
Hari ini, Bella ikut pergi ke butik Hendry. Ceritanya dia akan menjadi asisten Hendry, dan membantunya. Sekaligus dirinya ingin belajar tentang fashion, siapa tau nanti dirinya berpindah haluan. Setidaknya jika dirinya tidak bisa merancang busana, dia bisa belajar tentang fashion dan make up.
Setelah sarapan, mereka berangkat ke butik bersama. Setelah menempuh beberapa menit perjalanan mereka akhirnya sampai di butik. Hendry langsung naik ke atas menuju ke ruangannya, karena dia akan menyelesaikan beberapa desain gaun rancangannya. sedangkan Bella dia menggantikan posisi kasir yang kebetulan sedang cuti hari ini. Bella membantu melayani customer Hendry, mulai dari membantu memilihkan baju sampai membantu customer make up. Walau dirinya tidak pernah berdandan, tapi kalau urusan make up Bella sedikit tahu tentang itu. Selagi masih bisa di tanganinya, dia akan menanganinya sendiri. Tapi jika sudah tidak bisa, maka dia akan memanggil Hendri atau karyawan lain.
Saat Bella Tengah sibuk membantu melayani customer, tiba-tiba Alea datang dengan beberapa temannya.
"Wah lihat, ada siapa di sini? ada istri mainan," ternyata sindir Alea saat melihat Bella di sana.
"Kau sekarang bekerja di sini ya? Jadi kau sudah di buang ya oleh suami mu yang kaya itu, Bagaimana rasanya di buang? Kau memang pantas di buang, karena memang kau itu Norak dan kampungan," sambung Alea dan terdengar suara tawa mengejek dari teman-teman Alea.
"Selamat datang di butik kami, selamat berbelanja. Jika tidak belanja, di perkenankan untuk keluar," ujar Bella profesional.
"Heh! Sombong sekali kau ini, baru di jadikan istri mainan saja sudah seperti ini," ketus salah satu teman Alea.
"Maaf Nona, di larang membuat keributan di sini. karena dapat mengganggu kenyamanan customer kami yang lain," kata karyawan Hendri yang bernama Ririn.
"Ternyata tidak hanya istri mainan ini yang sombong, ternyata seluruh karyawan di butik Ini sama juga sepertinya." Nyinyir salah seorang teman Alea menatap sinis Ririn dan Bella bergantian.
"Lebih baik kita keluar saja guys, karena di sini banyak kumannya," sambung Alea mengajak teman-temannya pergi.
"Ya pergi sana! Kami tidak membutuhkan pelanggan seperti kalian." Ririn terpancing emosi.
"Sudah kak, tidak perlu di ladeni nanti kita akan sama gilanya seperti mereka," ujar Bella menenangkan Ririn yang terpancing emosi.
Ririn begitu kesal mendengar Bella di maki dan di hina, karena dia tahu Bella adalah orang yang baik. Terbukti dari awal pertama kali Bela datang ke sini, sampai sekarang Bella selalu ramah padanya tanpa memandang rendah dirinya yang hanya seorang karyawan.
"Karyawan rendahan saja belagu!" sinis Alea dan teman-temannya sebelum akhirnya mereka keluar dari butik.
__ADS_1
"Kok ada ya orang yang seperti itu, bisanya cuma merendahkan orang lain," gerutu Ririn yang kesal melihat tingkah Alea dan teman-temannya.
Ririn tahu kalau Alea adalah adik sepupu Bella. Dia sangat heran mengapa Alea begitu berbanding terbalik sifatnya dengan Bella, Bella sangat sederhana dan baik hati. Sedangkan Alea, gadis itu terlihat urakan dan sifatnya sangat angkuh.
"Maafkan Adik sepupu ku ya kak, dia memang seperti itu orangnya," ucap Bela merasa bersalah.
"Tidak Bella, ini semua bukan salah mu. Yang salah itu dia, dia bahkan menghina mu tapi kenapa kamu malah diam saja?" heran Ririn.
"Aku malas meladeni dia, karena semakin di ladeni maka dia akan semakin menjadi. jadi Biarkan saja, kalau sudah lelah kan dia pasti akan berhenti sendiri," kata Bella sambil tersenyum.
