Cinta Rahasia Yang Membara Bersama Selingkuhan

Cinta Rahasia Yang Membara Bersama Selingkuhan
Episode 7: Elena Valentine


__ADS_3

Ini adalah sebuah tepi pantai yang indah, dimana matahari pagi, mulai terbit.


Di tempat itu, ada dua orang yang saat ini menatap ke arah matahari yang terbit, sambil bergandeng tangan seolah-olah mereka berdua akan bersama selamanya.


"Tristan, Apakah tidak apa-apa untukmu pergi berlibur denganku seperti ini?"


Pria itu, tersenyum lalu berkata,


"Tentu saja tidak apa-apa, tidak akan ada masalah pula,"


"Hmm, ini baru dua hari sejak kamu menikah?"


Ekpersi Tristan, segera menjadi buruk ketika diingatkan tentang fakta itu.


"Kamu juga tahu bahwa itu bukanlah pernikahan yang aku inginkan, sejujurnya aku selalu ingin pergi dari mereka semua dan hanya berdua denganmu seperti ini, tinggal di sebuah pulau yang sepi dan damai seperti ini hanya berdua denganmu,"


Mendengar kata-kata itu, Kanaya segera melepaskan genggaman tangannya lalu mulai duduk di tepi pantai, sambil menatap matahari yang perlahan-lahan terbit.


"Itu adalah sebuah keinginan yang terlihat mudah namun juga sulit di saat yang bersamaan,"


"Aku tahu,"


"Tapi, Aku dengar Istrimu masih di Rumah Sakit?"


Kanaya baru saja mengatakan itu seolah-olah sedang menguji pria yang ada di depannya, Apakah pria yang ada di depannya itu memiliki beberapa kepedulian atau perhatian kepada Istrinya itu?


Namun Tristan tidak merubah ekspresinya sedikitpun.


"Apakah aku ada di sana atau tidak itu tidak akan merubah kondisinya,"


Kanaya yang mendengar itu lalu tertawa kecil dan berkata dengan nada bercanda,


"Wow, benar-benar dingin..."


"Kenapa kita tidak membicarakan hal yang lain? Kenapa kita harus berlibur dengan memikirkan hal-hal memusingkan? Bukankah kamu yang bilang ingin pergi berlibur karena ingin memperbaiki suasana hati?"


Kanaya lalu menatap Pria yang ada disampingnya itu, mendekatkan wajahnya, dan memberikan ciuman singkat, lalu segera berkata,


"Ya, kamu benar. Mari kita bersenang-senang menikmati waktu yang kita miliki,"


Kanaya dengan serius menunjukkan niatnya, karena Kanaya entah kenapa merasa tidak tahu sampai kapan mereka bisa berdua seperti ini.


Setidaknya, walaupun sebentar dinya ingin menikmati hari ketika Tristan menjadi miliknya.


####


Di tempat, lainnya disebuah Rumah Sakit, terlihat seorang wanita masih duduk di bangku Rumah Sakit, sedang menikmati sarapannya dengan tidak nyaman.


"Elena? Apakah kamu baik-baik saja?"


Ibu Mertua Elena baru saja menayakan hal itu.


"Aku baik-baik saja, Mama,"

__ADS_1


Dua orang itu, sudah terlihat cukup dekat bahkan walaupun belum mengenal terlalu lama.


"Namun aku lihat wajahmu lebih pucat dari biasanya,"


Ada nada kekhawatiran ketika wanita yang lebih tua itu bertanya kepada Elena yang masih ada di tempat tidur rumah sakit.


"Ini hanya karena aku sedang tidak memiliki selera makan, sedikit mual,"


"Ya, mau bagaimanapun juga di masa sekitar satu bulan seperti ini, memang masa-masa yang sulit, kamu akan mulai lebih banyak mual, namun tenang saja biasanya di bulan kedua semuanya sudah akan baik-baik saja,"


"Aku juga berharap seperti itu,"


"Hah, sungguh Aku minta maaf atas kelakuan Tristan Putraku, padahal kamu sedang berada di rumah sakit seperti ini namun dia malah pergi entah kemana,"


Ada nada kemarahan ketika Ibu Tristan mengatakan hal itu.


Elena yang mendengar itu hanya segera tersenyum dan berkata,


"Mas Tristan saat ini, sedang ada urusan bisnis di Luar Kota, bagaimanapun juga urusan perusahaan juga penting,"


"Tidakkah kamu pikir itu hanya sebuah alasan? Tristan itu, benar-benar tidak bisa dipercaya bisa-bisanya pergi saat kamu dalam keadaan seperti ini,"


"Sungguh, Aku baik-baik saja, Ma,"


"Astaga, Elena kamu sangat pengertian sekali, Aku harap kamu mau sabar menghadapi kelakuan Putraku Tristan. Dia mungkin terlihat dingin di luar namun dia aslinya adalah seseorang yang sangat baik hati, Aku yakin kamu pasti bisa meluluhkan hatinya, hanya saja sekarang anak itu memang sedang dalam perselisihan dengan saudaranya, jadi begitulah, Mungkin dia menjadi kurang sabar karena itu,"


Elena tidak menjawab, namun hanya tersenyum.


