
Setelah mereka berdua selesai dengan kewajiban nya, melaksanakan shalat maghrib, Intan meminta tolong pada suaminya, untuk dimasakin makan malam.
"Mas, Intan mau kamu masak" ucap Intan
"Tapi sayang, mas kan gak bisa masak" jawab Ardi yang kedapur saja jarang.
"Masak nya gampang kok praktis gak ribet" balas Intan tersenyum.
"Masak apa telor?" tanya Ardi.
"Masakin Intan mie instan yah" ucap Intan
"Gak pokoknya gak boleh mie instan gak sehat. Apalagi kamu lagi hamil, yang lain aja ya mas beliin." Ucap Ardi pada istrinya.
Intan mulai berkaca-kaca tidak menjawab ucapan suaminya.
"Sayang mie gak bagus tahu kalau sering" ucap Ardi
"Tuh kamu tahu, kan intan cuma malam ini hiks" jawab Intan air matanya mulai mengalir di pipi mulusnya.
"Ututu sayang jangan nangis dong mas bikinin ya" ucap Ardi menenangkan istrinya.
"Beneran mas? makasih. Ya udah cepetan Intan tunggu" ucap Intan memeluk Ardi.
'huffhh minta tas kek, berlian, atau apa gitu yang mewah, ini kok cuma mau mie instan aja sampai nangis, drama banget Astaghfirullah' batin Ardi
"Yaudah mas bikinin ya" ucap Ardi mengecup kening istrinya.
Ardi berjalan ke dapur dan mencari letaknya mie berada assek.
Bibi yang ada disitu kaget, tumben banget ini bos nya mau masak mie yang menurut nya gak sehat. Namun, disana tetap menyetok mie.
"Den Ardi mau ngapain?" tanya bibi
"Mau main bola bi" jawab Ardi
"Oh mau main bola, jadi masak mie dulu den?" tanya bibi lagi
hufffhh menghela nafas panjang
"Bi, jangan bikin Ardi tambah pusing ya, selesaikan pekerjaan bibi" ucap nya sambil membuka bungkus mie.
"Tapi kan den Ardi gak suka mie instan" ucap bibi
"Bukan buat aku bi, ini buat Intan" jawab Ardi
"Romantis nya, mau main bola masakin istrinya mie dulu" ucap bibi
'ya tuhan kenapa bibi jadi ikutan seperti Intan anehnya.' batinnya
Ardi selesai memasak mie nya lalu dia pamit ke bibi, membawa nampan berisi mie dan juga susu hamil untuk istrinya, dan kembali ke atas.
Sampai di kamar, istrinya tengah menonton televisi hot news malam.
"Sayang mie nya sudah siap, nonton acara apa sih?" ucap Ardi melihat istrinya sangat serius.
"Makasih ya mas, itu loh berita nya Jeniffer mantan kamu, ternyata dia seorang ja**ng katanya, kasian ya mas si mbak jeni karirnya hancur" jawab Intan
'sebenarnya mas yang buat dia seperti ini sayang, maaf ini demi kebaikan bersama, berarti Alex berhasil membuat berita itu tersebar.' batin Ardi tersenyum.
"Mas.. "
"Eh iya sayang"
"Kamu kenapa mas?" tanya Intan melihat suaminya termenung.
"E mas gak apa-apa, mas matikan TV nya ya gak ada yang bagus." Ucap Ardi mematikan tv nya.
"Tapi kan Intan lagi nonton mas" ucap Intan merengek.
__ADS_1
"Udah makan dulu mie nya, bentar lagi shalat isya' terus istirahat" jawab Ardi
Intan mengambil mie itu menghabiskan nya dan meminum susunya habis.
Ardi melihat istrinya makan dengan lahap tidak tersisa, Ardi mengambil mangkuk dan gelasnya, menaruh di nampannya lagi.
Apa mie itu enak yah sampai gitu banget makannya pikir Ardi.
Intan berdiri ia ingin ke kamar mandi.
"Sayang, kamu mau kemana?" tanya Ardi menahan tangan istrinya.
"Mau buang air kecil, kenapa mau ikut?" jawab Intan.
"Boleh juga" balas Ardi
"Ih maunya udah disini aja deh, Intan sekalian ambil wudhu kok." Ucap intan melepaskan tangan Ardi.
Waktu shalat isya' pun tiba mereka melaksanakan kewajiban sebagai umat muslim. Setelah itu Ardi menyuruh istrinya istirahat terlebih dahulu, lalu ia turun untuk makan malam bersama keluarga nya.
Orang tua Ardi mengerti dengan keadaan istrinya yang tidak bisa mencium bau makanan di meja makan. Namun, jika diluar ia biasa saja.
