Cinta Hadir Setelah Pernikahan

Cinta Hadir Setelah Pernikahan
di kejauhan


__ADS_3

Saat sedang rapat, Devan mendapat kabar dari anak buahnya yang ia utus untuk mengawasi Bella dari kejauhan. Anak buahnya mengatakan bahwa Bella pingsan. Mendengar itu, Devan langsung terburu-buru terbang ke New york. Dirinya begitu mengkhawatirkan keadaan istrinya itu.


Jo yang bingung dengan tingkah tuannya pun hanya mengernyitkan keningnya, dirinya tidak berani bertanya. Pasalnya Devan tidak pernah abai jika sudah menyangkut pekerjaan. Devan langsung beranjak pergi meninggalkan ruang rapat tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Hal itu membuat Jo harus turun tangan untuk menghandle rapat selanjutnya.


Devan terbang ke new york menggunakan jet pribadi milik sang papa. Setelah menempuh penerbangan beberapa jam, akhirnya Devan sampai di new york. bersamaan dengan itu, Devan mendapat kabar bahwa Bella sudah baik-baik saja dan sudah kembali ke hotel. Jadi Devan memutuskan untuk tidak langsung menemui Bella, dia mencari penginapan untuk dirinya. Baru setelah itu besoknya dia akan menemui Bella.


Sesampainya di hotel, Devan langsung merebahkan tubuhnya di ranjang. Dia tampak lelah, lelah bekerja dan memikirkan cara agar bisa bertemu dengan Bella.


"Apakah besok aku bisa bertemu dengannya?" gumam Devan.


"Aku harus terus bersemangat jika ingin Bella kembali pada ku," sambung Devan menyemangati dirinya sendiri.


Devan akhirnya pun tertidur karena kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh.


Keesokan harinya, Bella dan Hendry tengah bersiap-siap untuk pergi menikmati suasana new york sebelum mereka kembali ke Indonesia.


Tok tok tok...


"Dik, kamu sudah siap?" panggil Hendry dari balik pintu.


"Iya kak, sebentar," sahut Bella dari dalam.


Ceklek.


Bella sudah terlihat lebih segar, tidak terlalu pucat seperti kemarin. Bella mengenakan gaun selutut dengan motif bunga-bunga, yang menambah kesan cantik untuk dirinya. Tubuhnya yang kecil membuatnya terlihat seperti anak remaja yang baru lulus sekolah.


"Sudah siap?" tanya Hendry kembali.


"Sudah kak, ayo kita jalan-jalan," kata Bella dengan wajah riangnya.


"Baiklah, ayo."


Mereka pergi meninggalkan hotel untuk berjalan-jalan agar pikiran Bella tidak stres. Hendry begitu menyayangi Bella, dia sudah menganggap Bella seperti adiknya sendiri.


"Wah, danau!" pekik Bella tertawa girang, dia begitu menyukai ketenangan dan di sini dia bisa mendapatkannya.

__ADS_1


"Hati-hati Dik, jangan berlari. Kamu bisa terjatuh nanti," peringat Hendry mencemaskan Bella yang berlarian kesana kemari.


"Hehe, iya kak," sahut Bella cengengesan.


Hendry membawa Bella ke danau yang terkenal di kota itu, agar Bella bisa merilekskan pikirannya. Dan agar tidak selalu memikirkan nasib hidupnya kedepannya.


"Kita duduk di sana yuk," ajak hendry.


Mereka duduk di batu besar yang ada di pinggir danau. Suasana di sana begitu sejuk dan segar, ada bunga-bunga liat yang tumbuh di sekitaran danau. Bella bisa sejenak melupakan masalahnya.


"Wah, lihat kak ada kupu-kupu. Cantik sekali," tunjuk Bella pada kupu-kupu yang menghinggapi bunga itu.


"Ya kupu-kupu itu sangat cantik, seperti diri mu," sahut Hendry tersenyum.


Hendry begitu senang melihat Bella bisa kembali tersenyum, setelah satu bulan ini.


"Kak, aku boleh memetik bunga itu tidak?" tanya Bella pada Hendry.


"Tentu saja boleh Dik," jawab Hendry kemudian bangkit dari duduknya dan memetik setangkai bunga, kemudian dia selipkan di belakang telinga Bella.


