Cinta Hadir Setelah Pernikahan

Cinta Hadir Setelah Pernikahan
pengawal baru


__ADS_3

Pagi hari setelah kepergian Devan dari mansion, kini Bella tengah duduk termenung di pinggir kolam dengan mengayunkan kakinya. Perasaan gundah yang sejak semalam menghampiri pikirannya, masih belum enyah juga. Saat tengah menikmati sarapan tadi, Bella terus-terusan muntah dan berakhir dirinya tidak mau menyentuh makanan lagi. Usia kandungan Bella sudah memasuki usia 6 bulan, membuat si bayi aktif.


"Sayang, doakan semoga ayah mu baik-baik saja ya. Ibu takut terjadi sesuatu pada ayah mu," ucap Bella pada bayi di dalam perutnya yang memberikan respon tendangan kecil.


"Sebenarnya ada apa dengan diri ku? Kenapa pikiran buruk selalu timbul sejak semalam, apa akan terjadi sesuatu pada suami ku? Tidak tidak, semoga ini hanya perasaan ku saja." Bella menggelengkan kepalanya guna menepis pikiran buruk yang bersarang di kepalanya.


Saat tengah asik dengan lamunannya, Bella di kagetkan dengan kedatangan pak Sam.


"Selamat pagi nona," sapa pak Sam yang sudah berdiri di belakang Bella.


"Eh, iya pak pagi," sahut Bella sambil tersenyum ramah.


Arah pandangan Bella tertuju pada seorang wanita yang berdiri di belakang pak Sam, wajahnya terlihat dingin seperti Devan yang dulu, tapi Bella suka. Apakah dia pelayan baru di mansion ini? Atau dia keluarga pak Sam? Bella begitu penasaran.


"Nona, perkenalkan dia Dian. Dia akan menjadi pengawal nona mulai saat ini," kata pak Sam.


"Pengawal? Untuk apa? Aku tidak butuh, aku tidak mau pak," sahut Bella.


"Maaf nona, tapi ini adalah perintah dari tuan Devan langsung sebelum pergi," jelas pak Sam.


"Dian akan menemani ke mana pun anda akan pergi, dia memiliki ilmu bela diri jadi bisa menjaga anda," Pak Sam lagi


"Ya sudah kalau begitu, tinggalkan kami berdua," pinta Bella pada Pak Sam.


Pak Sam pun mengangguk, kemudian berlalu dari sana meninggalkan sangNona dan pelayan barunya.


"Dian kemari lah," Panggil Bella sambil menepuk ruang kosong di sampingnya sebagai tanda meminta untuk dian duduk di sana.


Dian pun beranjak kemudian duduk tepat di mana Bella menepuk tadi.


"Santai saja dengan ku, jangan takut. Aku tidak makan orang kok," gurau Bela ketika melihat wajah Dian yang tegang.


Dian mengangkat wajahnya, kemudian tersenyum ke arah Bella," baik nyonya," sahut Dian

__ADS_1


"Tidak tidak jangan panggil aku nyonya, Panggil Bella saja sepertinya kita seumuran," tolak Bella.


"Maaf Nyonya, saya tidak bisa. Saya harus memanggil anda sebagaimana mestinya," ujar Dian tidak enak.


"Kenapa? Aku mengizinkannya kok. Lagi pula aku tidak nyaman di panggil nyonya. Aku merasa menjadi orang yang tua hehe," sahut Bella terkekeh kecil membayangkan ketika dirinya tua nanti.


"Tetap tidak bisa nona, saya harus menghormati anda sebagai majikan saya," kata Dian lagi.


"menghormati bukan berarti harus memanggil Nyonya, kan? Atau kalau tidak, kamu bisa memanggil ku kakak saja. Biar kita lebih akrab," ujar Bella.


"Ah baik, Kakak saja. Tapi apa tidak apa-apa?" tanya Dian yang takut terkena hukuman dari Devan pasalnya yang dia dengar dari berita, Devan adalah orang yang dingin dan kejam.