Setelah selesai makan malam, Ardi kembali ke kamar untuk mengecek email yang di terima.
Ia merasa sudah sangat mengantuk, lalu ia merapikan berkas serta laptop nya, dan menyusul tidur di samping istrinya.
Sekitar jam 02:00 malam Intan terbangun.
"Mas.." ucap intan duduk menggoyangkan lengan suaminya, agar suaminya bangun.
Ardi melihat istrinya terbangun, ia mencoba mengucek matanya, mendudukkan dirinya.
"Ada apa sayang? tidur lagi ya masih malam" ucap Ardi memeluk istrinya.
"Intan gak mau tidur" jawab Intan
Ardi melihat jam masih menunjukkan pukul 02:00 tumben sekali bangun malam pikirnya.
"Mas, Intan mau makan" ucap Intan pada suaminya.
"Kh kamu lapar? tadi sebelum tidur kan makan mie" tanya Ardi
"Kan itu tadi mas, cuma mie lagi" jawab Intan cemberut.
"Yaudah sekarang kamu mau makan apa?" tanya Ardi sambil menguap.
"Janji gak marah ya?" ucap Intan
"Iya janji eh tapi tergantung juga, jangan aneh deh sayang ini udah malam" ucap Ardi
Intan mulai mengeluarkan jurus jitu nya, matanya mulai berkaca-kaca.
'ya tuhan untung lagi hamil anak aku, kalau gak udah ku ulek' batin Ardi
"Iya kamu mau apa sayang? mas gak akan marah kok" ucap Ardi
"Intan mau makan bakso, tapi di pinggir jalan, sama mie ayam juga atau nasi goreng," ucap Intan ngiler membayangkan makanan itu.
"Sayang di pinggir jalan gak sehat" jawab Ardi ia tidak mau istri dan calon anaknya makan makanan yang tidak sehat.
Intan menunduk lagi karena idenya tidak berhasil.
"Sayang kamu sabar yah kalau ileran lahirnya, bukan mama yang buat kamu gitu, tapi papa kamu, salahin aja dia." Ucap Intan mengelus perutnya sambil berbicara pada calon anaknya.
'astaga ini anaknya gak tahu apa-apa malah yang dituduh, padahal dia aja yang mau' batin Ardi
"Yaudah mas beliin, kamu disini aja" ucap Ardi beranjak dari ranjang.
"Tapi Intan mau makan di tempat nya mas," ucap intan
__ADS_1
"Mau makan bakso atau gak jadi?" tanya Ardi
"Intan mau makan bakso dan harus jadi."
"Pilih salah satunya"
"Kenapa sih harus milih mas, kan intan mau makan di tempat." Jawab Intan
"Tapi ini udah malam, diluar dingin, nanti kamu kambuh lagi" ucap Ardi
"Yaudah deh Intan tunggu dirumah, jangan lupa beliin bakso mercon, mie ayam sama nasi goreng," ucap Intan
Ardi melongo lagi, ternyata itu beneran mintanya, kirain satu aja maunya.
"Banyak banget 1 aja ya"
"Yaudah 2 ya mie ayam bakso sama nasi goreng" ucap Intan
"Apa bedanya coba, di kurangi tapi tetap menu sama."
"Itu bakso udah di kurangi kok gak jadi"
"Satu aja yah"
"Oke mie ayam bakso 1 nasi goreng 1, udah satu aja kok." Ucap intan tertawa
'ya tuhan papa tunggu nanti lahirnya gimana jadinya kamu nak' batin Ardi
Ardi menghela nafas panjang akhirnya menyetujui permintaan istrinya, keluar mencari makanan itu di beberapa tempat. Namun ada yang sudah habis, ada juga yang tidak jualan.
Sampai jam 03:00 Ardi baru menemukan setelah berkeliling.
"Ya Allah apa lagi besok permintaan nya" ucap Ardi
Membawa makanan nya pulang ke rumah.
Sampai dirumah Ardi membawakan makanan itu ke kamar, tapi ternyata istrinya itu tertidur, Ardi mencoba membangun kan istrinya.
"Sayang bangun ini udah dapat pesanan kamu" ucap Ardi
"Kamu lama banget, kamu aja yang makan semuanya mas." Jawab Intan tidur lagi setelah menjawab ucapan suaminya.
"Tapi sayang ini banyak loh."
Namun intan sudah terlelap kembali.
'ya Allah stok sabar hamba tolong di tambah' batin Ardi
Sabar itu tidak ada batasnya om, bener banget minta tambah stok sabar hahahah.
Author gila
Oh tidak bisa om
Terserah lu deh thor
See you guys 🤗
Happy reading
Chingguya annyeong
.
.
__ADS_1
.
bersambung 💃💃💃