Cinta Hadir Setelah Pernikahan

Cinta Hadir Setelah Pernikahan
taman


__ADS_3

"Duduklah sayang," ujar Devan meminta Bella untuk duduk di sofa.


"Mas yang membuatnya?" tanya Bella saat melihat ada sandwich dan susu coklat hangat kesukaan Bella.


"Tentu saja sayang ku, suami mu ini membuatnya dengan rasa penuh cinta. Dan ini aku buat hanya untuk mu, calon ibu dari anak-anak ku,"kata Devan puitis.


Mendengar ucapan Devan yang begitu manis, Bella di buat tersipu karenanya.


"Ternyata kamu adalah orang yang romantis ya mas, tapi kenapa selalu menutupinya dengan bersikap dingin, hmm?" tanya Bella menatap manik mata yang kini melembut saat bersamanya.


"Aku memang romantis sayang. Bukan aku menutupi, hanya saja aku bersikap seperti hanya pada orang yang aku sayangi. Dan kamulah orangnya," ujar Devan.


Bella tersenyum mengangguk, dirinya paham maksud dari sang suami.


"Ayo buka mulut mu, aaa," kata Bella sambil menyodorkan sesendok makanan ke mulut Devan.


Devan dengan senang hati melahapnya, "Kalau seperti ini sejak dulu kan, bagus," gumam Bella lirih.


"Sayang aku mendengarnya. Jangan buat aku terus menyesali perbuatan ku yang dulu, maafkan aku sayang," ucap Devan dengan mata berkaca-kaca.


"Maafkan aku suami ku," ucap Bella merasa bersalah.


"Ini bukan salah mu, baby. Ini salah ku! Maka dari itu, maafkan suami mu ini ya. Kita mulai hidup yang baru, biarkan aku menebus semua kesalahan yang pernah ku perbuat dulu," kata Devan sambil mengusap Surai panjang Bella.


"Semoga keluarga kecil kita akan terus bersama, dalam keadaan suka maupun duka. Kita harus membersamai satu sama lain," sahut Bella.


Devan kembali memeluk sang istri dari samping, memberikan kehangatan tersendiri di hati Bella. Kemudian mereka menghabiskan makanannya.


"Sayang, kamu tidak ke kantor?" tanya Bella.


"Apa aku harus terus bekerja, bahkan di hari minggu ini? Tidak bekerja selama satu tahun pun, kamu tetap tidak akan kekurangan, sayang," ucap Devan sombong.


"Eh? Ini hari minggu ya? Bella lupa," ucap Bella.


"Jadi, ke mana sebaiknya kita menghabiskan weekend ini?" tanya Devan.


"Bagaimana kalau jalan-jalan?" usul Bella.


"Kamu ingin ke mana, sayang ku?"


"Jalan-jalan ke taman," ujar Bella.


"Tidak ingin shopping? Beli baju baru atau tas atau apapun, begitu?" tanya Devan.


Bella menggelengkan kepalanya, dia hanya ingin jalan-jalan berdua bersama sang suami. Dia akan membuat kenangan manis bersama sang suami.

__ADS_1


"Kenapa kamu sangat istimewa? Jika wanita lain pasti akan mengajak untuk shopping dan berbelanja barang branded untuk menyenangkan dirinya. Tapi kamu tidak! Begitu beruntungnya aku bisa mendapatkan istri sebaik dan setulus kamu, sayang. Terima kasih karena sudah mau menjadi pendamping hidup ku," ucap Devan sambil menatap manik mata istrinya.


"Berterima kasih lah pada paman," kata Bella.


Devan mengangguk setuju, "Ya, berkat paman aku bisa mendapatkan seseorang yang spesial seperti mu."


"Sayang, aku rindu paman. kenapa paman tidak ada kabar, ya?" raut wajah Bella langsung murung ketika teringat sang paman.


"Em, sebenarnya-" Devan menggantung ucapannya, yang mana membuat Bella penasaran.


"Ada apa sayang? Apa kamu tau sesuatu?" desak Bella.


"Tapi janji, kamu jangan sedih. Aku janji akan terus mencari keberadaan paman," kata Devan berbelit yang membuat Bella semakin penasaran.


"Apa mas! Jangan membuat Bella penasaran," desak Bella tidak sabar.


"Paman di culik, sayang. Dari informasi yang di dapat anak buah ku, motifnya adalah orang itu menginginkan perusahaan milik mu. Dan kabar terakhir yang di dapat, paman di bawa ke desa terpencil pulau Jawa," jelas Devan.


"Apakah tidak ada cara untuk segera menemukan Paman secepatnya?" tanya Bella.


