
Kanaya dengan panik lalu segera memencet nomor telepon, ya itu jelas nomor telepon Tristan.
'Hallo, Kana sayang Apakah kamu sudah begitu merindukanku sampai-sampai kamu langsung meneleponku?'
Kanaya tidak memiliki waktu untuk membalas sapaan ramah itu hanya langsung berkata dengan panik,
"Gawat, Tristan kita berdua mati, kita ketahuan,"
Tristan awalnya, baru saja menaiki mobilnya, ketika Kanaya menelepon, jelas mendengar kata-kata Kanayan dia juga menjadi panik.
'Apa maksudmu, Kanaya?'
Kanaya segera mengatakan yang sejujurnya tentang baru saja yang terjadi, bagaimana tentang Elena yang mengikuti Tristan, lalu barusan melabrak Kanaya, namun bukan itu yang paling penting dari semuanya.
"Jika sampai dia menyebarkan hal ini kepada semua orang tidak hanya kamu namun aku juga hancur, bagaimana ini? Akhhh... Tristan, bagaimana?"
Kanaya terlihat begitu panik ketika bercerita dengan Tristan.
Tristan tentu saja juga ikut panik ketika mendengar cerita itu tidak mengira dirinya menjadi begitu ceroboh.
Hal ini bisa membuat Kanaya dalam masalah lebih dari pada dirinya sendiri.
'Tidak usah khawatir, Kana. aku akan mengurus semuanya dan Aku pastikan wanita itu tidak berani untuk menyebarkan apapun soal kita,'
Kanaya yang mendengar suara dari ujung telepon, segera menjadi penasaran dan bertanya,
"Apakah kamu punya ide bagaimana cara menyelesaikannya?"
'Aku tidak tahu apakah ini akan berhasil atau tidak Namun Aku akan mencobanya,'
"Aku tidak mengerti maksudmu Kenapa kamu tidak menjelaskannya dulu padaku?"
'Aku hanya akan mengancam, Elena, itu saja,'
"Tapi bagaimana jika tidak berhasil? Setelah semua, Elena yang menang dalam hal ini karena memegang kartu kita berdua, seolah-olah sekarang hidup dan mati kita ada di tangannya,"
Tristan yang mendengar itu segera terdiam seolah sedang mencoba mencari solusi lain.
'Mungkin kita bisa mencoba merencanakan di situasi terburuk,'
Kanaya yang mendengar itu segera menjadi diam.
"Berapa banyak uang yang berhasil kamu dapatkan dari Keluarga mu?"
'Cukup banyak, Aku sudah mendapatkan pegangan beberapa Tanah dan Harta Keluarga, dan sebagai Hadiah Pernikahan Kemarin, Ayahku juga memberikanku banyak hal atas namaku, juga Saham Perusahaan, 5%, Aku diam-diam sudah menginvestasikan uang-uangku juga, ini harusnya cukup untuk kita kabur, lalu bagaimana denganmu, Kana?'
"Tunggu, ini masih terlalu Nekat, Aku juga sudah mengamankan beberapa uang dan Aset atas namaku, namun ini tetap tidak sebanding dengan Kepemilikan Perusahaan Keluarga,"
'Baik aku hanya mengatakan untuk kemungkinan yang paling buruk bukan berarti kita benar-benar kabur oke?'
__ADS_1
"Aku mengerti maksudmu, tapi..."
'Kana, percayalah padaku aku pasti akan membungkam mulut wanita itu, oke? Kamu jangan terlalu khawatir tidurlah dengan nyenyak malam ini dan jangan terlalu banyak berpikir,'
Kanaya terdiam setelah mendengar kata-kata itu dan akhirnya memberikan jawaban setelah berpikir,
"Baiklah aku percaya padamu,"
Ya, pada akhirnya tidak ada cara lain untuk Kanaya selain percaya pada Kekasihnya itu.
Tristan harusnya bisa menemukan cara untuk membungkam wanita itu.
####
Elena pulang ke Rumah masih dalam pikiran yang tidak nyaman, Masih memikirkan tentang bagaimana Tristan ternyata memiliki seorang Kekasih.
Hanya memikirkan, apakah dirinya benar-benar orang yang merusak hubungan mereka berdua?
Namun sekarang, dirinya adalah Istri Tristan, Tentu saja tidak bisa membiarkan suaminya itu bersama dengan wanita lain.
Elena terus saja melamun dalam perjalanan bahkan ketika sudah sampai di rumah.
Namun hal yang mengejutkan Elena, ternyata Tristan sudah tiba lebih dulu di rumah dan saat ini berada di ruang tamu seolah-olah sedang menunggu seseorang.
"Mas Tristan?"