"Terima kasih kak," Bella tersenyum bahagia, dirinya kembali merasa di sayangi setelah sekian lama di musuhi oleh beberapa orang.


Bella bangkit dari duduknya, dia berjalan untuk melihat bunga-bunga yang tumbuh subur di sana. Sesekali dirinya tersenyum manis ketika kupu-kupu tidak sengaja hinggap di tangannya.


Sementara Devan, pria itu sudah sejak tadi mengikuti Bella. dari mulai keluar dari hotel hingga sampai di danau. Devan lebih memilih memantau Bella dari kejauhan, dia tidak ingin merusak momen bahagia Bella dengan kehadiran dirinya yang belum tentu di inginkan oleh istrinya itu.


"Dia sangat cantik saat tersenyum seperti itu," gumam Devan ketika melihat Bella tersenyum.


'Betapa bodohnya aku dulu, yang menyia-nyiakan istri sebaik dia. Mengapa aku terlambat menyadari, bahwa dia memang berbeda dari wanita lainnya. Dia sederhana dan baik hati,' batin Devan menyesali perbuatannya dulu.


Devan memutuskan untuk meninggalkan area danau, karena dia akan kembali ke Indonesia untuk mengurus perusahaan yang dia tinggal begitu saja. Walau ada Jo yang menghandle, tapi semua membutuhkan tanda tangan darinya. Devan sudah jauh lebih lega karena melihat Bella baik-baik saja.


...๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ...


Sore hari Bella dan Hendry memutuskan untuk kembali ke hotel, karena esok mereka sudah harus kembali ke Indonesia.

__ADS_1


"Mau langsung ke hotel atau ingin jalan-jalan lagi?" tanya Hendry pada Bella.


"Bagaimana kalau kita pergi makan malam dulu kak, biar nanti setelah kita sampai di hotel bisa langsung istirahat saja," usul Bella.


"Boleh juga. Kamu ingin makan apa?" tanya Hendry.


"Bella ingin makanan Indonesia saja kak, ada tidak ya? Soalnya Bella tidak bisa makan makanan western, lidah Bella ini asli Indonesia. Hehe," jawab Bella malu.


"Tentu ada dong, Dik. Ya sudah, kita ke restoran makanan Indo saja," ucap Hendry.


Mereka menuju ke resto yang menunya adalah makanan Indonesia, dan pengalaman Hendry ke sana makanannya enak-enak. Mereka akhirnya pun sampai di resto, dan langsung memesan makanan.


"Kamu mau pesan apa, Dik?" tanya Hendry.


"Bella mau pesan nasi uduk dan mie goreng, sama minumnya es teh. Itu saja kak," kata Bella.


"Tidak mau mencoba nasi gorengnya? Kak sudah pernah coba, rasanya enak sekali," tawar Hendry.


"Tidak kak, itu sudah banyak. Nanti Bella tidak habis, hehe," sahut Bella.


"Ya sudah kalau begitu."


Setelah memesan makanan, mereka berdua bercerita sambil menunggu makanan datang.


"Jadi, kakak sudah pernah ke sini ya?" tanya Bella.


"Iya, beberapa kali. dulu kalau kakak mengikuti acara fashion di sini, pasti kakak akan makan di sini. Selain enak, di sini juga rasanya sesuai lidah ku," jelas Hendry.


"Wah, jadi kakak sudah sering mengikuti acara fashion ya?" tanya Bella antusias.


"Cukup sering, karena itu bisa mengasah kemampuan kakak untuk bisa lebih mengembangkan potensi dalam diri."


Bella mengangguk mendengarnya. benar juga, orang akan belajar dari pengalamannya. Perbincangan mereka terhenti saat makanan datang. Mereka mulai makan malam dengan sedikit di bubuhi cerita, dari Hendry. Karena Bella begitu antusias mendengarnya.


Setelah selesai, mereka pun kembali ke hotel untuk beristirahat. Sesampainya di hotel, Bella langsung membersihkan dirinya. Kemudian dia mengemasi baju-baju miliknya ke koper, Karena besok pagi mereka akan terbang kembali ke Indonesia. Setelah semuanya beres, Bella langsung membaringkan tubuhnya di ranjang Dirinya cukup bahagia hari ini, dan ingin segera tidur untuk menyambung mimpi yang manis.

__ADS_1


__ADS_2