
Kanaya jelas kaget ketika mendapatkan perlakuan buruk dan dimarahi seperti itu.
Hal pertama yang Kanaya pikirkan, kenapa bisa Elena ada disini?
Apakah dia mengikuti Tristan atau sesuatu?
Sial, jika seperti ini artinya hubungan antara dirinya dan Tristan terungkap?
"Kamu berani sekali bermain-main dan mengoda Suamiku Tristan!" Kata Elena lagi dengan nada kemarahan kepada Kanaya.
Kanaya yang mendengar hal itu tiba-tiba hatinya dipenuhi dengan rasa amarah, memegang tangan yang menamparnya itu.
"Suamimu katamu? Heh, kamu yang wanita murahan! Kamu yang menjebak Tristan tidur denganmu hingga kamu hamil bukan? Aku sudah tahu tipe-tipe wanita semacam apa kamu itu yang hanya mengincar Harta Tristan,"
Elena merasakan cengkraman di tangannya cukup menyakitkan.
"Kamu jangan berbicara sembarangan!! Dasar wanita murahan perusak rumah tangga orang!"
Kanaya yang mendengar itu lalu segera tertawa,
"Sembarangan? Lalu kenapa Tristan bisa tidur denganmu? Asal kamu tahu, Aku jauh lebih mengenal dia daripada kamu, Tristan bukan tipe lelaki semacam itu, dia selalu bisa menjaga dirinya karena dia hanya mencintaiku. Kamu adalah orang ketiga yang tiba-tiba masuk dalam hubungan kami, dari Awal Tristan adalah Kekasihku, dia adalah milikku,"
"Tapi Tristan sekarang Suamiku! Kamu hanyalah Kekasihnya dan itu di masa lalu! Sekarang Tristan Suamiku!"
"Dia hanya Suamimu dalam status, bukan? Di hatinya hanya ada Aku seorang, tidak ada tempat untukmu baik sekarang nanti ataupun di masa depan,"
Elena yang mendengar itu hatinya dipenuhi dengan kemarahan dan kesedihan tidak mengerti kenapa wanita yang ada di depannya itu berani sampai mengatakan hal semacam itu yang begitu kejam padanya.
"Aku sekarang sedang mengandung anak Tristan, Apakah kamu bahkan tidak memiliki hati? Kamu seharusnya sebagai seorang wanita mengerti, jika sekarang Tristan sudah memiliki Istri,"
Kanaya melihat bagaimana wanita yang ada di depannya itu menunjukkan ekspresi sedih seolah menjadi korban dari semua ini. Namun, melihat itu bukannya Kanaya merasa iba atau sedih, hanya kemarahan yang tambah muncul di dalam hatinya.
"Jangan berbicara seolah-olah Kamu adalah seorang wanita suci, kamu yang dari awal bermain kotor, dengan menjebak Tristan, sikapmu yang dari awal tidak tahu malu dan tidak bermoral!"
"Kamu... Aku tidak pernah..."
"Apa? Kamu mau mengelak? Menurut mu Tristan yang memulai dari awal? Aku sudah dengar cerianya, tentang bagaimana seperti ada obat yang dimasukan ke minuman Tristan, sungguh sekarang kamu tidak usah berlagak sok baik dan sok suci di depanku sekarang katakan padaku tujuanmu yang sebenarnya apakah itu uang?"
__ADS_1
"Jangan berbicara sembarangan tentang aku! Kamu tidak tahu apa-apa soal aku!"
"Lalu kenapa kamu bicara sembarangan tentang aku? Kamu juga tidak tahu apa-apa tentang aku ataupun hubunganku dengan Tristan!"
"Tapi dia hanya Kekasihmu! Dia sudah menjadi Suamiku sekarang! Kamu hanya sebatas lingkungan untuknya sedangkan aku adalah istri sahnya seharusnya kamu yang malu dan tahu diri tentang tempatmu!"
"Ya, Aku hanya Kekasih Rahasianya, Lalu kenapa dengan itu? Karena di masa depan aku yang akan menjadi Istri Tristan, asal kamu tahu Setelah bayimu itu lahir kamu pasti akan diceraikan olehnya!" Kata Kanaya diliputi kemarahan.
Elena mungkin merasa terpukul ketika mendengar hal-hal itu, lalu segera mencoba menampar Kanaya lagi, namun kali ini Kanaya memegang tangan Elena, dan mengunakan tangan yang satunya untuk menampar Elena.
Elena terkejut dengan tamparan itu.
"Kamu!! Jangan berbicara sembarangan!"