Tristan yang melihat bahwa akhirnya wanita yang ditunggunya itu datang segera berdiri dan berkata,
Elena Tentu saja tidak mengerti kenapa dirinya di tunggu?
"Kenapa?"
Namun jawaban segera muncul dari Tristan, hal-hal yang tidak Elena kira.
"Elena, aku sudah cukup baik padamu, memberikanmu Rumah yang nyaman dan kehidupan mewah, harusnya setelah acara pernikahan Aku bahkan memberimu uang bulanan yang cukup, cukup untukmu menghabiskan uang-uang itu, Namun ada satu hal yang harus kamu lakukan untukku, Aku pikir kamu yang paling mengerti ini bahwa kamu tidak boleh mencampuri urusan pribadiku,"
"Apa... Apa maksudmu?"
Elena memiliki beberapa hipotesis dan mulai memikirkan bahwa mungkin Kanaya itu menceritakan hal-hal tadi di Restoran pada Tristan?
Elena tidak menduga ini, dirinya kira Kanaya akan diam-diam saja soal ini, karena takut Tristan marah, karena Kanaya ketahuan sebagai Selingkuhannya?
"Elena, Jangan berlagak bodoh kamu diam-diam mengikutiku untuk mencoba mencari tahu urusan pribadiku?"
"Tapi... Aku hanya ingin tahu, karena kamu membeli sebuah kalung liontin untuk wanita lain,"
Tristan menatap dingin wanita yang ada di hadapannya itu,
"Aku sudah bilang padamu untuk, tidak mengurusi Urusan Pribadiku, dan aku rasa Karena sudah tidak ada yang perlu disembunyikan lagi, yang kamu lihat memang benar, Aku memiliki Selingkuhan, namun Apakah itu ada urusannya dengamu?"
__ADS_1
"Aku Istrimu,"
"Hanya itu bukan? Elena, aku memberimu beberapa nasehat untuk sebaiknya tidak pernah mengatakan soal hubunganku dan Kanaya pada siapapun, bahkan Ibuku,"
Elena yang mendengar kata-kata itu tentu saja terkejut dirinya juga tidak ada niatan untuk memberitahukan hal-hal ini pada semua orang.
Namun jika di pikir lagi, Mungkin memang lebih baik jika mengatakan ini kepada Keluarga Tristan?
Tristan mungkin akan berhenti berhubungan dengan selingkuhannya itu.
"Namun bagaimana jika aku mengatakannya?"
Tristan menatap tajam wanita dihadapannya ini,
"Aku akan pastikan detik itu juga kita bercerai, dan kamu tidak akan mendapatkan sepeserpun uang dariku, dan akan aku pastikan juga kamu tidak akan pernah melihat anakmu itu begitu anak itu lahir,"
"Tristan... Kamu.... Kamu berani mengancamku?"
Tristan segera berkata dengan ekspresi santai.
"Aku tidak mengancammu itu adalah pilihan yang kamu buat, jadi Aku berikan nasehat padamu untuk memikirkan baik-baik keputusanmu,"
Elena terdiam, pada akhirnya apa yang dirinya pilih?
Namun sepertinya membongkar hubungan Tristan dengan wanita itu, juga bukan sebuah jalan karena artinya dirinya akan kehilangan Tristan.
Lalu bagaimana nanti nasip anaknya ini?
Tristan sepertinya tidak bermain-main dengan hal-hal yang dia katakan.
Namun apa yang harus dirinya lakukan sekarang?
Elena merasa jika dirinya tidak bisa langsung menuruti kata-kata pria yang ada di depannya itu. Elena mulai tenggelam dalam pikirannya untuk memikirkan solusi yang baik sampai sebuah ide tiba-tiba muncul.
"Aku akan merahasiakan itu namun aku memiliki sebuah syarat,"
Tristan segera merubah ekspresinya menjadi kesal,
"Jika kamu bilang, menyuruhku mengakhiri hubunganku dengan Kanaya, Jangan pernah berharap,"
Elena tahu, meminta hal-hal itu merupakan sebuah hal yang berlebihan.
Jadi, Elena memutuskan untuk mengambil jalan yang paling mudah.
"Setidaknya, semasa kehamilanku, kamu harus selalu menemaniku untuk Check Up, juga untuk membantuku menjaga kondisi kehamilanku, itu adalah syarat satu-satunya yang aku miliki,"
Ya, Elena merasa ini jalan yang paling baik, jika setidaknya seperti ini bukankan akan ada waktu di mana dirinya bisa membuat Tristan luluh?
Ya, dengan keberadaan anak mereka, jelas Kanaya itu tidak bisa apa-apa, setelah semua status yang dirinya miliki dan Tristan masih begitu kuat.
__ADS_1
Elena merasa puas dengan ide ini, dan lagi Elena juga yakin jika Tristan akan menurutinya.