Cinta Gadis Biasa

Cinta Gadis Biasa
USG baby


__ADS_3

Ardi dan Intan bersiap menuju rumah sakit. Ia tidak sabar, ingin melihat langsung perkembangan anaknya.


Mereka belum mengetahui jenis kelamin anak nya, kali ini mereka akan melihat dan akan mengetahui bersama.


Di rumah sakit, Ardi dan Intan masuk menemui dokter kandungan nya.


"Permisi dok," ucap mereka.


"Silahkan masuk" jawab dokter Vivi.


Intan dan Ardi duduk.


"Mau lihat jenis kelamin baby, ya? ayo buk silahkan berbaring disini." Menunjuk ranjang periksa dan Intan mengikuti nya.


Seperti biasa menuangkan gel dan meletakkan alat di atasnya untuk USG.


"lLihat baby nya itu sangat senang seperti nya, orang tuanya sedang melihat nya sekarang" ucap dokter menunjuk layar monitor yang memperlihatkan baby nya.


"Apa jenis kelamin nya dok?" tanya Ardi


"Seperti nya ini penerus pak Ardi" ucap dokter tersenyum.


"Maksud dokter?" tanya lagi


"Baby boy" jawabnya.


Ardi menatap istrinya, memegang tangan nya erat sambil mencium kening nya. Ia sangat bahagia apalagi Intan, anak pertama mereka laki-laki. Namun sebenarnya, mereka akan menerima apapun jenis kelamin nya.


Selesai dengan melihat anaknya kini Ardi dan Intan kembali ke tempat duduk.


"Posisi baby boy nya sangat bagus. Sebaiknya nanti di trimester ketiga USG lagi, agar kita bisa melihat perkembangan baby dan ibunya. untuk ibu saya sarankan, terapkan pola makan yang sehat dan bergizi seimbang, vitamin, minum air putih yang cukup, lakukan olahraga ringan secara rutin, dan istirahat yang cukup supaya kandungan anda tetap sehat," ucap dokter Vivi.


"Harus cukup memang dok, tapi susah di bilangin malah nonton atau baca cerita halu sampai tengah malam," ucap Ardi langsung ditatap tajam oleh Intan.


Intan cemberut mendengar suaminya mengadu seperti itu.


"Sebaiknya dihindari dulu ya buk, nonton atau baca bisa di lakukan siang hari. Tapi juga harus tetap bergerak, jangan hanya lesehan di kasur, untuk tetap menjaga kesehatan janin dan ibunya" jawab dokter.


"Sayang, denger kan kata dokter jangan berlebihan! kalau nonton sampai malam." Ucap Ardi


"Iya, mas."


Setelah memeriksakan kehamilan nya, Intan dan Ardi segera pulang.


Di jalan Intan melihat banyak orang jualan ia sepertinya menginginkan sesuatu.


"Mas berhenti disini," ucap Intan tiba tiba membuat ardi menghentikan nya mendadak, sampai dahi intan mengenai kaca.


"Aww pelan dong mas, nyetir gak bener gimana sih. Kalau kepala Intan berdarah gimana" ucap nya tetap melihat ke arah orang jualan.


"Kan kamu yang nyuruh berhenti tiba-tiba" jawab Ardi


"Kamu disini aja ya mas, Intan mau beli itu" ucap Intan sudah membuka seat beltnya.


"Ehh mau kemana kamu? kan mas belum izinin kamu turun" ucap Ardi menahan tangan istrinya.


"Tapi Intan mau beli itu" menunjuk eskrim.


"Itu gak sehat buat baby boy" ucap Ardi


"Emang dokter Vivi bilang eskrim juga?" tanya Intan


Ardi mengingat lagi yang dikatakan dokter Vivi.

__ADS_1


'gak ada sih tapi apa boleh ya' batin Ardi.


"Mas aja yang beliin kamu, mau rasa apa?" tanya Ardi


(berpikir) "emmm Intan mau rasa coklat tapi harus ada rasa kejunya sedikit, dan strawberry di dalamnya gitu" ucap Intan membayangkan memakan eskrim.


"Tapi sayang, emang ada?" tanya Ardi bingung permintaan apa ini, kenapa masih belum hilang apa yang di mau kenapa harus aneh.


"Kamu adain lah mas," jawab Intan malas.


"Baiklah, tunggu disini" balas Ardi turun dari mobil ia menuju tempat jualan eskrim di taman.