"Elena, Elena, tidakkah kamu di dalam hatimu juga tahu jika Tristan tidak memiliki sedikitpun perasaan padamu? Menurutmu, hanya karena kamu memiliki anak dengannya, dia akan mencintaimu? Tentu saja tidak!"
Elena mengigit bibirnya karena cemas, karena di dalam hatinya, Elena juga tahu bahwa Tristan saat ini tidak memiliki sedikitpun perasaan padanya. Hanya saja, Elena jelas tidak ingin mengakui hal itu di depan Kanaya.
"Tidak, Aku yakin, Tristan nantinya akan mencintaiku, Setelah semua ikatan yang kami berdua miliki cukup besar, kami akan memilih seorang anak,"
Elena mengatakan hal itu dengan penuh percaya diri menggambarkan masa depan yang indah antara dirinya dan Tristan.
Dan dirinya hanya sebatas Kekaish Tristan. Namun apakah perjuangan dan cinta dirinya dan Tristan selama lima tahun ini hanya akan menjadi kesia-siaan?
Kanaya merasa tidak layak untuk hal itu.
"Hanya itu? aku akan memberitahukan padamu jika hal itu tidak akan pernah terjadi, bahkan walaupun anak itu lahir, hati Tristan akan selalu menjadi milikku kamu juga tidak tahu betapa Dia sangat mencintaiku bukan?"
"Kamu yang tidak tahu apa-apa! Aku pasti akan membuat Tristan menjadi milikku!"
Kanaya yang mendengar itu segera tertawa dan berkata,
"Jangan pernah kamu bermimpi untuk mendapatkan Tristan, dia tidak akan pernah menjadi milikmu ataupun memiliki perasaan apapun padamu!"
"Namun perasaan selalu bisa berubah, berbeda denganmu yang hanya selingkuhannya, Aku adalah Istrinya, akan akan waktu lebih banyak yang akan kita habiskan nantinya dan hati Tristan pasti akan berubah,"
"Itu pasti hanya khayalanmu saja, Bukankah kamu bahkan tidak satu kamar dengannya? Lupakan soal itu apakah kamu benar-benar tinggal satu rumah dengannya? Bukankah dia lebih sering tinggal di apartemen dekat kantor daripada rumahmu? Menurutmu Kenapa hal itu terjadi?"
__ADS_1
Elena yang ditanya itu segera menjadi diam, karena yang di ucapkan Kanaya benar, dirinya bahkan tidak sekamar dengan Tristan, dan mereka berdua tidak benar-benar tinggal bersama, Tristan lebih jarang pulang dari pada yang Elena pikirkan.
Namun kenapa begitu?
Dan kenapa wanita yang ada di hadapannya bisa tahu detail ini?
"Kamu mungkin bertanya-tanya kenapa aku tahu bukan? Karena Kau yang menyuruh Tristan untuk melakukan itu, Kamu tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk bersama dengan dia!"
Elena yang mendengar itu, segera menjadi pucat.
"Jadi jangan pernah bermimpi untuk mendapatkannya, Tristan adalah milikku selamanya, jadi kamu puaslah hanya dengan manjadi Ibu dari Anaknya, Jangan pernah berharap lebih,"
"Tidak, Aku akan mendapatkan hati Tristan,"
Kanaya merasa tidak ada gunanya berbicara dengan wanita keras kepala dan menyebalkan yang ada di hadapannya segera memutuskan untuk pergi.
Hanya segera berbisik di telinga Elena,
"Aku di sini hanya memberimu sebuah nasehat, jangan berharap cinta Tristan, itu akan lebih mudah untukmu, cukup dapatkan dan manfaatkan saja nanti Uang Kompensasi Perceraian kalian, jangan menjadi serakah dan berharap lebih,"
Kanaya segera pergi dari sana, karena merasa muak.
Ya, dirinya akan pastikan jika Elena tidak akan pernah mendapatkan Tristan, ataupun bisa memilikinya.
"Kanaya! Lihat saja nanti!"
Kanaya mendegar bagaimana Elena sepertinya memberikan sebuah tantangan.
Hah, Elena itu, Kanaya tidak mengira Jika dia wanita yang keras kepala.
Namun, bagaimana ini?
Jika hubungan antara dirinya dan Tristan sampai terekspos dan diberitahu pada orang tua Tristan, tidak hanya Tristan yang hancur, namun juga dirinya akan hancur.
Hal-hal ini juga sangat gawat!
Dirinya pasti harus menghubungi Tristan setelah ini.
__ADS_1
Ya, ini juga cara agar Elena itu, semakin tidak memiliki kesempatan untuk bersama dengan Tristan.