Cinta Hadir Setelah Pernikahan

Cinta Hadir Setelah Pernikahan
dinner


__ADS_3

Devan menggandeng mesra jemari Bella, mereka menuruni tangga secara bersamaan. Di bawah sudah ada Jo dan papa Andra yang sedang berbincang kecil, Papa Andra terlihat sedang menanyakan perkembangan perusahaan Devan.


Saat melihat anak dan menantunya turun bersama, pria paruh baya itu merasa senang. Karena putranya itu sudah banyak berubah, dari yang dulunya sifatnya dingin dan acuh tak acuh, sombong dan arogan, kini Devan perlahan-lahan menjadi pria yang lebih baik. Dan yang mampu merubah diri Devan itu adalah Bella, sang menantu kesayangannya.


Papa Andra begitu bersyukur karena pernikahan Devan tidak bernasib sama seperti pernikahannya dulu, Papa Andra bahkan menikah sampai beberapa kali tapi selalu saja semua ya wanita yang di nikahinya itu bukanlah wanita yang tulus seperti Bella. Tapi papa Andra tidak ingin memikirkan hal itu lagi, dia sudah berdamai dengan masa lalunya. Karena sekarang putranya itu sudah bahagia dengan keluarga kecilnya dan itu sudah cukup membuatnya ikut bahagia.


"Kalian mau ke mana?" tanya papa Andra saat Devan dan Bella sudah sampai di dekat mereka.


"Aku akan mengajak Istri ku makan malam di luar Pa, Papa di rumah saja!" kata Devan mewanti-wanti.


"Jadi kau tidak berniat mengajak Papa?" tanya papa Andra menggoda Devan.


"Untuk apa aku mengajak pria tua seperti mu!" ketus Devan.


"Jangan berkata seperti itu mas," ucap Bella yang langsung membungkam mulut pria itu.


Devan langsung terdiam seketika, pria itu tidak lagi meladeni ledekan sang papa.


"Kau langsung diam, son? Biasanya kau selalu membantah siapapun yang berani memerintah mu," ledek Papa Andra lagi.


Devan Diam, dia tidak peduli dengan ledekan sang papa. karena sang istri sudah menyuruhnya untuk diam, maka dia akan diam sesuai perintah sang istri.


Devan hanya memutar bola matanya malas, sungguh menjengkelkan sekali pria tua itu.


Kalian lihat kan, betapa bucinnya Devan kini kepada sang istri. Itulah Karma! Pria itu dulu bahkan mengatakan bahwa dirinya tidak akan pernah merasakan jatuh cinta kepada siapapun, tapi nyatanya sekarang? Ya begitulah.


"Ya sudah Bella pa, kami pergi dulu ya," pamit Bella.

__ADS_1


"Iya sayang bersenang-senanglah, hati-hati di jalan," ucap Papa Andra yang langsung di hadiahi pelototan dari Devan.


'Sayang katanya? Cih!' batin Devan menggerutu.


Mobil yang Devan dan Bella tumpangi pergi menjauh meninggalkan pelataran mansion, mereka langsung menuju ke restoran bintang 5 yang telah di persiapkan oleh Jo. Setelah beberapa saat perjalanan, mereka Akhirnya sampai di restoran itu. Dari luar nampak gelap, hanya di terangi oleh satu buah lampu Tumblr dan terlihat remang-remang. Sebelum turun Devan mengeluarkan penutup mata dan mengaitkannya untuk menutupi mata Bella.


"Kenapa harus di tutup, mas?" tanya Bella kebingungan.


"Biar surprise sayang."


Bella hanya mengangguk dan tersenyum manis.


Mereka berdua keluar dari mobil, Devan menuntun Bella. Saat memasuki resto ada banyak pengawal Devan, untuk berjaga-jaga jika ada kemungkinan yang bisa terjadi. Suasana di dalam resto tampak remang-remang, sepanjang jalan masuk, di hiasi lilin yang menyala dengan indah.


Devan menuntun Bella untuk duduk di kursi, lalu memasangkan kain di paha Bella. Kemudian setelahnya Devan membuka penutup mata Bella.


"Kak, ini?" Bella tak mampu berkata-kata, dirinya begitu terharu akan semua yang Devan lakukan.