Banyak anak kecil mengantri.


"Permisi pak, apa saya boleh request rasa dimensi" tanya Ardi.


"Maksud nya gimana rasa dimensi?" tanya mamang bingung apaan tuh pikirnya.


"Rasa coklat, tapi ada rasa kejunya, di dalamnya ada rasa strawberry nya" jawab Ardi sebenarnya juga aneh ia mengatakan nya, namun itu permintaan istrinya.


"Ngantri dulu mas" ucap nya karena disampingnya sudah banyak yang menunggu.


"Tolong cepat pak, istri saya di mobil sedang ngidam" ucap Ardi


"Gak bisa mas banyak yang ngantri."


Ardi memberikan 2 lembar uang seratus ribuan.


"Eh mas gak usah nyogok deh, anak saya lebih dulu disini" ucap ibu dan Ardi mengambil kembali uangnya lalu ikut mengantri.


'ya tuhan gini amat hidup, panas panasan.' batinnya


Kini sudah giliran nya memesan.


"3 dimensi yang tadi saya bilang pak" jawab Ardi


"Maaf mas rasa coklat nya habis, tapi vanilla, keju sama strawberry ada" balas mamang


"Ya udah yang ada aja pak," ucap Ardi.


Setelah membayar eskrim nya Ardi kembali ke mobil.


"Lama banget sih mas" ucap Intan


"Sayang, mas tadi ngantrinya panjang disitu kan kamu lihat" ucap Ardi menyerahkan eskrim nya.


Intan mencoba nya, namun tidak ada rasa coklat di eskrim nya.


"Kok gak ada coklat nya? malah rasa vanilla mas" tanya Intan


"Coklat nya udah habis, jadi mas pesan yang itu" jawab Ardi seraya melajukan mobilnya.


"Intan sebenarnya gak mau ini, jadi terpaksa deh Intan makan. Tapi kita berhenti di depan ya mas" ucap Intan.


"Mau ngapain lagi di depan?" tanya Ardi mulai timbul perasaan tidak enak.


"Makan di warung bakso itu, kamu cobain deh mas enak banget pokoknya" ucap Intan.


'udah gue duga' batinnya


"Mau ya mas? please!" ucap nya sambil memakan eskrim nya yang mau habis.


hufffhh menghela nafas panjang

__ADS_1


"Baiklah"


Mobil sudah berada di depan warung bakso, yang sudah banyak juga orang yang makan disana.


"Bang 2 ya biasa," ucap Intan karena sering kesini dengan sahabat nya sebelum hamil.


"Biasa ya neng lama gak kesini, sudah nikah juga" ucap Abang bakso


"iya bang, udah hamil juga. Ini suami saya" jawab Intan menunjuk perut dan suaminya.


"Cari tempat duduk aja ayo" ucap Ardi


Intan mengikuti suaminya mencari tempat duduknya, tak lama bakso pun datang.


"Hmm wanginya enak banget" ucap Intan langsung menyicipi nya.


Intan melihat suaminya, yang belum menyentuh bakso di depan nya.


"Kenapa gak dimakan mas?" ucap Intan.


"Mas gak biasa makan di tempat seperti ini" jawab Ardi mengecilkan suaranya karena takut orang di sebelahnya tersinggung.


"Coba aja dulu enak kok. Nih cobain aaa" ucap Intan menyuapi suaminya.


"Udah kamu aja" tolak Ardi


"Ya udah deh Intan ngambek aja," ucap nya cemberut.


"Aduh sayang, iya mas coba dikit ya" ucap Ardi mengambil sendok dan garpu.


Mulai memasukkan ke dalam mulutnya.


'hmm enak juga' batin Ardi


"Gimana rasanya?" yang sedari tadi memantau suaminya.


"Lumayan" ucap nya tetap memakan isi di mangkok nya.


"Lumayan tapi di makan terus" lirih Intan kecil


Mereka memakan bakso nya sampai tidak tersisa, ternyata Ardi juga menyukai bakso itu. Bahkan yang awalnya menolak terus, setelah mencoba nya habis juga.


Bakso memang salah satu kesukaan author selain seblak.


emang ada yang nanya?


gak ada sih tapi ngasi tahu doang


hahahha


happy reading guys


see you 🤗


chingguya annyeong


.


.


.


bersambung 💃💃💃

__ADS_1


__ADS_2