Cinta Gadis Biasa

Cinta Gadis Biasa
Syarat lunas


__ADS_3

'apa sebaiknya aku puter balik yah'


Belum sempat memutar kendaraan nya orang itu sudah ada di depan intan.


"Kamu mau kabur yah?" ucap nya selidik.


"Aa ee itu anu saya gak kok, saya mau kerja tadi gak lihat kalau ada tuan disini."


"Alasan aja kamu, jangan kira aku lupa dengan hutang kamu," balas Ardi.


"Saya juga ingat tuan mana mungkin saya melupakan nya, hanya saja saya belum mempunyai uang sebanyak itu."


"Aku akan anggap lunas hutang kamu-


Belum selesai intan sudah memotong nya.


"Benar tuan hutang nya di anggap lunas? yeayy tuan makasih banyak tuan ternyata anda sangat baik sekali," ucap intan kegirangan karena hutangnya dianggap lunas.


"Kamu jangan bahagia dulu, hutang kamu dianggap lunas tapi ada syaratnya."


"Hah? jadi hutang nya lunas pakai syarat segala?"


"Dasar. Aku tarik lagi ucapan ku tadi, ngapain coba aku bilang dia baik segala." Mengecilkan suaranya tapi masih didengar Ardi.


"Aku mendengar nya."


hehehehe


"Lalu syarat nya apa tuan?"


"Menikah lah dengan ku."


"WHAT MENIKAH? DENGAN TUAN?" pekiknya kaget.


"Kenapa ada yang salah? itu syaratnya. Aku tunggu sampai besok, ini kartu nama ku."


"Tuan menikah itu tidak untuk main main, saya hanya mau menikah dengan lelaki yang saya cintai."


"Aku tidak peduli, itu syaratnya. Kalau tidak, hutang kamu minggu depan harus segera dilunasi." Lalu pergi meninggalkan intan yang masih berdiri mematung.


"Apa menurut dia cara melamar seperti itu menarik? tidak ada romantis nya sama sekali. Lagian apa menurut nya aku mau dengan dia." Kembali menyalakan motor nya untuk bekerja.


Di restauran


"Lu kenapa tan muka lu gitu amat?" Hana melihat sahabatnya tidak seperti biasanya.


"Han gue bingung-


lalu menceritakan kejadian tadi dan siapa orang itu.

__ADS_1


"Jadi kak ardi teman kak rico yang ganteng itu? terima aja tan." Membayangkan wajah Ardi.


"Siapa yang ganteng tan?" Tatapan tajam dari Deni.


"Hei sayang pacar intan ganteng, iya kan tan?" Hana memberi kode pada intan.


"Aa itu bu- iya den pacar."


'jadi intan sudah punya pacar makanya dia gak terima aku' batin rendi yang mendengar percakapan tiga orang itu lalu pergi keruangan nya .


"Kok gak kenalin ke kita sih tan?" ucap Deni.


"Kamu aja yang ketinggalan sayang, aku aja udah kenal iya kan tan?"


"Apaan sih han, udah deh kerja lagi gue pusing," ucap intan lanjut kerja.


"Siapa sih yang, pacarnya intan?" tanya Deni.


"Nanti kamu juga tahu sendiri yang," jawab Hana lalu pergi.


"Pacar aja di rahasiain, aku aja sama Hana terang terangan."


Sore dirumah intan


"Ya tuhan, aku harus gimana? kasian juga sama ibu sudah pengen mantu dan lagi kalau gak aku terima uang dari mana bisa bayar hutang 10 M" Intan masih memikirkan tawaran Ardi.


"Kakak kenapa? ayo makan ibu udah nunggu sama papa," ucap aina


"Ai, kakak boleh nanya gak?"


"Kakak mau tanya apa?"


"Hmm kakak-


"Jangan bilang kakak mau nikah ya? hahah"


"Iya ai, gimana kalau kakak nikah?"


"Jadi beneran kakak mau nikah?"


"Gak tahu ai, kakak bingung."


"Kakak mau nikah kok bingung sih, aneh deh siapa kak cowo nya? jangan bilang temen kak rico yang kemarin nganterin kita ya?"


Intan tidak bisa berkata-kata lagi, intan hanya mampu mengangguk.


"Kita tanyakan ini pada ibu kak."


Diluar setelah makan

__ADS_1


"Ee intan anu bu yah ee-


"Mau ngomong apa tan?"


"Iya tumben aeae."


"Kakak gak bisa bu, ngomong nya biar ai aja."


"Gak usah ai, biar kakak aja." Ucap intan


"Bagaimana kalau intan menikah?" tanya nya sambil memejamkan mata.


"Alhamdulillah yah, anak kita mau menikah."


"Alhamdulillah bu, siapa nak ?kenapa dia belum menemui kami?"


"Ibu udah tahu kok orang nya."


"Jangan bilang yang kemarin nganterin kalian?" Tebak ibu.


"Iya bu bener."


"Ayah hanya berharap yang terbaik buat anak ayah."


"Iya nak, ibu juga."


"Berarti ibu menyetujui intan menikah?" tanya intan.


"Kok kakak kayak gak seneng gitu sih mau nikah."


"Gak ai, kakak cuma sedih kalau kakak nikah pasti gak bareng kalian. lagi," ucap nya dengan mata berkaca-kaca


"Sayang, kita kan masih bisa ketemu iya kan ma?" ucap ayah


"Iya nak, kita juga bisa berkunjung ke rumah suami kamu nantinya."


Mereka saling berpelukan dan menangis. Sebentar lagi anak nya akan menikah dan ikut suaminya


Berbeda dengan pikiran intan bahwa dia menikah karena harus bayar hutang.


Semoga readers di berikan pasangan yang seiman baik bertanggung jawab aamiin author juga yah .. hihi sedikit maksa, semoga yang di semogakan tersemogakan aamiin di ijabah 🤲


.


.


.


bersambung 💃💃💃

__ADS_1


__ADS_2