Cinta Gadis Biasa
Pesta pernikahan


__ADS_3

Siang ini acara outdoor


Dikamar


"Kamu cantik banget intan. Selamat ya nak kamu sudah sah jadi istri, kamu harus berbakti kepada suami kamu nak dan melayani nya dengan baik" ucap ibu sendu menatap anaknya.


"Iya bu, jangan sedih dong" ucap intan tapi juga ikut berkaca kaca.


"Ibu sama kak intan kok sedih sih?" ucap aina.


"Gak kok ai, kakak gak sedih."


"Iya ai, mama juga gak" ucap ibu


"Sudah jangan sedih, sudah di tunggu di depan."


Lalu intan di rapikan lagi hiasan nya.


Setelah selesai, berjalan menuju ke tempat acara yang di dampingi papa mama nya dan Hana Rani Aina Rika di belakang.


Wahh.. cantik sekali.


Iya cantik banget


Gak salah jadi menantu putragroup


Cantik ya ..


Bisik bisik tamu



"Ar, istri lu kesini tuh dijemput sana."


"Iya sana jemput."


"Ar kamu dengar gak? kok malah diam aja sih. Jemput sana istri kamu," ucap mama kesal anaknya malah diam saja melongo pangling melihat istrinya sangat cantik.


"Ya ampun anak ini." Papa juga kesal dan mengetuk kepalanya biar sadar hihi.


"Iya sabar netizen, Ardi dengar." Ardi berjalan menjemput istrinya.


Mereka berjalan menuju tempat duduk pengantin yang sudah di sediakan.



Disini ya jalan nya tadi, author fotonya sebelum tamu datang hihi.


A few hours later...


Malam hari acara indoor





Malam nya ganti 2x yahh




Ini tempat nya didalam...


Kini waktunya tamu memberi selamat.


"Selamat ya kak Ardi sama intan, semoga langgeng sampai kakek nenek." Hana dan Deni memberi selamat.


"Terima kasih"


"Makasih ya Hana, Deni."


"Hai, selamat yah kak Ardi dan intan akhirnya kamu nikah duluan."


"Kan sudah ada alex ran," ucap Ardi membuat Rani malu seperti nya Rani juga menyukai Alex.


"Tenang ar, sebentar lagi kita nyusul. Iya kan ran?" ucapan Alex membuat wajah rani semakin merah.


"Apaan sih lu udah turun sana, godain adek gue aja. Mau gue cincang lu?"


"Wah dapat lampu hijau nih" goda Ardi


"Lampu hijau gigi lu, lampu merah kali Ar."


"Eh sampai lupa, selamat buat kalian berdua jangan lupa nanti malam pertama nya live yah," ucap Alex lagi mengecilkan suaranya. Ardi memukul Alex lalu mereka tertawa bersama.


Wajah intan sudah seperti kepiting rebus, mendengar candaan Alex.


"Selamat buat kalian, samawa semoga cepat diberikan momongan biar gue cepat punya ponakan." Ucap Rico


"Makasih bro, jangan lupa restuin Alex sama Rani. Biar ponakan beneran" ucap Ardi tersenyum.

__ADS_1


"Sialan lu."


"Makasih ya kak" ucap intan.


Sahabat kerabat dan keluarga sudah selesai memberikan selamat sekarang waktunya rekan kolega bisnis.


"Selamat ya pak Ardi kalian sangat serasi tampan dan cantik."


"Terimakasih"


"Wah selamat, maaf telat ya sayang eh maksud aku Ardi. Nanti aku akan sering berkunjung ke kantor kamu, bye" ucap jeni memegang bahu Ardi memanas manasi intan, lalu pergi tanpa memberi selamat pada intan.


'aku akan segera merebut milikku'batinnya melewati intan


Intan yang tidak tahu dia siapa hanya beranggapan itu adalah rekan kerja.


Ardi melirik ke arah intan namun istrinya itu terlihat biasa saja.


'apa intan tidak cemburu' batinnya


"Ardi, selamat yah aku kira kamu jadi sama jeni pacar kamu itu. Ternyata dengan wanita lain. Tapi cantik, pintar juga cari yang bening" ucap rekan bisnis nya ardi tersenyum istrinya memang cantik tapi senyuman nya hilang setelah...


"Kalau udah bosan aku juga mau" bisiknya.


Mendengar bisikan rekan bisnisnya, Ardi meradang sudah mengepal tangan nya ingin sekali menonjok nya, namun dia tidak mau merusak acara nya.


Intan mengeluh sakit kakinya lecet badan nya lelah, acara dari pagi sampai malam belum selesai.


"Kaki kamu lecet, buka aja sepatu nya. Istirahat aja biar aku yang berdiri" ucap Ardi


"Tapi gak enak sama tamu mas, kalau aku duduk" ucap intan


"Sekali aja diem gak usah ngebantah" balas Ardi


"Iya mas." Intan memang sudah sangat lelah jika dikasur dia pasti langsung tidur, namun ini masih di tempat acara.


Melihat istrinya kelelahan Ardi pamit sama teman sekaligus orang tuanya untuk istirahat di kamar hotel.


"Ayo kita istirahat aja, mama udah siapin kamar buat kita" ucap ardi mengajak intan


"Tapi mas tamu nya?" ucap intan


"Sudah aku kasi tahu, kalau kita mau istirahat. Ayo!"


"Arghh "


"Kenapa?"


"Kaki aku sakit mas" ucap intan kaki nya terasa sakit karena lecet, lalu tanpa aba-aba Ardi menggendong intan menuju ke kamarnya.