"Untuk saat ini anak buah ku sedang berusaha, aku berjanji akan segera menemukan paman. Aku pasti akan mengupayakan yang terbaik untuk paman."


"Terima kasih sayang," ucap Bela tulus.


Bella tersenyum sembari menggangguk.


"Ya sudah bersiap-siap lah, kita akan jalan-jalan ke taman sesuai keinginan mu," ajak Devan


"Jadi serius kita akan ke taman?" tanya Bella antusias.


Lihatlah bagaimana raut bahagia istrinya itu ketika keinginannya di turuti, padahal hanya hal kecil tapi dia sudah sebahagia ini.


"Tentu saja sayang, apapun keinginan mu," sahut Devan yang mana membuat Bella tersenyum bahagia.


"Terima kasih sayang," ucap Bela lagi.


...πŸ’œπŸ’œπŸ’œ...


Bella dan Devan turun secara bersamaan, dengan tangan yang saling bertaut. Keduanya tampak tersenyum bahagia. Papa Andra yang melihat kemesraan anak dan menantunya pun menjadi tersenyum bahagia karena keduanya kini tampak saling menyayangi, dan saling mengasihi dan itu sudah membuatnya bahagia.


"Selamat pagi pa," sapa Bella saat sudah berada di dekat papa Andra.


"Selamat pagi nak, kalian sudah rapi mau ke mana?" tanya papa Andra.


"Kami akan jalan-jalan pa," sahut Bella.

__ADS_1


"Wah itu bagus sekali, selama kalian menikah kalian kan belum pernah jalan-jalan berdua. Karena menghabiskan waktu berdua akan membuat hubungan kalian semakin harmonis," ucap papa Andra.


"Ya sudah pa, kalau begitu kami pergi dulu," ucap Devan yang dari tadi diam.


"Ya Pergilah, bawa istri mu yang cantik itu jalan-jalan untuk menyenangkan hatinya. berhati-hatilah."


Devan hanya mengangkat jempolnya sebagai tanda oke, lalu pergi meninggalkan sang papa.


Mobil yang Devan dan Bella tumpangi segera meninggalkan pelataran mansions, mereka segera menuju ke taman yang ingin di kunjungi oleh bella.


Setelah beberapa saat perjalanan mereka akhirnya sampai, di taman tersebut tidak terlalu ramai. Saat mereka tengah berjalan menuju ke taman, Bella melihat ada penjual somay dan bella sangat menginginkan itu.


"Sayang ayo kita beli itu,"ajak Bella sambil menunjuk ke arah penjual somay tersebut.


Devan menolehkan pandangannya ke arah yang bella maksud, "Apa kamu yakin menginginkannya, sayang? apa tidak ingin makanan yang lain saja?" tawar Devan.


Bella menggeleng pasti," Tidak sayang, Bella menginginkan itu."


"Tapi itu tidak sehat sayang, itu pasti tidak higienis," kata Devan


"Pokoknya aku mau itu sayang! ini anak kita loh yang mau. Kamu mau, nanti kalau anak kita lahir dia jadi ileran gara-gara keinginannya tidak di turuti?" ucap Bela menakut-nakuti Devan.


"Apa?! Memang apa hubungannya?" pekik Devan.


"Ada! pokoknya aku mau itu," rajuk Bella.


Lihatlah, istrinya itu sudah pandai merajuk sekarang.


"Baiklah, baiklah sayang. kita beli itu, kamu duduk saja di sana. Aku yang akan membelikannya," tunjuk Devan pada kursi di taman seberang.


Bella mengangguk mengiyakan kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah yang Devan maksud.


...πŸ’œπŸ’œπŸ’œ...


Di sisi lain Nesva yang tengah frustasi karena pernikahannya dengan pria asing, membuatnya semakin membenci Devan. Wanita itu berhenti di tepi taman, namun tidak di sangka-sangka dia melihat Devan dan Bella yang tengah berbincang-bincang di tepi jalan.


"Ini semua gara-gara wanita itu! Kalau saja tidak ada wanita itu, Devan pasti akan memilih ku. Kita lihat saja, apa yang akan aku lakukan pada mu," gumam nesva berapi-api ketika melihat Bella dan Devan tampak harmonis.


Saat melihat Bella berjalan sendirian menyeberang jalan, membuat rencana jahat di kepalanya timbul seketika. Dia melirik ke kiri dan kanan mengawasi situasi yang tampak sepi. Wanita itu tersenyum smirk, cukup aman untuk dirinya melancarkan aksinya.


Nesva langsung menginjak pedal gas mobilnya dan.....


Brak!


"Aaaaaaaaarh!"

__ADS_1


__ADS_2