"Tidak apa-apa, mulai sekarang kita teman, oke?" kata Bella sambil menyodorkan jari kelingkingnya, sebagai tanda persahabatan.


Dian hanya mengikuti apa kata sang nona, karena dia tidak ingin meninggalkan kesan buruk hari pertamanya bekerja.


"Sepertinya saya akan betah bekerja di sini, anda baik," ucap Dian sambil tersenyum ke arah Bella.


"Iya Kak."


"Nah kalau seperti ini kan terdengar enak, baiklah panggil aku seperti itu. Aku suka mendengarnya," kata Bella.


"Iya kakak," ucap Dian mempertegas panggilannya lalu sesaat kemudian mereka tertawa bersama.


Mereka berdua terus bercerita dengan asyiknya, hingga tiba-tiba Bella teringat akan Hendry. Sudah lama dirinya tidak bertemu Hendry, bagaimana jika dirinya mengajak Dian untuk mengantarnya pergi.


"Dian bagaimana kalau siang ini kita pergi keluar," ajak Bella.


"Kakak mau ke mana? Biar aku antar," sahut Dian.


Dian adalah pelayan pribadi untuk Bella, wanita itu akan menjadi pengawal sekaligus supir Bella, ketika pergi kemana pun. Karena Devan sengaja mencari pengawal wanita khusus untuk Bella.


"Aku berencana pergi ke butik milik kakak ku, aku sudah lama tidak bertemu dengannya," sahut Bella.

__ADS_1


Dian hanya mengangguk mengerti, Dian berpikir yang di maksud kakak oleh Bella adalah kakak kandungnya, "Baik kak."


"Ya sudah kita masuk dulu, aku akan berganti Pakaian dulu."


Mereka berdua pun akhirnya masuk ke dalam, Dian menunggu di sofa yang terletak di depan kamar Bella. Sedangkan Bella, wanita itu masuk ke dalam kamarnya untuk berganti pakaian.


Setengah jam kemudian, Bella keluar dari kamar dengan mengenakan dress panjang lutut dengan motif bunga-bunga. Tidak lupa dia mengenakan topi dan juga masker, membuat Dian menatap bingung pada sang nona.


"Aku harus memakai topi dan masker, jika tidak, orang-orang di luar sana pasti akan mengenali ku," jelas Bella yang mengerti arti dari tatapan Dian.


Dian mengangguk mengerti, dirinya hampir saja lupa bahwa majikannya itu adalah istri dari Devan alandra. Seorang pebisnis muda nomor satu di Indonesia. Jadi apapun kegiatan dari anggota keluarganya pasti akan di sorot oleh media.


"Sudah siap Nona?" tanya Dian.


"Sudah, ayo!" ajak Bella antusias.


Mereka berdua pun akhirnya menuruni anak tangga secara bersamaan, dan sesampainya mereka di anak tangga terakhir Pak Sam datang menghampiri mereka, lebih tepatnya menghampiri Bella.


"Nona akan ke mana?" tanya Pak Sam.


"Pak Sam, aku akan ke butik Kak Hendri. boleh, kan?" kata Bella.


"Boleh nona, asal anda tidak pergi sendirian. Biar supir yang akan mengantar anda," sahut Pak Sam.


"Aku pergi bersama Dian saja pak, lagi pula Pak Sam tadi bilang kalau Dian memiliki ilmu bela diri dan dia akan menjadi pengawal ku kan?" tolak Bella.


"Tapi tetap saja Nona, biarkan sopir mengantar anda baru setelahnya di sana nanti, Dian yang akan menemani anda," ucap pak Sam.


"Baiklah," putus Bella.


Mereka pun akhirnya pergi meninggalkan mansion dengan di antar oleh sopir kepercayaan Devan, saat di perjalanan Bella meminta sopir untuk berhenti di sebuah restoran. Berhubung sebentar lagi adalah jam makan siang, wanita itu berencana untuk membeli makanan.


Setelah selesai membeli apa yang di butuhkan, mereka pun akhirnya melanjutkan perjalanan mereka menuju ke butik Hendry.

__ADS_1


__ADS_2