
Sejak Ardi mengetahui istrinya hamil, Intan tidak boleh kecapean, beres beres kamar, sedikit pun bekerja tidak di perbolehkan.
Turun tangga saja harus bersama suaminya itu.
Intan boleh bepergian dengan syarat Ardi yang menemani.
Intan sangat bosan, selalu di dalam kamar. Makan juga di antar ke kamar, padahal ia masih bisa berjalan.
"Mas, intan bosan di rumah terus. Intan ke CF Rani ya? atau ke restoran ketemu Hana" ucap Intan duduk di ranjang tersenyum pada suaminya.
Ardi menoleh sebentar lalu menjawab,
"Boleh" jawab nya singkat dirinya yang tengah bersiap di depan kaca sambil menyisir rambut nya.
'tumben cuma jawab gitu' batin Intan mengerutkan keningnya. Namun bahagia karena di izinkan keluar rumah.
"Tapi, harus mereka yang kesini, atau mas yang antar kamu. Kalau gak mau keduanya, tetap dirumah!" ucap Ardi sambil mendekati Intan yang sedari tadi menatap nya.
"Bagaimana?" tanya nya yang sudah lengkap dengan setelan jas kerja, siap berangkat ke kantor. Namun tetap istrinya yang memasang kan dasi.
"Mas berangkat dulu ya sayang, jangan kemana-mana, oke?" ucap Ardi mengecup kening istrinya.
"Tapi gak apa kan, kalau Rani sama Hana kesini?" tanya Intan setelah mencium punggung tangan suaminya.
"Itu lebih bagus, biar ada yang jagain kamu." Ucap Ardi mengacak rambut istrinya.
"Sayang, mas berangkat ya?"
Ardi mensejajarkan badan nya di perut intan dan mengelus nya.
"Sayang, jangan buat mama capek ya? jadi anak yang baik kamu jagain mama, papa kerja dulu" ucap Ardi mencium perut Intan yang sedikit membuncit.
"Assalamu'alaikum"
__ADS_1
"Wa'alaikum salam" jawab Intan
Setelah suaminya keluar ia segera melakukan video call sama sahabat sahabat nya.
"Halo bumil, ada apa?" ucap Rani yang sedang berada di CF nya.
"Iya ran tumben bumil mau vc an, biasanya juga males dia" ucap Hana
"Ih kalian biar tahu, gue bosan dikamar terus, nih lihat" ucap intan menunjukkan sekeliling kamarnya.
"Ya keluar dong jangan di kamar terus" ucap Rani
"Benar ran keluar ya tinggal keluar susah banget" timpal Hana menurut nya aneh sekali sahabat nya ini.
"Bukan masalah susah atau gak nya, cuma- (intan menceritakan pada kedua sahabatnya bahwa ia dilarang suaminya kemanapun, sekalipun keluar kamar.) gitu" ucap intan panjang lebar menceritakan suaminya yang sangat protective.
"Suami lu gitu, karena ingin melindungi istri dan calon anaknya kali, semua demi kebaikan kalian" ucap Rani
"Kompor banget lu han" ucap Rani
"Iya emang nih (menunjukkan kompor) gue di dekat nya sih" ucap Hana
Dua sahabatnya sudah tahu dengan sifat konyol Hana. Aneh sih, namun itu lah yang membuat persahabatan mereka awet karena tidak terlalu kaku, dan Hana selalu mencairkan suasana.
kek es gak sih🤔..
"Kalian kerumah ya, please!" ucap Intan
"Gue gak bisa, lu kan tau gue di CF" ucap Rani
"Gue juga gak bisa, lagi kerja" jawab Hana
Intan cemberut dan mengelus perutnya.
__ADS_1
"Sayang, onty onty kamu gak mau temuin mama lagi" Intan pada anaknya yang mungkin belum mendengar nya, dengan pura pura cemberut.
"Ya tuhan bumil ini, ya udah deh gue kesana" ucap Rani mengalah karena demi sahabat dan juga calon ponakan.
"Gue sebenernya gak bisa sih, cuma karena gue onty cantik, baik dan tidak sombong juga rajin menabung. Tapi gak tahu kemana duitnya, onty akan kesana. Oke?" ucap Hana juga pasrah bolos kerja.
"Uluulu sayang banget sama kalian berdua" ucap Intan namun ia memikirkan sesuatu agar sekalian sahabat nya membelikan untuk nya.
"Sebelum kalian kerumah, mampir dulu ya beliin gue makanan yang seger"u ucap Intan membayangkan yang segar segar.
Setelah selesai mengobrol dengan sahabatnya, Intan lanjut baca buku sambil menunggu sahabat nya datang.
Di meja makan
"Ar, kenapa Intan gak boleh turun, lebih sehat itu banyak bergerak nak" ucap mama
"Di kamar juga bisa banyak bergerak kok ma" jawab Ardi sudah selesai dengan sarapannya dan berpamitan pada mama dan papa nya.
"Pa, persis banget sama papa waktu mama hamil Ardi. gak boleh ini gak boleh itu, kasian Intan pasti dia bosan di kamar terus" ucap mama mengingat dirinya dulu juga di perlakukan seperti menantunya.
"Yah kan itu tandanya suami sayang istri ma" jawab papa
hufffhh
Mama hanya menghela napas, dia tidak lagi melanjutkan obrolan nya. Ia menaiki tangga untuk menemui menantunya.
.
.
.
bersambung 💃💃💃
__ADS_1