
'Kanaya?'
Suara itu, segera membuyarkan lamunan Kanaya.
"Ya, ya, itu sangat bagus untukmu. Kalau begitu sampai bertemu besok ya,"
'Tentu saja, Aku juga sangat merindukanmu,'
"Aku juga,"
Dan telepon itu segera ditutup, Kanaya tidak ingin terlalu memikirkan masa depan yang jauh.
Yah, setidaknya sekarang moodnya cukup baik, karena salah satu teman lamanya akhirnya pulang.
Seseorang yang sudah dirinya anggap sebagai Kakaknya sendiri, sedikit orang yang baik padanya.
Kanaya menantikan pertemuannya dengan teman masa kecilnya itu.
Ya, namun sekarang ada masalah yang lebih mendesak.
Itu adalah soal Acara Perjodohan nanti malam.
Hmm, bagaimana ini baiknya?
Tidak lama, ada sebuah pesan dari Kakek Kanaya, yang menyuruh Kanaya agar tidak melupakan janji pertemuan malam nanti.
Sungguh?
Kenapa Kakeknya terlihat sangat keras kepala soal Perjodohan ini.
Astaga, semoga saja Nanti orang yang akan dijodohkan itu bisa diajak kerjasama untuk memutuskan perjodohan.
Lagi pula dalam acara Perjodohan seperti ini belum tentu juga pihak lawan juga tertarik atau benar-benar ingin dijodohkan bisa saja dia juga hanya dipaksa oleh keluarganya?
Kanaya mencoba bersikap positif soal Perjodohan nanti yang bisa dibatalkan.
Namun mana tahu malam itu begitu Kanaya sampai, dan melihat wajah yang familiar di Meja Makan tempat Perjodohan itu berlangsung, Kanaya segar merasa tidak senang.
Pria yang duduk di kursi itu menatap kedatangan Kanaya, dan bagaimana ekpersi Kanaya berubah setelah melihat wajahnya.
Pria itu laku segera berkata,
"Apakah kamu lebih senang jika Kak Azka yang datang kesini untuk di jodohkan denganmu?"
Kanaya menata pria yang ada di depannya ini yang tidak lain juga salah satu teman masa kecilnya, dia adalah adik Azka Nelson, yaitu Alvaro Nelson.
Hubungan Azka dan Alvaro tidak begitu baik, jadi Kanaya juga tidak sedekat itu dengan Alvaro, hanya saja tidak seperti mereka bukan orang yang saling kenal.
Kanaya segera duduk di kursi itu, dan segera berkata,
"Kenapa kamu menerima Perjodohan ini? Apakah Azka tahu?"
"Ini adalah sesuatu yang diatur oleh orang tau kita, dan apakah Kak Azka tahu? Tentu saja tidak, jika dia tahu Bukankah dia yang akan datang ke tempat ini?"
__ADS_1
Ekpersi Kanaya segera berubah, sepertinya acara Perjodohan ini menjadi sesuatu yang sangat menyebalkan terutama jika ini berurusan dengan Alvaro Nelson.
Alvaro ini, adalah seorang Pria yang cukup licik, pasti ada alasan kenapa dia ikut perjodohan ini.
Kanaya mencoba untuk memikirkan alasan yang cukup bagus.
"Apakah itu karena kamu ingin mengamankan Posisimu sebagai Pewaris Bisnis Keluarga? Dengan menikah denganku, yang merupakan Calon Pewaris Calestia Group?"
Pria itu, segera tersenyum penuh kemenangan,
"Kamu menebaknya dengan benar, Perjodohan Ini bukan sekedar Perjodohan biasa, namun juga perjodohan Bisnis untuk rencana Marger Perusahaan, Kakekmu yang merencanakan semua ini, Demi kamu agar bisa mendapatkan posisi yang solid, bagaimanapun juga Bukankah kamu ada dalam posisi yang sulit karena Ayahmu dan Saudaramu?"
Kanaya yang mendengar itu, hanya terdiam karena memang apa yang dikatakan oleh pria yang ada di hadapannya itu kurang lebih benar.
Namun bukan berarti dirinya harus mengikuti Perjodohan bodoh ini.
"Namun bukan berarti aku harus mau dijodohkan denganmu," kata Kanaya dengan ekpersi dingin.
Pria yang ada di hadapannya lalu segera berkata dengan ekpersi marah.
"Kamu benar-benar lebih suka dijodohkan dengan kakakku bukan?"
