Cinta Rahasia Yang Membara Bersama Selingkuhan

Cinta Rahasia Yang Membara Bersama Selingkuhan
Episode 10: Status Kita


__ADS_3

Tristan jelas, segera memiliki wajah pucat ketika Elena tiba-tiba muncul di depannya apalagi sekarang mereka berdua menjadi pusat perhatian semua orang.


Terlebih lagi, Tristan tahu jika Kanaya ada di tempat itu dan sedang menatap ke arahnya.


Lalu apa yang harus dirinya lakukan?


"Kamu tidak perlu repot-repot ke sini, lagipula aku nanti akan makan siang dengan beberapa anak buahku, Aku harus merayakan kelancaran Presentasi hari ini,"


Ya, Tristan mencoba menujukan sikap dinginnya didepan Elena, namun Elena terlihat tidak menyerah.


"Eh? Aku tidak tahu ada hal semacam itu? Apakah benar begitu?" Tanya Elena menatap kearah bahwan Tirstan.


Beberapa anak buah Tristan itu, tentu saja menjadi bingung akan menjawab apa mereka hanya berpikir mungkin atasan mereka itu hanya sedikit malu ketika tiba-tiba didatangi oleh Istrinya?


Sikap malu-malu semacam itu!


Jadi sebagai bawahan yang baik, mereka harus menunjukan dukungannya!!


"Ya, awalnya memang seperti itu. Namun mungkin, lain kali saja kamu makan dengan Pak Bos, Pak Bos bisa makan siang dengan Istri anda, kita merayakan ini lain kali saja?"


"Benar-benar, lain kali saja,"


Beberapa bawahan segera menyetujuinya, jika mereka tidak ingin mengganggu momen harmonis sepasang suami istri baru itu.


Ekpersi Tirstan segera menunjukkan arah kebencian kepada bawahannya itu yang benar-benar tidak membela dirinya sama sekali.


Sialan!


"Aku hanya berniat baik padamu, apakah Aku salah?" Kata Elena lagi mencoba untuk membujuk Tristan, setidaknya Elena ingin menunjukkan perhatian dan ketulusan yang dirinya miliki pada Tristan, salah satunya dengan melakukan hal-hal ini.


"Elena, tolong jangan seperti ini,"


"Tapi Tristan, sudah lama sejak terakhir kali kita bertemu aku cukup khawatir karena belakangan ini kamu sering bekerja lembur,"


Sungguh, mendapatkan perhatian ini Tristan tidak tahu harus berbuat apa, terutama saat ini dirinya sedang ditonton oleh orang-orang tidak bisa benar-benar marah pada Elena.


Lalu tatapan Tristan menatap kearah Kanaya yang menunjukkan ekspresi tidak senang.


Dan dari situ, Tristan menyadari jika Elena saat ini sedang memegang tangannya.


Tristan buru-buru, menepis tangan itu.


Elena sepertinya semakin ke sini semakin berani dan rasa jengkel Tristan semakin memuncak.


Elena yang tiba-tiba di tepis situ, hanya merasa sedih, tidak mengira Tristan akan langsung menolaknya seperti ini.


Tristan juga mulai melihat tatapan orang-orang yang menatap kearah mereka berdua.


Dan Tristan merasa, jika dirinya dan Elena berbicara di sini hanya akan membuat gosip dan keributan tidak perlu, dan lagi dirinya harus menjelaskan hal-hal ini pada Kanaya nantinya.


Jadi, Tristan segera menarik Elena pergi dari sana.


Diam-diam tatapan Tristan bertemu tatapan Kanaya, terlihat menujukan ekpersi penyesalan, seolah berkata hanya lima menit saja, Aku akan mengusirnya?

__ADS_1


Kanaya sendiri, melihat bagaimana Tristan menggandeng Istrinya itu, hatinya jelas terasa sakit.


Walaupun, Kanaya tahu Tristan mungkin hanya ingin mengusir Elena pergi, namun tetap saja ini terasa tidak nyaman.


Melihat lagi-lagi Tristan bersama wanita lain, terlebih fakta bahwa Wanita sialan itu, akan menjadi Ibu dari Anak Tristan suatu hari nanti.


Dan dari sini, Kanaya sadar, lebih dari sebelumnya dirinya hanya Kekasih Rahasia Tristan sekarang dirinya malah hanya Selingkuhan Tristan.


Status hubungan antara dirinya dan Tristan jelas menjadi semakin tidak di terima, jelas sangat salah.


Tristan sudah menikah, dan sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah.


Hanya memikirkan, Tristan akan memiliki seorang anak dari wanita lain...