"Mas yang menyiapkan ini semua? Terima kasih," ucap bella dengan mata berkaca-kaca.


"Jangan menangis sayang, aku tidak suka melihatnya." Devan mengusap air mata yang mengalir di sudut mata Bella.


"Ayo kita makan dulu, setelah itu masih ada kejutan lainnya," sambung Devan.


Bella mengangguk mengiyakan, kemudian mereka berdua menikmati makan malam romantis mereka. Sesekali Devan menyuapi Bella, pria itu begitu mencintai istrinya. Perasaannya semakin membuncah ketika melihat istrinya tersenyum manis, inilah yang membuat Devan begitu kagum kepada sang istri. Hanya dengan kejutan kecil saja sudah mampu membuat Bella bahagia.


Setelah selesai makan, devan mengajak Bella untuk berdansa. Musik yang romantis di putar, yang menambah kesan romantis. Mereka sangat menikmati momen kali ini, karena ini adalah yang pertama kalinya bagi mereka.

__ADS_1


Tiba-tiba Devan berlutut di hadapan sang istri, kemudian pria itu mengeluarkan sebuah kotak dari saku jasnya dan itu adalah cincin kawin mereka berdua.


"Sayang, jadilah teman hidup ku. Dampingi dan iringi setiap langkah ku, jadilah Ibu dari anak-anak ku dan jadilah istri ku satu-satunya untuk selamanya. Sayang aku mencintai mu!" ucap Devan sambil membuka kotak cincin kawin mereka.


"Mas, bukankah aku sudah mempunyai cincin," ucap Bela sambil menunjukkan cincin di jari manisnya.


Melihat hal itu Devan langsung melepas cincin itu, karena cincin itu akan selalu menunjukkan betapa bodohnya dirinya yang dulu.


"Sayang, cincin pernikahan ini hanya ada di jari mu. Maka dari itu, aku membeli cincin yang baru, yang akan terpasang di jari kita berdua," jelas Devan.


Setelah memasangkan Cincin Di Jari manis Bella, dan Bella juga sudah memasangkan Cincin Di Jari manis Devan. Devan kemudian mengeluarkan kotak selanjutnya, yaitu satu set perhiasan berlian. Bella yang melihat hal itu pun menjadi ternganga, wanita itu menutup mulutnya terkejut. kalungnya terlihat sangat indah meskipun modelnya sangat sederhana, tapi Bela tahu kalau itu harganya Pasti sangat mahal.


"Mas ini sangat indah ini, pasti sangat mahal kan," ucap Bella.


"Kamu suka?" tanya Devan.


Bella mengangguk antusias," Bella suka mas."


"Perhiasan ini hanya ada satu dan Kamu lah pemiliknya, ini semua aku persiapkan hanya untuk mu. Sayang, aku sangat mencintai mu. Rasa cinta ku pada mu, setinggi langit dan bahkan lebih dalam dari samudra terdalam sekalipun. "


Mendengar hal itu Bella pun di buat meleleh olehnya, karena yang Bella tau Devan adalah orang yang sangat dingin dan cuek, karena memang selama beberapa bulan mereka bersama itulah sifat Devan. Tapi sekarang lihatlah, pria itu bahkan menjadi seorang puitis handal. Entah sejak kapan jiwa puitis dalam diri Devan itu muncul.


Kemudian Devan memasangkan kalung berlian itu di leher Bella, sangat pas dan sangat cocok. Meskipun modelnya sederhana namun terlihat elegan dan mewah.


"Cantik," ucap Devan setelah selesai memasangkannya


"Terima kasih mas," ucap Bela sembari memeluk Devan dengan erat.

__ADS_1


Dan entah siapa yang memulai duluan, bibir mereka kini terasa saling bertaut. Mereka menikmati ciuman cinta antara mereka. Bella mereka sangat bahagia, karena akhirnya dirinya menemukan seorang yang bisa di jadikan nya sandaran ketika dirinya bersedih.


Mereka akhirnya memutuskan untuk segera kembali ke rumah, karena hari sudah semakin larut. Mereka memasuki mobil meninggalkan resto.


__ADS_2