"Bella aku tahu kau baik, tapi jangan diam saja Ketika diri mu di tindas. Itu tidak baik," nasehat Ririn yang memang lebih dewasa dari pada Bella.
"Iya Kak," sahut Bella.
"Ya sudah lupakan saja."
Mereka akhirnya kembali melanjutkan pekerjaan mereka, hingga saat siang tiba Bella menerima telepon dari Hendry.
"Belum kak, mungkin sebentar lagi," jawab Bella.
"Ya sudah kita makan siang bersama, kakak akan segera turun. tunggu di sana ya," kata Hendry.
"Baik kak."
Mereka pergi bersama meninggalkan butik untuk pergi makan siang, rencananya mereka akan makan ketoprak di pinggir jalan.
Setelah menemukan penjual ketoprak, mereka menghentikan mobilnya. mereka akhirnya memesan Ketoprak dan memakannya. Bella makan dengan sangat lahap, karena Bella memang sangat menginginkannya.
__ADS_1
Setelahnya mereka kembali ke butik, dan melanjutkan pekerjaan mereka. Hendry yang tidak ingin bela kelelahan menawarkan Bela untuk beristirahat sejenak.
"Dik lebih baik kamu istirahat dulu, di atas di sebelah ruangan ku ada kamar tempat aku beristirahat. Istirahatlah di sana, Jangan memaksakan diri nanti kamu kelelahan," nasehat Hendri yang peduli pada kesehatan Bela dan janinnya.
"Iya kak nanti Bella Istirahat kalau sudah lelah."
Pukul 02.00 siang Bella sudah tidak mampu menahan nyeri di pinggangnya, dia ingin merebahkan tubuhnya sejenak untuk merilekskan tubuhnya. Bella masuk ke kamar yang di beritahukan oleh Hendry tadi, sebelum membaringkan tubuhnya Bella mengamati seisi ruangan kamar yang nampak minimalis. ada beberapa foto masa remaja Hendry.
"Eh itu sepertinya mas Devan, dan yang sebelahnya lagi tuan jo. Apakah kak Hendry sudah lama mengenal Mas Devan? Hehe, ternyata mas Devan sudah tampan dari dulu ya. eh bicara apa aku ini."
"Nak ibu merindukan ayah mu. Mengapa ayah mu tidak ada menemui Ibu lagi?" pikir Bella sedikit menyesal karena kemarin dia mengabaikan kedatangan Devan di bandara.
Bella mengusap perutnya pelan lalu kemudian merebahkan tubuhnya di atas ranjang, dia akan istirahat sejenak untuk merilekskan pinggangnya yang nyeri.
Bella terbangun sudah pukul 05.00 sore, dan itu sudah menunjukkan waktu pulang bagi para karyawan, dan butik akan segera tutup.
Bella segera keluar dari kamar menuju ke bawah, dirinya melihat Henry yang sudah berada di bawah sedang memeriksa laporan pemasukan hari ini.
"Kak maafkan aku, aku tidur terlalu lama," ucap Bela merasa tidak enak.
"Hai Dik, kamu sudah bangun? Tidak masalah tidak masalah kok, kamu pasti kelelahan karena seharian membantu Kakak di sini," sahut Hendry.
"Duduklah dulu, kakak akan menyelesaikan laporan ini sebentar. Setelah itu kita pulang," ucap Hendry.
...๐๐๐...
Di sisi lain, Devan yang sudah keluar dari kantornya langsung memacu mobilnya menuju ke butik Hendry. Dia ingin menjemput istrinya dan mengantarkan pulang, kalau Bella sudah memaafkannya rencananya dia akan membawa Bella pulang ke mansion bersama dengan dirinya.
__ADS_1
Di perjalanan Devan membeli bunga untuk di hadiahkan kepada sang istri tercinta, dia begitu merindukan istrinya. Pria itu membeli sebuket bunga lili, pasalnya istrinya itu begitu menyukai bunga itu.
Devan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia tidak ingin terlambat untuk menjemput sang istri. Karena ini adalah kesempatan yang baik bagi dirinya yang sudah mulai mendapatkan lampu hijau dari Bella.