
Di dalam ruang rawat Devan, kini hanya ada Jo dan Devan. Jo terus saja menggoda sang tuan, karena dirinya memiliki misi membuat Devan menyukai Bella.
"Tuan, bagaimana rasanya di rawat oleh istri? Anda pasti merasa beruntung kan, tuan?" tanya Jo mulai menggoda Devan.
"Diam kau!" ketus Devan, dia tau jika Jo kini tengah menggodanya.
"Loh tuan sudah bisa bicara ya?" tanya Jo kaget.
"Apa kau pikir aku bisu?! Hah!" sentak Devan.
"Eh, tidak tuan. Tadi kan anda tidak menjawab saat kami ajak bicara," sahut Jo.
"Tuan anda sangat beruntung mendapatkan perhatian dari nona Bella, selama satu Minggu ini nona Bella selalu menjaga tuan di sini. Nona juga tidak mengenal lelah untuk merawat anda. Sudah cantik, baik lagi. Iya kan tuan?" cerocos jo memuji Bella di depan Devan.
Jika sedang berdua, mereka memang bisa sedikit lebih santai. Apa lagi mereka sudah sejak kecil bersama. Jo tau jika Devan sudah mulai menerima Bella di sisinya, hanya saja egonya terlalu tinggi untuk mengakuinya.
"Ck, berhenti menyanjung wanita itu. Berani sekali kau memuji istri ku di depan ku!" kesal Devan.
Tunggu! Apa kata Devan? Istriku? Sejak kapan lelaki itu mengakui Bella sebagai istrinya? Semenjak mendengar perkataan Bella saat dirinya kritis, hatinya jadi sedikit luluh. Entahlah Devan pun tak tau, apakah dia sudah mencintai Bella atau belum, tapi hatinya sedikit menghangat karena perhatian dari Bella.
"Anda cemburu ya tuan?" kelakar Jo meledek Devan.
"Tidak! Kau jangan sok tau, mau ku potong gaji mu? Hah!" ancam Devan.
"E-eh jangan dong tuan, saya kan hanya bertanya. Tidak cemburu juga tidak apa-apa sih, itu malah bagus. Kan saya jadi bisa-"
"Bisa apa?!" potong Devan cepat dengan manik mata yang melotot ke arah Jo.
"Tidak tuan," jawab Jo mulai ketar-ketir.
'katanya tidak cemburu, tapi begitu saja sudah marah. Huh dasar gengsian!' gerutu jo dalam hati
"Ingat Jo, dia adalah istri bos mu! Kau jangan sampai menusuk ku dari belakang," peringat Devan.
__ADS_1
"Tidak akan tuan. Saya tidak mungkin mengambil milik anda,"
"Saran saya tuan, jaga nona Bella baik-baik jangan sampai anda menyesal nanti. hargai selagi masih ada, saya yakin nona Bella adalah wanita yang tepat jadi pendamping anda," ujar Jo mengutarakan pendapatnya.
"Ck, berhenti membahas wanita itu. Sekarang katakan, apa kau sudah tau siapa pelaku penyerangan malam itu?" tanya Devan mengalihkan pembicaraan.
"Sudah tuan, pelakunya sudah di kurung di markas," jawab Jo mulai serius.
Devan memiliki markas penyiksaan untuk orang-orang yang berkhianat, dia tidak akan membiarkan orang yang berkhianat padanya selamat begitu saja. Akan selalu ada balasan dari sebuah penghianatan, terlebih orang itu hampir saja membunuh dirinya.
"Kenapa hanya kau kurung? Kau tidak memberinya pelajaran?"
"Saya memiliki ide untuk membalas pelaku utamanya tuan. Lagi pula dia hanya orang suruhan, kita bisa menjadikannya alat untuk membalas tuan Smith," jelas Jo.
"Tuan Smith?" tanya Devan mengernyitkan keningnya.
