Cinta Gadis Biasa

Cinta Gadis Biasa
Wisuda aina


__ADS_3

Dikampung.


"Alhamdulillah aku sampai lagi di kampung kelahiran, udah lama gak pulang."


"Iya nak, kamu lama sekali gak pulang."


"Hehe iya Bu, kan intan kerja."


"Yaudah ibu masuk dulu ya."


Heem mengangguk.


"Eh tan, kamu baru pulang?" Tanya tetangga


"Iya bu apa kabar?" jawab intan sopan.


"Baik tan, kirain pulang sekalian bawa calon tan."


"Hm e itu belum bu masih muda."


"Ya ampun tan di kampung sini se usia kamu udah pada punya anak." Iya diumur intan 23 tahun kalau di kampung udah pada nikah kek author ini masih mblo.


"Jodoh maut rezeki sudah di atur sama Allah bu, jadi saya sabar menunggu waktu itu tiba."


"Iya sih, tapi kamu gak malu tan teman kamu disini udah pada punya pasangan?"


"Insyaa Allah gak bu, selama saya juga bisa menjaga diri dan tidak mempermalukan kedua orang tua saya."


"Ya udah tan, ibu pulang dulu."


"Iya bu."


Sepulangnya ibu rempong.


"Ya Allah apa hamba sudah termasuk perawan tua? padahal di usia hamba yang 23 ini menurut hamba masih muda."


"Ada apa nak?" tanya ayah.


"Gak ada apa-apa yah."

__ADS_1


"Kamu yang sabar nak, ayah sama ibu juga tidak menuntut kamu untuk cepat menikah."


Mama dari dalam pun mendengar nya.


"Gak apa nak, semoga yang menjadi mantu ibu orang yang mengantar kamu malam itu." Do'a mama.


"Siapa bu? kok ayah gak tau."


"Malam ulang tahun nya Rani temen nya intan yah, ada yang ngantar intan sama aina seperti nya dia pria yang baik."


"Apaan sih bu, itu kan teman kak rico bukan siapa siapanya intan." Intan memanyunkan bibirnya.


"Udah lah bu terserah intan aja, pesan ayah kalau mencari pasangan yang seiman dan bertanggung jawab sama kamu."


"Iya yah."


Wisuda Aina.


"Hai kak intan apa kabar kak?"


"Baik rik, kamu apa kabar makin cantik aja kamu."


"Ya ampun rik, lu kalau dibilang cantik aja malu malu, biasa nya juga malu malu in."


"Dasar lu ai, gak bisa liat gue seneng apa?" cemberut rika.


"Udah udah kita semua cantik ya sayang," intan menengahi dan memeluk mereka berdua.


"Iya kak."


Wisuda akhir sekolah dan mereka berpelukan karena sebentar lagi berpisah.


"Ai, gue mau ikut ke kota lanjut kuliah disana jadi kita bisa tetap bareng."


"Iya rik, tapi gue gak yakin bisa lanjut," lirih aina sendu.


"Ai, gue yakin kita bisa kuliah bareng nanti."


"Iya lu emang sahabat terbaik gue rik."

__ADS_1


Intan dan kedua orang tua nya melihat mereka langsung menghampiri.


"Selamat ya nak, kalian sekarang sudah wisuda dan insyaa Allah lanjut kuliah."


"Bener bu kita bisa kuliah bareng."


"Iya sayang, anak ibu kan pinter." Memeluk anak nya.


"hmm makasih bu."


"Yeay kita bisa kuliah bareng ai." Rika juga memeluk aina.


"Iya rik," membalas pelukan Aina.


"Gimana kalau kita rayain dirumah, makan makan gitu anggap aja syukuran kecil kecilan."


"Iya mbak, saya boleh ikut kan?" Riska mama nya Rika.


"Iya mbak, ayo dirumah udah saya siapkan," jawab ibu Meisya.


Dirumah


"Alhamdulillah mbak akhirnya anak anak kita sudah wisuda dan akan melanjutkan ke perguruan tinggi."


"Iya mbak, mereka juga dari kecil berteman jadi saya berharap kita juga bisa berteman baik."


"Iya, kok jadi sedih gini mari gabung sama yang lain."


"Iya mbak mari."


Aina dan Rika dari kecil memang sudah berteman baik dan orang tua mereka pun sangat baik walaupun keluarga Rika lebih berada di banding dengan keluarga Aina.


.


.


.


bersambung 💃💃💃

__ADS_1


__ADS_2