
Pukul dua siang, Devan telah menyelesaikan pekerjaannya. Pria itu menghembuskan nafas lega karena akhirnya penderitaannya telah usai.
"Akhirnya selesai juga," gumam Devan merenggangkan otot tubuhnya yang kaku.
Pria itu bangkit lalu berjalan memasuki kamar, terlihat sang istri tengah tertidur dengan begitu pulasnya. Rasa damai menyelimuti ketika memandang wanita yang tengah mengandung buah hatinya itu.
Devan merebahkan tubuhnya tepat di samping sang istri, merengkuh tubuh yang selalu membuatnya candu itu. Devan menelusupkan wajahnya di ceruk leher Bella untuk mencari kenyamanan, kemudian pria itu menyusul Bella menuju alam mimpi.
...๐๐๐...
Pukul 4 sore, Devan membuka matanya. Tubuhnya sudah lebih baik setelah beristirahat terlebih dengan di temani sang istri dalam dekapannya. Pria itu memandangi wajah calon ibu dari anaknya, tangannya terulur mengusap lembut pipi Bella. Bella yang merasa ada yang menyentuhnya pun mulai mengerjapkan matanya.
"Mas," panggil Bella saat menyadari bahwa dirinya berada dalam dekapan sang suami.
"Sudah bangun?" tanya Devan.
Bella mengangguk pelan mengiyakan, "Apa pekerjaan mas sudah selesai?" tanya Bella.
"Sudah sayang, Mas kan sudah berjanji akan mengajak mu jalan-jalan, ayo," ajak Devan.
Bella mengangguk, kemudian bangkit dari rebahannya. Wanita dengan perut buncit itu berjalan dengan perlahan menuju ke kamar mandi yang ada di kamar pribadi Devan untuk mencuci wajahnya agar terlihat lebih segar.
Setelahnya bella langsung keluar dari kamar itu, ternyata suaminya itu sudah menunggu di sofa ruangannya.
"Sayang ayo," ajak Bella antusias.
__ADS_1
"Istri ku begitu bersemangat jalan-jalan ya," ucap Devan tersenyum.
"Tentu." Bella yang langsung menggandeng lengan Devan keluar dari ruangan.
Sesuai dengan yang Devan janjikan tadi, kini mereka langsung menuju ke mall terbesar di kota itu. Rencananya Devan akan menemani istrinya itu berbelanja, untuk kebutuhan calon anak mereka. Mengingat usia kandungan Bella yang sudah membesar dan sebentar lagi akan melahirkan.
Kali ini Devan memilih untuk mengemudikan mobilnya sendiri, dia ingin berduaan dengan istrinya, tanpa ada pengganggu. Setelah beberapa menit perjalanan kini mereka Akhirnya sampai di mall terbesar di kota itu karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dari kantor Devan. Mereka langsung melangkahkan kakinya memasuki Mall.
"Sayang mau beli apa dulu?" tanya Devan pada sang istri.
Bella yang sejak tadi celingukan menatap orang orang yang berlalu-lalang di sana pun mendongakkan kepalanya, menatap suaminya itu.
"Mas mau belanja?" tanya Bella balik.
"Kita akan berbelanja untuk kebutuhan anak kita, bukankah kita belum membeli persiapan apapun," ucap Devan yang membuat Bella langsung ingat.
"Kita beli baju-baju bayi dulu yuk sayang," ajak Bella yang langsung di setujui oleh Devan.
Mereka langsung menuju ke toko perlengkapan bayi, mereka membeli ranjang untuk bayi, stroller dan tentunya mereka membeli baju juga.
Bella mengambil banyak baju bayi berwarna pink karena menurutnya itu sangat-sangat lucu, ada juga gaun untuk bayi dan Bella berniat untuk mengambilnya namun Devan mencegahnya.
"Sayang jangan pilih warna pink saja, bagaimana kalau anak kita laki-laki? Apa mungkin dia akan mengenakan baju berwarna pink?" tanya Devan yang menyadarkan istrinya itu.
"Kamu bener juga mas, jadi kita beli baju yang bagaimana?"
__ADS_1
"Beli saja beberapa baju dengan warna yang netral, nanti setelah anak kita lahir, dan mengetahui jenis kelaminnya kita akan berbelanja lagi," saran Devan.
Bella pun mengangguk mengerti, ya karena ini adalah keputusan mereka. Mereka berdua sepakat untuk tidak mencari tahu jenis kelamin calon anak mereka, biarlah itu menjadi kejutan di hari kelahirannya nanti.
Barang yang mereka cari sudah di dapatkan, dan semuanya sudah di urus oleh orang suruhan Devan.
"Mau nonton?" tawar Devan.
"Mau!" jawab Bella antusias.
"Ya sudah ayo."
Devan langsung membeli 2 tiket bioskop. Bella sejak tadi tidak melunturkan senyum di bibirnya, dia senang bisa jalan-jalan bersama suaminya itu. Karena biasanya suaminya itu selalu sibuk, dan kebetulan sekarang suaminya meluangkan waktu untuk mengajaknya pergi bersenang-senang.
Kini mereka sudah di dalam bioskop, karena sebentar lagi film akan di putar. Devan sengaja memesan kursi pojok, agar dirinya bisa bermesraan dengan istrinya. Pada akhirnya mereka hanyut dalam suasana film yang di putar.
Satu jam kemudian, film selesai. Mereka langsung keluar dari sana, entah akan ke mana lagi mereka.
"Sayang mau ke mana lagi?" tanya Devan.
Bella menggeleng sebagai jawaban, dia tidak tau akan ke mana lagi.
"Ya sudah kita makan dulu saja ya," ajak Devan yang langsung menggandeng lembut jemari istrinya itu.
Mereka memasuki restoran yang ada di mall itu, dan saat mereka hendak duduk ada yang menyapa mereka berdua.
__ADS_1
"Wah, kebetulan sekali kita bertemu di sini," ucap seseorang itu.