"Benar tuan. Tuan Smith lah dalang di balik penyerangan malam itu. Untuk motifnya sendiri, beliau ingin membuat anda hancur dengan mencuri berkas penting yang kita bawa malam itu, lalu setelah itu dia akan datang dan menolong anda. Dan setelah itu beliau akan menikahkan anda dengan nona Nesva dengan embel-embel balas Budi," ujar Jo menjelaskan.
"Ck, dasar licik! Apa kau sudah mengurusnya, Jo?" tanya Devan.
"Baguslah, setidaknya rencana tua Bangka itu sudah gagal," kata Devan.
"Benar tuan. Jadi sekarang, lebih baik anda memikirkan rencana bulan madu bersama nona Bella, hehe" canda Jo lagi.
"Diam kau!" sentak Devan sensi.
*****
Di mansion, Bella merasa tubuhnya sangat lelah. Tenaganya seperti sudah habis. Menjaga Devan selama satu minggu di rumah sakit membuatnya lelah. Bahkan dirinya tidak memikirkan kesehatannya sendiri, makan pun tidak teratur membuat badannya tampak mengurus. Bella memutuskan berendam dengan air hangat untuk membantu merilekskan tubuhnya.
Tiga puluh menit kemudian, Bella memutuskan untuk menyudahinya. Dia segera memakai pakaian kemudian turun untuk makan siang, dirinya merasa sangat lapar saat ini.
Bella langsung berjalan menuju dapur, dirinya akan memasak makan siang untuk dirinya.
__ADS_1
"Anda ingin makan apa, nona?" tanya pak Sam ketika melihat Bella menapakkan kakinya di dapur.
"Entahlah pak, saya akan melihat bahan apa yang ada di kulkas," jawab Bella.
"Di kulkas semua lengkap nona, anda tinggal katakan saja ingin makan siang apa. Saya akan mengolahnya untuk anda," kata pak Sam.
"Tidak masalah pak, saya akan memasak sendiri saja. Lagi pula kan saya yang makan, saya tidak enak merepotkan pak Sam hehe," sahut Bella menolak.
"Tidak repot nona, itu sudah tugas saya untuk melayani tuan dan nona. Anda duduk saja nona, biar saya yang memasak," kata pak Sam lagi.
Bella yang memang sudah sangat lapar pun mengangguk kemudian duduk di meja makan. Tubuhnya terasa lemas saat ini, jadi dia memutuskan untuk menurut pada pak Sam saja.
15 menit kemudian pak Sam datang dengan membawa makanan yang dia masak tadi, ternyata pak Sam membuat cumi balado dan sup ayam kesukaan Bella. Mencium aromanya membuat perut Bella semakin keroncongan, dirinya sudah tidak sabar ingin menikmati makan siang dengan menu favoritnya.
"Silahkan nona," ucap pak Sam setelah selesai menyajikannya di atas meja.
"Terima kasih pak Sam," ujar Bella yang langsung melahap makanannya.
Bella makan dengan lahap, wanita itu makan dengan buru-buru seperti orang yang tidak makan selama satu bulan.
Uhuk... Uhuk..
Bella tersedak karena makan terlalu buru-buru.
"Minum dulu nona," ujar pak Sam sembari menyodorkan segelas air putih pada Bella.
Bella langsung meminumnya hingga tandas, "terima kasih pak."
"Sama-sama nona. Makan pelan-pelan saja nona, makanan itu tidak akan kabur kok," canda pak Sam gemas dengan tingkah istri tuannya itu.
"Ah hehe iya pak, saya sangat lapar," jawab Bella tersenyum malu.
Hal inilah yang pak Sam sukai dari Bella, dia adalah gadis yang apa adanya. Baik, rendah hati dan tidak semena-mena. Bella selalu ramah pada semua pelayan tanpa memandang status, meskipun dirinya adalah istri dari seorang Devan.
__ADS_1
Jika di lihat dari tubuhnya yang kecil, Bella terlihat seperti gadis remaja masih manja pada orang tuanya. Tapi siapa sangka, biarpun dia kadang terlihat kekanakan, tapi sifatnya dan pemikirannya lebih baik dari orang dewasa.