"Suka banget nyium dada aku" ucap Ardi setelah sampai dikamar.


"Maaf mas, ternyata udah sampai" ucap intan lalu turun dari gendongan Ardi.


"Aku mandi duluan, kamu duluan atau kita mandi bareng?" tanya Ardi menggoda


"Kamu aja mas, kaki aku masih sakit" jawab intan menelan salivanya.


'gimana ini dia mulai mesum'


Lalu ardi membuka bajunya di depan intan.


"Arghhh"


"Apa sih teriak, nanti orang ngira aku apa apain kamu" ucap ardi menutup mulut intan.


"Lagian kamu mas, kan bisa buka baju sama ganti di kamar mandi jangan disini."


"Memangnya salah? lagian kamu harus terbiasa dengan ini, baru aja buka baju belum yang lain." Ardi berlalu ke kamar mandi.


'apa aku harus melayani mas ardi malam ini'batinnya


"Gak gak gak" ucap nya geleng-geleng kepala.


Ceklek


Ardi telah selesai dengan mandinya dan sesuai keinginan intan, Ardi sudah memakai baju dari kamar mandi.


"Udah sekarang kamu mandi, apa mau aku mandiin?" Ardi mendekat ke intan.


"A ..aku bisa mandi sendiri." Intan berdiri dengan berjalan tertatih tatih.


Di kamar mandi jantung intan berdegup kencang.


Huhh baru gitu aja tan belum yang lain hihi...


Intan mencoba membuka bajunya, namun dia kesusahan.


"Apa mas ardi mau membantu ya? coba deh."


Intan keluar kamar mandi dengan tetap memakai baju nya.


"Emm mas Ardi, bisa bantu intan buka baju gak? resleting nya susah."

__ADS_1


Ardi yang sedang melihat handphone nya menoleh ke arah intan dan mendekat.


"Bantu gimana?" tanya Ardi lalu intan berbalik.


"Tolong mas bukain baju nya, susah." Ardi mencoba membuka baju intan dengan susah payah dia menelan salivanya melihat bahu putih mulus terpampang di depan nya.


"Sudah belom mas?" tanya intan


"E anu iya udah." Ardi lalu kembali ke kasur,


intan pun kembali ke kamar mandi.


Selesai mandi intan lupa ternyata tidak membawa pakaian ganti nya, tapi masih ada jubah mandi disana, dia keluar menggunakan jubah mandi tersebut.


Intan berjalan mencari koper nya dilemari, namun tidak ia temukan.


"Cari apa sih?" tanya Ardi


"Itu, koper intan yang tadi dibawa kok gak ada mas?"


"Mungkin belum dibawa kesini, coba aku telpon dulu" ucap Ardi. Namun sebelum menelpon seseorang mengetuk pintu.


"Sayang, istri kamu cari baju nya yah?" tanya Nela


"Iya ma, mana baju nya?"


"Bajunya mama suruh bawa pulang ke rumah, biar besok kalian gak perlu lagi bawa kopernya" ucap mama


"Tapi intan pakai apa ma?"


"Ini mama bawain, ini buat malam ini dan yang ini buat besok. Oke jangan salah" ucap mama lalu pergi setelah menyerahkan 2 paper bag.


"Apaan sih mama, apa bedanya coba."


"Ini bajunya dari mama, katanya koper kamu udah dirumah" ucap Ardi


"Gak apa mas, ya udah intan ganti dulu" ucap intan berlalu ke kamar mandi.


Sesampainya di kamar mandi intan membuka paper bag yang diberikan mama mertua nya.


"Ya Allah baju apaan ini? jaring jaring aku bisa kedinginan pakai beginian."


Karena tidak ada baju lagi, intan tetap memakai nya dengan tetap memakai jubah mandi nya.


Intan keluar dari kamar mandi menuju meja rias mengambil tas nya yang berisi skin care.


Setelah selesai intan ke kasur.


"Kenapa kamu tidak memakai baju nya?" tanya ardi


"Aku pakai kok mas."


"Lalu, kenapa masih menggunakan jubah mandi."


"Eee ini karena bajunya seperti jaring jaring mas, intan malu" ucap intan menunduk


"Gak apa, lagian aku ini suami kamu. Aku juga gak akan tergoda dengan badan kamu itu, lepas aja."


Deg


Seketika membuat dirinya sakit mendengar ucapan suaminya.


Apa memang suaminya itu tidak menginginkan nya?


Apakah badannya sangat jelek?


Lalu intan membuka dan melemparkan baju mandinya ke arah sofa.



Begini yah lingerie seksi yang dipakai intan. Masak sih bg Ardi gak tertarik...


Ardi sangat terpesona dengan badan istrinya sungguh sangat seksi pikirnya.


Intan lalu mengambil selimut dan menutup seluruh tubuhnya membelakangi suaminya itu. Ia meneteskan air mata sedih dengan yang diucapkan suaminya.


Ardi yang melihat istrinya membelakangi langsung ke kamar mandi dia sudah menahan sesuatu yang bergejolak di bawah sana.


Dia memilih tidur di sofa ketimbang dia tersiksa pikirnya.


Rasain kamu om, makanya kalau punya istri cantik dan sekseh tuh bilang aja, malu malu sih jadinya soloan kan upss🤭


Diam kamu thor.


Apa sih om kamu tidur sana


Awas kamu thor aku balas nanti


Emang bisa🤪


.


.

__ADS_1


.


bersambung 💃💃💃


__ADS_2