Walaupun awalnya, ini bukan sesuatu yang di harapkan, namun sekarang dirinya adalah Istri Tristan, dan tengah mengandung anaknya.


Elena malah yakin, bisa membuka hati Pria itu nanti.


Elena diam-diam memegang perutnya.


'Ya, ini semua demi calon anaknya nanti, tidak akan dirinya Biarkan anak ini hidup tanpa kasih sayang Ayahnya,'


Namun sepertinya itu adalah hal yang lama?


Elena lalu kembali mengambil ponselnya, dan mulai mengirimkan pesan pada seseorang.


Ya, pesan pada Tristan menanyakan kapan pria itu akan pulang dan selesai dengan urusannya.


Dirinya hadap, Tristan akan segera pulang.


Dirinya harus menyelesaikan kesalahpahaman yang ada di antara mereka.


Kejadian malam itu...


Dirinya tidak pernah mencoba untuk menjebak siapapun...


Malam itu...


####

__ADS_1


Saat itu, Kanaya sudah kembali ke kamar hotel, sedang menatap beberapa berkas yang ada ditangannya.


Ini adalah Informasi tentang, Elena Valentine.


Tristan yang baru saja bersiap-siap akan mandi segera bertanya pada Kanaya karena penasaran.


"Apakah kamu membawa pekerjaanmu bahkan ketika sedang berlibur seperti ini? tidakkah kamu terlalu workholic?"


Kanaya yang mendengar pertanyaan itu segera menunjukkan berkas yang ada di tangannya.


"Owh, ini Laporan soal Identitas Istrimu dan Latar Belakangnya, Aku baru saja mengeprint ini semua laporan yang di kirimkan bawahanku,"


Tristan lalu mulai menatap ke arah kertas kertas yang ada di tangan Kanaya, dan menatapnya dengan kaget.


"Astaga, ini baru 2 hari Namun kamu sudah mendapatkan informasi sebanyak itu?"


Kanaya lalu segera menunjukkan ekspresi cemberutnya,


"Kamu pikir siapa aku sampai tidak bisa menemukan informasi receh semacam ini, jadi lain kali kamu harus hati-hati jika benar-benar ingin mencoba berselingkuh dariku, Aku pasti bisa memperoleh Informasi apapun,"


Tristan yang mendengar itu, segera merasa cukup ngeri memang membuat gadis yang ada di hadapannya cemburu bukanlah hal yang bagus.


"Jadi Informasi apa yang kamu dapatkan?"


"Aku belum membacanya, hanya saja, Aku baru membaca soal Infomasi Keluarga Valentine ini, ternyata Elena ini sebenarnya anak tidak sah di Keluarganya. Dan lagi, Keluarga Valentine ini, cukup terkenal karena keluarga mereka licik, dan selalu mencoba mengambil keuntungan dari orang lain. Keluarga mereka cukup Kaya, bisa di bilang mereka masih termasuk Keluarga Orang Kaya Baru, kamu mengerti apa maksudku bukan?"


Tristan yang mendengar kata-kata itu segera terdiam memikirkan tentang artinya itu yang sudah jelas.


"Jadi, pada akhirnya yang diincar adalah uang?"


"Ya, siapa yang tidak ingin menikah dengan Tuan Muda ke Tiga Keluarga Norris?"


"Aku memang sudah curiga dari awal, apalagi tentang Awalnya keluarga itu yang mendesak untuk segera agar Aku menikahi Elena, setelah tahu Elena hamil, seolah semua itu direncanakan,"


"Hah, memang. Aku pikir, Elena ini licik, kamu harus hati-hati, awas aja Jika kamu tergoda,"


Tristan lalu, segera mencium kening Kanaya,


"Tidak akan sayang, baiklah aku akan pergi mandi dulu terlalu pusing memikirkan semua ini,"


Ketika Tristan pergi, ada suara ponsel berbunyi, Kanaya tahu itu sepertinya ponsel Tristan yang satunya dengan penasaran dia segera membuka pesan itu.


Nomor yang tidak terdaftar, namun di sana ada riwayat beberapa pesan sebelumnya.


Dan pesan terakhir bertanya,


'Mas Tristan kapan pulang? Mama mulai menanyakan soal kamu Jika kamu pergi terlalu lama Aku khawatir dia curiga,'


Kanaya yang membaca pesan itu merasa tidak nyaman, lalu segera membalasnya dengan kesal,


'Tidak Pulang'


"Cih, tukang rayu sialan! Kamu pikir aku akan memberimu kesempatan untuk berdua dengan Tristanku? Tidak akan pernah,"

__ADS_1


__ADS_2