Kanaya masih terasa semakin sedih.


"Nona Kanaya, Apakah kita akan langsung kembali ke kantor?"


Pertanyaan dari bawahannya itu, segera membuyarkan lamunan Kanaya, Kanaya kembali menjaga ekspresinya.


"Kamu duluan saja, Aku bantu menyusul,"


Kanaya lalu segera pergi dari sana juga.


Kanaya saat ini, ingin menenangkan hatinya jadi dirinya segera menuju kearah atap gedung ini, mencoba mencari kesejukan di sana dan mencoba melupakan semua masalahnya.


Memikiran hubungan dirinya dan Tristan sangat sulit.


Dan Elena itu, walaupun sudah diperlakukan dingin semacam itu kenapa dia masih tidak menyerah juga pada Tristan?


Rasa kesal semakin membuat Kanaya pusing.


Dari sini, Kanaya juga melihat sepertinya Elena itu memiliki beberapa perasaan pada Tristan.


Sungguh, bagaimana jika nanti...


Kanaya tidak mau memikiran kemungkinan terburuk.


Dirinya memilih percaya pada Tristan.


####


Di tempat lainnya, saat ini Tristan bersama dengan Elena di salah satu ruangan kosong di gedung itu.


Tristan segera melepaskan tangan Elena.


"Aku sudah bilang padamu Kamu itu tidak perlu mencoba mendekatiku segala, Kenapa mesti membawa bekal segala Tidak kah menurutmu kamu itu menyebalkan!"


"Aku... Aku hanya khawatir padamu karena kamu sudah lama tidak pulang,"


"Kamu itu tidak perlu khawatir padaku aku ini bisa menjaga diriku sendiri,"


"Tapi, Mamamu bilang, kamu kadang akan sering telat makan jadi aku hanya berinisiatif untuk membawakanmu makan siang agar kamu makan teratur,"

__ADS_1


Mendengar Ibunya disebut, Tristan menjadi semakin marah.


"Kamu... Kamu tidak bilang macam-macam pada Mama soal aku yang tidak pulang bukan?"


Ya, bahkan jika Tristan memiliki alasan logis, dan nyatanya dirinya benar-benar sibuk di kantor dan lembut gara-gara proyek ini, tetap saja, Ibunya itu nanti akan memperpanjang masalah ini jika Elena berbicara macam-macam.


"Tidak, aku tidak mengatakan apapun pada Mama, kamu tidak usah khawatir,"


Tristan merasa lega mendengar itu.


"Itu bagus, kamu jangan pernah menyebarkan gosip yang tidak-tidak apalagi bilang pada keluargaku tentang hubungan kita,"


"Ya.. Aku akan berusaha,"


"Baik, sekarang sebaiknya kamu pulang saja aku masih banyak urusan,"


Elena lalu segera menujukan bekal yang dibawanya.


"Setidaknya bawalah bekal ini jika kamu tidak ingin makan siang denganku,"


Tristan tidak ingin lebih banyak berdebat dengan wanita yang ada di depannya ini, jadi hanya menerima bekal itu.


Karena Tristan harus segera mencari Kanaya.


Jelas, Kanaya pasti marah, terlihat jelas dari ekspresi yang dia miliki tadi.


Tristan merasa semakin bersalah harus menempatkan Kanaya dalam posisi ini.


Ukhh...


Sembilan Bulan...


Hanya sebentar saja, Kanaya kamu harus menunggu sedikit.


Dan dalam waktu ini, Tristan sudah membulatkan tekadnya untuk bisa mengambil alih Perusahaan dan memantapkan posisinya, dalam keluarga, jadi nanti bahkan ketika hubungan antara dirinya dan Elena terungkap, Keluarganya tidak bisa apa-apa!!


Elena melihat bagaimana Tristan akhirnya mau menerima bekal buatannya itu jelas merasa sangat senang.


Ini hanyalah sebuah langkah pertama untuk dirinya mendekati Suaminya itu.


Ya, waktu masih banyak, pelan-pelan saja.


Elena tersenyum sambil pergi dari tempat itu.


Disisi lainnya, saat ini Tristan segera mencoba untuk menelepon Kanaya, namun tidak segera mendapatkan balasan membuat dirinya semakin bingung.


Namun, Tristan cukup mengerti dimana mencari Kanaya.


Gedung ini, merupakan gedung pertemuan yang sering mereka kunjungi jika ada semacam rapat.


"Apakah Kau harus ke Atap?"


Di liputi perasaan cemas, Tristan menaiki lift, dan menuju ke lantai paling atas di tempat kira-kira kekasihnya itu berada.

__ADS_1


__ADS_2