"Jangan berbicara omong kosong pokoknya kamu batalkan saja Perjodohan ini,"
"Kenapa? Aku tidak akan membatalkan Perjodohan ini dan aku akan pastikan jika Perjodohan ini terus berlanjut. Lagipula Aku tahu, Jika kamu tidak bisa membantah kata-kata kakekmu,"
"Alvaro, kamu jangan menjadi keras keras kepala seperti itu, tidak ada gunanya pula kita bertunangan,"
"Kamu bisa mencari wanita lain untuk dimasukkan dalam rencanamu itu setelah semua, Bukankah ada banyak wanita yang juga memiliki status dan reputasi yang bahkan lebih baik daripada aku?"
Mendengar itu, Pria di hadapan Kanaya lalu mulai meraih rambut Kanaya dengan tangannya, sedikit mencium rambut itu dan berkata,
"Namun, Kanaya yang aku inginkan hanya kamu,"
Kanaya yang mendapatkan perlakuan tiba-tiba itu segera menyingkirkan tangan Alvaro dengan jijik.
"Cih, berhenti bermain-main denganku!"
"Aku tidak bermain-main jika itu kamu mungkin aku akan benar-benar serius dalam menjalin sebuah hubungan,"
"Kamu pikir aku akan percaya?"
"Kamu boleh tidak percaya, namun aku akan pastikan untuk membuktikannya,"
Kanaya merasa kesal untuk melanjutkan pertemuan Ini akhirnya memutuskan untuk pergi dari tempat itu.
"Aku tidak mau tahu kamu batalkan Perjodohan ini, aku jelas tidak akan pernah menerimamu untuk dijodohkan denganku Aku tidak suka diatur-atur dan dijodohkan seperti ini,"
Kanaya pergi dari sana setelah mengatakan itu, karena Kanaya tahu Alvaro seperti apa, dia adalah seorang Pria licik, tidak tahu ada skema di balik apa Kenapa dia tiba-tiba menerima Perjodohan semacam ini.
Walaupun tujuannya jelas namun pria licik itu jelas memiliki maksud lain.
Alvaro menatap kepergian Kanaya dengan ekpersi kesal.
__ADS_1
"Kanaya, lihat saja Aku pasti Akan mendapatkanmu, dengan itu Kak Azka tidak akan pernah mendapatkanmu, Kak Azka yang selalu merebut segalanya dariku kali ini aku akan merebut, Kanaya darimu,"
Sebuah senyuman licik muncul di wajah tampan itu.
####
Ini adalah sebuah bandara, disana terlihat seorang Pria yang terbilang cukup tampan, mengenakan sebuah Jas Berwarna Putih, baru saja keluar dari pintu Bandara.
Dia mulai melepaskan kacamata hitam yang dipakainya, lalu menatap ke arah sekitar seolah sedang mencari seseorang di sana.
Sudah berapa lama dirinya tidak pulang?
Apakah itu ada hampir 5 tahun?
Ini bukan waktu yang singkat namun juga bukan waktu yang begitu lama.
Jika ada yang dirinya rindukan dari tempat ini, ini adalah seorang gadis tertentu.
"Kak Azka!!"
Sebuah suara membuyarkan lamunan Pria itu, dia lalu menatap kearah depan dimana ada seorang gadis cantik, yang melambaikan tangan ke arahnya.
Mungkin karena sudah cukup lama tidak bertemu, Pria itu sedikit pangling.
Gadis muda yang dulu ditemuinya, sekarang sudah beranjak dewasa sudah tumbuh menjadi seorang wanita yang sangat cantik.
"Kanaya,"
Sebuah nama yang juga dirinya rindukan.
Mungkin karena Kanaya sudah lama tidak bertemu teman lamanya itu, dia menjadi bersemangat dan segera berlari kearah Azka, sampai dia hampir tergelincir.
Sangat beruntung, Azka menangkap gadis itu dengan sigap.
Sejenak, Kanaya jatuh kedalam pelukan Azka, dan mereka saling bertatapan.
"Kenapa kamu begitu buru-buru?"
"Tidakkah kamu merindukanku? Kamu sudah lama tidak pulang Bukankah itu begitu kejam?"
Kanaya segera mencoba menebarkan posisinya, lalu menatap kesal pada Pria yang ada di hadapannya itu.
Pria itu tersenyum, lalu mengelus rambut Kanaya dengan lembut.
"Sekarang aku pulang, Kana."
Sebuah nama panggilan yang cukup Kanaya rindukan.
Owh, ini seperti bagaimana Tristan memanggilnya, namun Pria yang ada di hadapannya dulu yang memanggil dirinya dengan nama itu.
Kanaya yang sedang tidak ingin memikirkan Tristan, lalu tersenyum dan berkata,
"Ya, Selamat Datang kembali, Kak Azka,"
__ADS_1